- Cadence dan Aeva berkolaborasi mengintegrasikan teknologi Tensilica Vision DSP ke dalam sistem LiDAR 4D untuk meningkatkan kinerja sensor.
- Teknologi LiDAR 4D mampu mendeteksi posisi dan kecepatan objek secara akurat guna mendukung navigasi kendaraan otonom yang aman.
- Inovasi yang diumumkan pada Rabu (20/5/2026) ini menawarkan pemrosesan sinyal cepat serta efisiensi daya tinggi bagi otomatisasi industri.
Suara.com - Teknologi LiDAR 4D kini menjadi sorotan di industri otomotif dan robotika karena mampu mendeteksi posisi sekaligus kecepatan objek secara real-time dengan tingkat akurasi tinggi.
Kemampuan ini membuat sistem kendaraan otonom dan robot AI dapat mengambil keputusan lebih cepat, aman, dan presisi dibanding teknologi sensor konvensional.
Terbaru, inovasi LiDAR 4D generasi anyar hadir dengan peningkatan performa pemrosesan sinyal serta efisiensi daya yang lebih optimal untuk mendukung kebutuhan mobil tanpa sopir dan otomatisasi industri modern.
Melihat perkembangan ini, Cadence menggandeng Aeva untuk menghadirkan sistem LiDAR 4D generasi terbaru yang lebih cepat, hemat daya, dan efisien untuk kendaraan otonom hingga robot industri.
Aeva melisensikan teknologi Cadence Tensilica Vision DSP guna mempercepat pemrosesan sinyal pada sistem LiDAR 4D miliknya. Langkah tersebut dinilai menjadi terobosan penting dalam pengembangan teknologi persepsi real-time untuk industri otomotif dan AI fisik.
Teknologi LiDAR sendiri kini menjadi komponen vital dalam kendaraan tanpa sopir, robotika, otomatisasi industri, hingga sistem kecerdasan buatan berbasis edge computing.
Sistem ini memungkinkan perangkat melakukan pemetaan 3D dan mendeteksi objek dengan tingkat akurasi tinggi demi meningkatkan keselamatan dan navigasi.
Berbeda dari LiDAR konvensional, teknologi 4D LiDAR milik Aeva mampu mendeteksi posisi sekaligus kecepatan objek secara bersamaan. Kemampuan ini memungkinkan perangkat otonom mengambil keputusan lebih cepat dan lebih aman saat beroperasi.
Cadence menyebut DSP Tensilica Vision menawarkan kombinasi fleksibilitas dan performa tinggi untuk mendukung pemrosesan data real-time dengan konsumsi daya rendah.
Baca Juga: Honor Robot Phone Siap Meluncur: Bawa Modul Kamera Gimbal dan Sensor 200 MP
Teknologi ini juga memungkinkan penyesuaian alur pemrosesan sesuai kebutuhan perangkat.
“Teknologi DSP Cadence memberikan fleksibilitas dan peningkatan kinerja yang kami butuhkan untuk memperluas batas-batas persepsi dan menghadirkan solusi yang dapat diskalakan bagi pelanggan industri dan otomotif kami,” ujar Kepala Insinyur Aeva, James Reuther dalam keterangan resminya, Rabu (20/5/2026).
Ia menambahkan, integrasi Tensilica Vision DSP memungkinkan Aeva mempercepat inovasi sekaligus menghadirkan kemampuan sensor canggih ke pasar lebih cepat.
“Dengan mengintegrasikan Tensilica Vision DSP ke dalam sistem LiDAR generasi berikutnya kami, Aeva dapat memanfaatkan kombinasi kuat antara perangkat keras Cadence yang sangat dapat dikonfigurasi dan rangkaian lengkap perpustakaan perangkat lunak yang dioptimalkan,” kata James Reuther.
Sementara itu, Direktur Grup Manajemen Produk dan Pemasaran Tensilica DSP Cadence, Amol Borkar, mengatakan pihaknya berkomitmen membantu pengembangan sistem AI yang lebih pintar dan efisien.
“Cadence berkomitmen untuk memfasilitasi pelanggan kami dalam membangun sistem yang lebih cerdas, aman, dan terhubung untuk aplikasi AI tepi dan fisik,” ujar Amol Borkar.
Ia juga menegaskan bahwa DSP Tensilica dirancang untuk memberikan performa tinggi dengan efisiensi daya optimal pada aplikasi mutakhir seperti LiDAR berlatensi rendah.
Selain digunakan untuk LiDAR, Tensilica Vision DSP juga telah dimanfaatkan dalam berbagai teknologi lain seperti ADAS, radar, pemrosesan audio, computer vision, hingga SLAM (Simultaneous Localization and Mapping).
Cadence turut membekali platform ini dengan NeuroWeave SDK, kompiler jaringan saraf generasi terbaru yang dirancang untuk mendukung eksekusi AI modern pada perangkat edge dan sistem otonom.
Berita Terkait
-
Kumpulan Prompt AI Edit Foto Crayon Style yang Lagi Viral, Hasilnya Lucu dan Estetik
-
Inovasi Open Source & AI Kian Dorong Fleksibilitas Infrastruktur Digital Perusahaan
-
Telkomsel Perkuat Layanan Digital Berbasis AI, Fokus Hadirkan Customer Experience Lebih Cepat
-
XLSMART Latih 25 Ribu Siswa Jadi Talenta Digital, Fokus pada Kreator Konten dan Skill Teknologi
-
Cloud Makin Rawan Diretas, ESET Hadirkan Proteksi AI untuk AWS, Azure, dan Google Cloud Gratis
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Paus Leo XIV Dorong Pimpinan Gereja Sedunia Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT
-
IHSG Masih Nyaman di Level 6.500 Pagi Ini, COIN dan PACK Meroket
-
Penangguhan Tahanan Nyumarno Cs Ditolak Hakim, Kuasa Hukum Korban Soroti Alasan Permohonan
-
Surut Saat Kemarau, Waduk Gajah Mungkur Disulap Jadi Ladang Padi
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Rumus Volume dan Luas Permukaan Balok: Panduan Lengkap dengan Sifat dan Contoh Soal
-
Rokok dan Miras Ilegal Senilai Rp20,18 M Disita, Negara Terancam Rugi Rp11,81 M
-
Fenomena Slow Dating: Saat Gen Z Tidak Lagi Terburu-buru Menjalin Hubungan
-
Buron ke Singapura, Ini Tampang Bos THM Planet Batam yang Jadi Buruan Bareskrim dan Interpol
-
Rp660 Juta Digelontorkan Untuk Bangun Huntap Bencana Aceh