Tekno / Tekno
Sabtu, 11 Juli 2026 | 15:53 WIB
Program Sharp "From Every Step, A Forest Grows". [Sharp Indonesia]
Baca 10 detik
  • PT Sharp Electronics Indonesia menanam 600 pohon Rasamala di Taman Nasional Gunung Halimun Salak melalui kampanye Sharp Run for the Future.
  • Program ini bertujuan merestorasi 2,4 hektare hutan serta melestarikan habitat Elang Jawa melalui gerakan olahraga berbasis teknologi dan keberlanjutan.
  • Hasil restorasi hutan diproyeksikan mampu menyerap 180 ton karbon dioksida dan menghasilkan oksigen untuk menjaga keseimbangan ekosistem secara berkelanjutan.

Suara.com - Transformasi menuju green technology dan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) kini menjadi strategi penting bagi industri teknologi global, termasuk di Indonesia.

Menjawab tantangan tersebut, PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) merealisasikan komitmen keberlanjutannya melalui program "From Every Step, A Forest Grows", dengan menanam 600 pohon endemik Rasamala (Altingia excelsa) di kawasan Pusat Suaka Satwa Elang Jawa, Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Bogor. Program ini merupakan implementasi dari kampanye Sharp Run for the Future yang mengusung konsep "1 Pelari = 1 Pohon".

Melalui kolaborasi bersama Hutan Itu Indonesia dan Postinc, Sharp mengubah aktivitas olahraga menjadi gerakan berbasis teknologi dan keberlanjutan yang mendukung restorasi ekosistem sekaligus pelestarian habitat Elang Jawa (Nisaetus bartelsi), satwa endemik yang berstatus terancam punah.

President Director PT Sharp Electronics Indonesia, Shinji Teraoka, mengatakan teknologi harus memberikan manfaat tidak hanya bagi manusia, tetapi juga bagi lingkungan.

"Kami percaya bahwa teknologi seharusnya tidak hanya meningkatkan kualitas hidup manusia, tetapi juga menjaga masa depan bumi tempat kita hidup. Melalui Sharp Run for the Future, setiap langkah peserta telah berubah menjadi pohon yang akan terus tumbuh selama puluhan tahun," ujar Shinji Teraoka dalam keterangan resminya, Sabtu (11/7/2026).

Ia menegaskan, keberlanjutan kini menjadi bagian dari strategi bisnis perusahaan, bukan lagi sekadar program tanggung jawab sosial.

"Kami membuktikan bahwa komitmen tersebut bukan sekadar janji, tetapi aksi nyata yang akan memberikan manfaat bagi generasi mendatang. Kami berharap kegiatan ini dapat menginspirasi semakin banyak perusahaan dan masyarakat untuk mengambil bagian dalam menjaga lingkungan," katanya.

Teknologi dan ESG Jadi Strategi Baru Industri Elektronik

Sharp menilai inovasi teknologi modern harus berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan. Karena itu, perusahaan mengintegrasikan konsep green innovation ke dalam berbagai program keberlanjutannya.

Baca Juga: Quantum Accelerator Pertama di Singapura Resmi Diluncurkan, Startup Indonesia Masuk Daftar

Sebanyak 600 pohon Rasamala yang ditanam diperkirakan mampu merestorasi sekitar 2,4 hektare kawasan hutan.

Ketika mencapai pertumbuhan optimal, pohon-pohon tersebut diproyeksikan dapat menyerap hingga 180 ton karbon dioksida ekuivalen (COe) serta menghasilkan sekitar 60–72 ton oksigen setiap tahun.

Selain membantu mengurangi emisi karbon, restorasi tersebut juga berperan menjaga tutupan hutan, memperbaiki siklus air, serta memperkuat habitat alami Elang Jawa dan berbagai spesies flora maupun fauna yang bergantung pada ekosistem tersebut.

Brand Activation Berbasis Teknologi Beri Dampak Nyata

Sharp juga menunjukkan bagaimana sebuah brand activation dapat berkembang menjadi gerakan sosial berbasis keberlanjutan yang menghasilkan dampak nyata.

PR & Brand Communication Department Head PT Sharp Electronics Indonesia, Pandu Setio, mengatakan keberhasilan sebuah kampanye saat ini tidak lagi hanya diukur dari tingkat eksposur, tetapi juga manfaat yang dihasilkan bagi masyarakat dan lingkungan.

Load More