- TikTok investasi Rp65 miliar untuk tingkatkan literasi AI global.
- Lebih dari 86 juta akun palsu berhasil dihapus pada kuartal I.
- TikTok telah melabeli lebih dari 3 miliar video berbasis AI.
Suara.com - TikTok memperkuat investasinya dalam pengembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dengan fokus pada peningkatan literasi digital, pemberantasan konten spam berbasis AI, serta memperluas transparansi penggunaan teknologi tersebut. Langkah ini dilakukan untuk menjaga ekosistem kreator sekaligus meningkatkan kepercayaan pengguna terhadap platform.
Perusahaan menilai AI memiliki potensi besar dalam mendorong kreativitas, membantu pengguna menemukan minat baru, hingga menciptakan pengalaman digital yang lebih aman. Namun, pemanfaatannya harus dilakukan secara transparan dan bertanggung jawab agar tidak disalahgunakan.
Sebagai bagian dari strategi tersebut, TikTok mengumumkan sejumlah inisiatif baru. Mulai dari memperluas materi edukasi AI, meningkatkan sistem deteksi akun penyebar spam berbasis AI, hingga memperkuat kolaborasi dengan organisasi internasional yang fokus pada transparansi konten digital.
Salah satu investasi terbesar dilakukan melalui program literasi AI. TikTok telah mengalokasikan lebih dari US$4 juta atau sekitar Rp65 miliar (asumsi kurs Rp16.300 per dolar AS) untuk mendukung organisasi dan pakar yang mengedukasi masyarakat mengenai penggunaan AI secara bertanggung jawab.
Dana tersebut digunakan untuk mendukung berbagai organisasi seperti NoFiltr dan Raspberry Pi Foundation dalam memproduksi konten edukasi di TikTok. Sejak program tersebut diluncurkan pada November 2025, konten-konten literasi AI telah mencatatkan lebih dari 200 juta tayangan di platform.
Selain itu, TikTok juga menggandeng mitra industri seperti National Association for Media Literacy Education (NAMLE) dan pakar AI Henry Ajder guna menyusun panduan penggunaan AI yang aman. Perusahaan turut menghadirkan pusat edukasi baru di dalam aplikasi agar pengguna lebih mudah mengenali konten hasil rekayasa AI.
Di sisi lain, TikTok mengakui perkembangan AI juga memunculkan tantangan baru berupa maraknya konten spam yang diproduksi secara massal sehingga berpotensi menggeser karya orisinal para kreator.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, perusahaan akan menguji sistem deteksi terbaru dalam beberapa pekan mendatang. Sistem ini dirancang untuk mengidentifikasi akun yang menyebarkan spam berbasis AI, terutama pada topik-topik sensitif seperti politik, peristiwa terkini, investasi dan keuangan, hingga kesehatan.
TikTok mengungkapkan bahwa pada kuartal pertama tahun ini pihaknya telah menghapus lebih dari 86 juta akun palsu sebagai bagian dari upaya menjaga integritas platform.
Baca Juga: Bisnis Kopi UMKM Moncer 60% Berkat Jualan Online
TikTok juga memperluas komitmennya terhadap transparansi penggunaan AI dengan bergabung sebagai anggota Dewan Pembina Coalition for Content Provenance and Authenticity (C2PA), organisasi internasional yang mengembangkan standar identifikasi konten digital berbasis AI.
Perusahaan menjadi salah satu platform video pertama yang menerapkan teknologi Content Credentials milik C2PA untuk membantu pengguna mengetahui apakah suatu konten dibuat atau diedit menggunakan AI.
Hingga kini, TikTok telah memberikan label pada lebih dari 3 miliar video melalui kombinasi teknologi Content Credentials, fitur pelabelan kreator, serta teknologi invisible watermarking atau tanda air digital yang tidak terlihat.
Ke depan, TikTok juga akan terus mengembangkan berbagai fitur AI kreatif seperti Smart Split, AI Outline, hingga menguji fitur Manage Topics yang memungkinkan pengguna mengatur seberapa banyak konten AI yang ingin ditampilkan di beranda mereka.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Produk Tembakau Alternatif Dinilai Kurangi Paparan Tar, Benarkah?
-
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Diduga Punya Jaringan Bisnis untuk Pencucian Uang
-
Menko Airlangga Kaji Harga BBM Khusus untuk Nelayan Berkapal Besar
-
B50 Jadi Juru Selamat, Sudah Cukup atau Ada PR Baru?
-
Yudha WK Putra Relawan Gibran Mendadak Viral Usai Diangkat Menjadi Komisaris Jasamarga Tollroad
-
BRI Dukung UMKM Brownies Ketan Naik Kelas, Lewat Pembiayaan dan Pendampingan Tembus Pasar Ekspor
-
BRI Hadirkan ORI030, Pilihan Investasi Aman untuk Bangun Portofolio
-
BNI Kuatkan Tata Kelola Penyaluran KUR
-
Purbaya Akui Penerimaan Bea Cukai 2026 Bisa Meleset dari Target
-
Shortfall Pajak 2026 Bisa Tembus Rp 46,9 Triliun, Purbaya Ancam Rumahkan Pegawai DJP