Tekno / Tekno
Senin, 01 Juni 2026 | 16:13 WIB
Ilustrasi chip. [Freepik]
Baca 10 detik
  • Pemerintah AS memperketat aturan ekspor chip AI canggih guna menutup celah akses bagi seluruh perusahaan berbasis di China.
  • Kebijakan ini membatasi akses perusahaan China terhadap chip premium Nvidia, termasuk seri Blackwell, di seluruh dunia.
  • Tekanan AS mendorong perusahaan seperti Huawei dan Alibaba mempercepat pengembangan teknologi chip AI lokal demi kemandirian industri.

Chip AI Buatan China Kian Dilirik

Ilustrasi kecerdasan buatan. [Unsplash]

Seiring semakin terbatasnya akses ke chip asing, analis industri memperkirakan perusahaan AI China akan semakin mengandalkan solusi dalam negeri.

Produk seperti seri Huawei Ascend dan berbagai prosesor AI khusus yang dikembangkan Alibaba mulai mendapat perhatian sebagai kandidat utama untuk mendukung pelatihan model AI generatif dan aplikasi kecerdasan buatan berskala besar.

Strategi ini menjadi bagian dari upaya China untuk mengurangi ketergantungan terhadap teknologi luar negeri sekaligus memperkuat kemandirian industri semikonduktornya.

Persaingan Bergeser dari Chip ke Ekosistem AI

Pengamat menilai, langkah terbaru AS kemungkinan tidak akan menghentikan ambisi AI China. Sebaliknya, kebijakan tersebut berpotensi mempercepat investasi pada sektor chip domestik, perangkat lunak AI, pusat data, dan infrastruktur komputasi nasional.

Persaingan kedua negara kini tidak lagi sekadar soal produk chip individual, melainkan telah bergeser menjadi pertarungan membangun ekosistem teknologi AI secara menyeluruh.

Dalam beberapa tahun ke depan, pertanyaan besarnya bukan lagi apakah China mampu menggantikan dominasi Nvidia, melainkan seberapa cepat negara tersebut dapat membangun industri AI yang mandiri, kompetitif, dan mampu bersaing di pasar global.

Baca Juga: Lintasarta Percepat Investasi Infrastruktur AI di Indonesia, Siap Dorong Transformasi Digital

Load More