News / Internasional
Jum'at, 15 Mei 2026 | 12:27 WIB
Marco Rubio bisa masuk ke China, setelah pemerintah RRT mengganti ejaan nama menteri luar negeri AS tersebut. Sejatinya, Rubio masih mendapat sanksi dari China sehingga tak bisa masuk ke negara tersebut. [Suara.com]
Baca 10 detik
  • Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengunjungi Beijing bersama Presiden Donald Trump pada Mei 2026.
  • Pemerintah China mengakali sanksi diplomatik dengan mengubah transliterasi nama Rubio menjadi Marco Lu dalam dokumen.
  • Strategi ini memungkinkan China tetap menjaga martabat politiknya sambil memfasilitasi dialog tingkat tinggi dengan Amerika Serikat.

Suara.com - Fenomena unik, baru saja terjadi di Beijing ketika Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio, menginjakkan kaki di China, menemani sang presiden Donald Trump.

Kehadiran Rubio memicu tanda tanya besar di kalangan pengamat global: bagaimana mungkin seorang pejabat tinggi yang sedang berada di bawah sanksi resmi pemerintah China, bisa diizinkan masuk ke wilayah mereka?

Jawabannya ternyata tidak ditemukan dalam pencabutan sanksi secara formal, melainkan melalui sebuah "trik" linguistik dan protokol diplomatik yang cerdik.

Dikutip dari Al Jazeera, Jumat (15/5/2026), Beijing menggunakan celah dalam transliterasi nama untuk memuluskan kunjungan Rubio yang mendampingi Presiden Donald Trump dalam perjalanan dinas pertamanya ke China sejak menjabat kembali.

Permainan Kata: Dari 'Rubio' Menjadi 'Lu'

Pemerintah China tampaknya tidak ingin terlihat lemah dengan mencabut sanksi terhadap Rubio,.

Namun di lain sisi, mereka harus menghormati protokol kunjungan resmi pejabat tinggi Amerika Serikat.

Koresponden Al Jazeera, Alan Fisher, melaporkan langsung dari ibu kota China mengenai perubahan teknis pada dokumen resmi kenegaraan.

China melakukan penyesuaian pada cara penulisan nama sang Menteri Luar Negeri dalam karakter Mandarin.

Baca Juga: Klarifikasi Resmi Timnas Irak Terkait Isu Visa Amerika Serikat untuk Piala Dunia 2026

“China melakukan itu dengan cara yang cerdik. Nama Rubio dieja berbeda dalam dokumen resmi untuk kunjungan ini,” ujar Fisher.

Secara teknis, pemerintah China mengubah karakter Mandarin yang digunakan untuk menerjemahkan suku kata pertama dari nama belakang Rubio.

Dengan mengubah transliterasi karakter menjadi Lu, sang menteri kini secara administratif tercatat sebagai "Marco Lu" dalam dokumen kunjungan tersebut.

Perubahan nama ini memungkinkan Beijing untuk menyambut Rubio dengan karpet merah, tanpa harus secara teknis melanggar aturan sanksi yang masih berlaku terhadap nama Marco Rubio.

Strategi ini sebenarnya sudah dipersiapkan sejak lama. Media resmi pemerintah China mulai mengubah ejaan nama Rubio sesaat sebelum ia resmi menjabat sebagai Menteri Luar Negeri pada Januari 2025.

Marco Rubio [Officiel Instagram]

Alasan Di Balik Sanksi Terhadap Marco Rubio

Load More