Tekno / Internet
Sabtu, 18 Juli 2026 | 11:18 WIB
Ilustrasi pembayaran dengan QR code. [Freepik]
Baca 10 detik
  • Quishing adalah serangan siber berupa QR Code palsu yang digunakan pelaku untuk mencuri data pribadi atau menyebarkan malware.
  • Pelaku menempelkan stiker QR Code palsu di tempat umum agar korban diarahkan menuju situs web yang mencurigakan.
  • Masyarakat perlu memeriksa kewaspadaan ekstra agar tidak menjadi korban.

Gunakan aplikasi kamera bawaan HP atau aplikasi keamanan dari vendor terpercaya (seperti Norton, Kaspersky, atau Trend Micro) yang memiliki fitur scanning untuk mendeteksi apakah link tersebut aman atau tidak.

4. Waspadai QR Code yang Dikirim via Email atau DM

Salah satu modus quishing yang sedang marak adalah pengiriman QR Code melalui email dengan subjek "Pembaruan Akun" atau "Pemenang Hadiah".

Perusahaan resmi seperti Bank, Google, atau Netflix sangat jarang meminta pengguna melakukan verifikasi akun melalui pemindaian QR Code. Jika menerima kiriman seperti ini, abaikan saja.

5. Jangan Memberikan Informasi Sensitif

Ingat, QR Code biasanya hanya berfungsi sebagai jalan pintas untuk menuju sebuah informasi atau melakukan pembayaran.

Jika setelah memindai sebuah kode tiba-tiba diminta memasukkan password email atau PIN bank, itu adalah tanda bahaya (red flag). Segera tutup halaman tersebut.

6. Aktifkan Autentikasi Dua Faktor (2FA)

Meskipun pelaku berhasil mendapatkan password melalui situs palsu, mereka akan tetap kesulitan mengakses akunmu jika kamu mengaktifkan 2FA.

Selalu gunakan 2FA berbasis aplikasi (seperti Google Authenticator) atau kunci fisik untuk perlindungan ekstra.

Teknologi QR Code diciptakan untuk mempermudah hidup, namun para penjahat siber selalu mencari celah dalam setiap kemudahan.

Kunci utama agar terhindar dari quishing adalah kewaspadaan ekstra.

Baca Juga: OJK Mulai Kewalahan Hadapi Modus Penipuan Berkedok AI dan Deepfake

Load More