Tekno / Internet
Selasa, 14 Juli 2026 | 13:37 WIB
Tokopedia dan TikTok Shop
Baca 10 detik
  • Sakha Coffee Roastery memanfaatkan platform Tokopedia dan TikTok Shop untuk memperluas distribusi kopi origin Nusantara ke seluruh Indonesia.
  • Teknologi konten digital dan LIVE Shopping mengubah proses transaksi menjadi pengalaman edukatif yang meningkatkan konversi penjualan secara signifikan.
  • Digitalisasi bisnis berdampak pada peningkatan penyerapan tenaga kerja serta penguatan rantai pasok bagi petani kopi di berbagai daerah.

Suara.com - Di era perdagangan digital, teknologi rekomendasi berbasis algoritma, konten video pendek, hingga LIVE Shopping mulai menjadi faktor penentu keberhasilan sebuah merek.

Transformasi tersebut juga mulai mengubah industri kopi Indonesia. Sakha Coffee Roastery menjadi salah satu contoh bagaimana teknologi social commerce mampu memperluas distribusi kopi origin Nusantara, mulai dari Aceh hingga Papua, melalui ekosistem #BeliLokal Tokopedia dan TikTok Shop.

Pendiri Sakha Coffee Roastery, Teuku Andi Nova Reza, mengatakan perubahan terbesar bukan hanya berasal dari bertambahnya kanal penjualan, tetapi dari cara konsumen menemukan sebuah produk.

"Tokopedia dan TikTok Shop membantu kami menjangkau lebih banyak pelanggan di seluruh Indonesia. Yang paling penting, kami bisa menceritakan asal-usul setiap kopi kepada konsumen melalui konten dan LIVE Shopping. Ketika orang memahami cerita di balik produknya, mereka tidak hanya membeli kopi, tetapi juga menghargai perjalanan di baliknya," ujarnya.

Konten Kini Menjadi Mesin Discovery Produk

Berbeda dengan model e-commerce konvensional yang bergantung pada pencarian (search), social commerce memanfaatkan video pendek, siaran langsung, hingga algoritma rekomendasi untuk mempertemukan produk dengan calon pembeli yang sebelumnya tidak mengenal merek tersebut.

Perubahan pola discovery ini membuat edukasi menjadi bagian dari proses transaksi.

Melalui konten digital, Sakha Coffee tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga memperkenalkan karakter kopi dari Mandailing, Toraja, Flores, Papua, hingga Bali, lengkap dengan teknik penyeduhan dan cerita di balik setiap origin.

Pendekatan tersebut mengubah proses pembelian dari sekadar transaksi menjadi pengalaman berbasis konten (content-driven commerce).

Baca Juga: TikTok Siapkan Rp65 M demi Perangi Spam dan Lindungi Kreator

LIVE Shopping Bukan Lagi Sekadar Promosi

Fenomena LIVE Shopping juga berkembang menjadi kanal konsultasi dan edukasi produk secara real time.

Sakha Coffee mengungkapkan sesi LIVE tidak hanya menarik konsumen individu, tetapi juga pemilik coffee shop yang melakukan pembelian dalam jumlah besar setelah memperoleh penjelasan langsung mengenai karakter kopi.

Model ini menunjukkan bagaimana interaksi dua arah mampu meningkatkan tingkat konversi dibanding katalog digital statis.

Digitalisasi Perluas Akses Pasar Kopi Nusantara

Dampak teknologi tersebut mulai terlihat pada pertumbuhan bisnis. Sekitar 40 persen penjualan Sakha Coffee kini berasal dari Tokopedia dan TikTok Shop.

Load More