-
Polisi menangkap kiai Pekalongan terkait kasus pencabulan santriwati hingga melahirkan.
-
Kasus terungkap setelah korban sempat mengeklaim dirinya hamil lewat mimpi.
-
Pelaku diduga telah mencabuli puluhan santriwati sejak tahun 2008 lalu.
“Putri kami berinisial F mengaku sama sekali tidak melakukan hubungan dengan siapapun. Ia meyakini kejadian ini adalah kehendak dan takdir Allah semata. Awalnya ia sering bermimpi, baik saat masih di pondok pesantren maupun saat berada di rumah. Sebelum diketahui hamil pun ia sudah sering bermimpi demikian, dan selama masa kehamilan berlangsung, ia hanya mengalami hal-hal berupa mimpi-mimpi saja,” ungkap S selaku sang ayah.
2. Bayi Diadopsi dan Upaya Menutup Diri
Karena tekanan sosial yang masif di desa dan media sosial, pihak keluarga memutuskan untuk menyerahkan bayi tersebut untuk diadopsi oleh keluarga di Banjarnegara.
Langkah ini diambil demi menjaga psikologis F yang kian terganggu.
Sang ayah, S, menegaskan bahwa mereka ikhlas dan tidak ingin mencari siapa pelakunya karena percaya pada narasi mimpi tersebut.
3. Penyelidikan Polisi: Membongkar Tabir "Mimpi"
Narasi "hamil lewat mimpi" ini tidak ditelan mentah-mentah oleh pihak berwajib. Tim Polres Pekalongan Kota melakukan pendekatan persuasif dan investigasi ilmiah, termasuk tes DNA.
Hasilnya mengejutkan dan meruntuhkan semua klaim "mukjizat" tersebut.
Pada 27 Mei 2026, polisi resmi menangkap AKF (54), seorang kiai yang merupakan pimpinan sekaligus pengasuh Ponpes Padepokan Padang Ati di wilayah Kecamatan Buaran, tempat F dulu menuntut ilmu.
Baca Juga: Masih Diselidiki, Polisi Sebut Video Viral Prostitusi Anak Bukan di Lokasari
AKF terbukti menjadi orang yang bertanggung jawab atas kehamilan F. Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Riki Yariandi, mengonfirmasi penangkapan tersebut.
4. Rekam Jejak Predator: Korban Diduga Capai 20 Orang
Penangkapan AKF membuka kotak pandora yang jauh lebih mengerikan. Berdasarkan penyelidikan, aksi bejat oknum kiai ini diduga telah berlangsung sejak tahun 2008.
Artinya, selama hampir 20 tahun, ia telah memangsa santriwati di bawah naungannya.
"Kami mendampingi enam orang korban, mereka merupakan mantan santriwati yang sudah memberikan kuasa dengan rentang waktu kejadian mulai dari tahun 2008 sampai 2025," beber Ahmad Fauzi selaku tim kuasa hukum para korban.
Berdasarkan data sementara, total korban ditaksir mencapai lebih dari 20 orang, namun mayoritas masih takut untuk melapor.
Saat kejadian pertama pada 2008, rata-rata korban masih berusia sangat belia, bahkan ada yang masih 14 tahun.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
Terkini
-
Polytron Luxia R5 Resmi Meluncur, Laptop Murah Diotaki Ryzen 5 dengan RAM Upgrade hingga 32GB
-
Penampakan Samsung Galaxy A27 Terbaru: Snapdragon Gantikan Exynos, Ultrawide Downgrade
-
Zenbook A14 OLED Jadi Laptop Snapdragon X2 Elite Pertama di Indonesia dengan Baterai Tahan 24 Jam
-
5 Kelebihan dan Kekurangan Panasonic TOUGHBOOK 40 Mk2, Laptop Tahan Banting dengan AI
-
Lenovo ThinkStation PGX Resmi Hadir di Indonesia, Workstation AI Ringkas dengan Performa 1 PetaFlop
-
Meta Resmi Luncurkan Langganan Instagram, Facebook, dan WhatsApp Plus, Ada Paket AI Baru
-
3 HP Redmi Midrange Paling Worth It di 2026, Spek Gahar dan Harga Masih Masuk Akal
-
iPhone, iPad, Mac,dan Apple Watch Naik Harga, Cek Daftarnya
-
40 Kode Redeem FF Terbaru 28 Mei 2026: Cek Event Pinky Sembari Tukar Token Universal
-
4 HP Redmi Note 17 Lolos Sertifikasi: Pakai Snapdragon Anyar, Baterai 7.000-10.000 mAh