- Langganan Strava kini dikenai PPN PMSE sehingga biaya layanan berbayar menjadi lebih tinggi.
- Pengguna mulai mencari aplikasi lari gratis yang tetap mampu mencatat jarak, kecepatan, durasi, dan riwayat latihan.
- Lantas apa saja alternatif aplikasi lari gratis dengan fitur yang memadai sebagai pengganti Strava? Simak ulasannya berikut ini.
Suara.com - Strava resmi termasuk dalam pemungut Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PPN PMSE), sehingga biaya berlangganan akan dikenai pajak sesuai ketentuan yang berlaku.
Kebijakan ini berlaku untuk layanan berbayar Strava atau Strava Subscription yang menawarkan berbagai fitur tambahan, seperti analisis latihan lebih mendalam hingga statistik performa yang lebih lengkap.
Bagi sebagian pelari, kenaikan biaya langganan mungkin bukan masalah besar.
Namun, tidak sedikit pengguna yang mulai mempertimbangkan alternatif aplikasi lari lain dengan fitur gratis yang tetap memadai untuk mencatat jarak, kecepatan, durasi, hingga riwayat latihan.
Untungnya, saat ini tersedia banyak aplikasi lari yang dapat digunakan tanpa harus berlangganan.
Meski menawarkan paket premium, versi gratis dari aplikasi-aplikasi tersebut sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan pelari pemula maupun pengguna yang hanya ingin memantau progres latihan sehari-hari.
Jika Anda ingin menghemat pengeluaran tanpa kehilangan fungsi utama pencatat aktivitas olahraga, sejumlah aplikasi bisa menjadi pilihan menarik.
Merangkum laman resmi Relive hingga Nike, berikut empat aplikasi lari yang bisa dipakai gratis sebagai alternatif setelah langganan Strava kini dikenai pajak.
1. Relive
Baca Juga: Berapa Harga Langganan Strava Premium? Kini Kena Pajak 11%
Relive merupakan aplikasi olahraga yang bisa digunakan secara gratis untuk merekam aktivitas lari menggunakan GPS, lengkap dengan data jarak, durasi, kecepatan, dan elevasi.
Versi gratisnya memungkinkan pengguna membuat video 3D dari rute lari yang telah ditempuh, sehingga aktivitas olahraga dapat dibagikan dengan tampilan yang lebih menarik di media sosial.
Selain dapat digunakan langsung melalui ponsel, Relive juga mendukung sinkronisasi dengan berbagai perangkat dan aplikasi kebugaran seperti Garmin, Suunto, Apple Health, dan lainnya.
2. Nike Run Club
Nike Run Club (NRC) merupakan aplikasi lari yang dapat digunakan sepenuhnya secara gratis tanpa biaya langganan.
Pengguna bisa menikmati berbagai fitur seperti GPS run tracking, audio-guided runs, program latihan untuk 5K hingga maraton, tantangan komunitas, serta statistik lari yang lengkap untuk membantu meningkatkan performa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
6 Rice Cooker Maspion Terbaik, dari yang Mungil hingga Jumbo 6 Liter untuk Nasi Pulen
-
Suara Rakyat Lima Tahun Sekali, setelah Itu Siapa yang Berkuasa?
-
BRI KKB National Expo 2026 Raih Rekor MURI, Hadirkan Promo Kredit Kendaraan
-
Kata Damai AS - Iran Main Jauh, Donald Trump Putus Komunikasi soal Selat Hormuz
-
Zona Merah Hukum Adat: Mendesak Perlindungan Kesakralan Mama Papua di Tengah Konflik
-
BRI Raih Rekor MURI Melalui Kolaborasi Kredit Kendaraan di 131 Lokasi Tanah Air
-
Kenapa Nasi di Rice Cooker Cepat Basi dan Bau? Ternyata Bukan Cuma karena Beras
-
BRI Cetak Rekor MURI: Hadirkan Kredit Kendaraan Serentak di 131 Lokasi
-
Begini Cara Warga Israel Masuk Indonesia hingga Bisa Pelesir ke Bali hingga Toraja
-
Penangkapan Berujung Duka di Lamtim: Benarkah Nenek Sakdiyah Wafat Karena Syok Saat Digerebek?