Tekno / Sains
Selasa, 28 Juli 2026 | 16:30 WIB
Planet Venus. [NASA/JPL/USGS]
Baca 10 detik
  • Planet Venus terbukti masih aktif secara geologis melalui simulasi tiga dimensi.
  • Kerak planet Venus meregang dan sukses membentuk lembah retakan raksasa aktif.
  • Penemuan ini menjadi panduan penting bagi misi penjelajahan antariksa masa depan.

Tim peneliti yang dipimpin oleh Profesor Taras Gerya menggunakan model komputer canggih untuk membedah struktur geologis Venus secara mendalam.

Mereka sukses menciptakan simulasi komputer tiga dimensi beresolusi tinggi pertama untuk menganalisis lembah retakan Venus secara mendetail.

Model permodelan modern ini memungkinkan tim peneliti untuk mereproduksi struktur daratan dan mengembangkan penjelasan yang jauh lebih akurat.

Simulasi visual generasi sebelumnya sebagian besar hanya berbasis dua dimensi dan sangat bergantung pada asumsi yang terlalu disederhanakan.

Pendekatan baru ini akhirnya memberikan pandangan yang lebih realistis tentang bagaimana kerak Venus meregang, bergeser, dan mengendur seiring waktu.

Bukti Valid Venus Masih Sangat Aktif

Hasil penelitian menunjukkan bahwa punggung bukit yang tinggi akan terbentuk di sepanjang sisi lembah saat retakan tersebut masih muda.

Fitur menonjol pada daratan ini muncul saat daratan masih bergerak leluasa atau sesaat setelah pergerakan tektonik tersebut berhenti.

Pemodelan ini juga menunjukkan bahwa retakan di planet Venus kemungkinan menyebar jauh lebih cepat dari perkiraan para ilmuwan sebelumnya.

Baca Juga: Penelitian Terbaru Ungkap Bulan Masih Aktif Secara Geologis

Kecepatan laju pergerakan penyebaran retakan tersebut diprediksi dapat mencapai sekitar tiga hingga sepuluh sentimeter pada setiap tahunnya.

Para peneliti menemukan bahwa sisi pinggiran retakan mulai merata dengan cukup cepat segera setelah pergerakan tektonik berakhir.

Hal ini terjadi karena kerak planet perlahan mengendur setelah diregangkan, berbeda jauh dengan proses erosi yang mengikis pegunungan di Bumi.

Prediksi tampilan retakan yang lebar dan tinggi dari simulasi ternyata sangat cocok dengan gambar tangkapan wahana Magellan pada era sembilan puluhan.

Fakta visual ini secara telak memperkuat dugaan bahwa beberapa retakan kosmik ini baru saja terbentuk secara relatif baru.

"Hasil ini membantu kami untuk menilai aktivitas tektonik di Venus dengan lebih baik," kata Gerya dikutip dari ScienceDaily .

Pentingnya Penemuan Bagi Masa Depan Eksplorasi

Model komputasi inovatif ini sangat diandalkan untuk membantu mengidentifikasi berbagai wilayah di mana aktivitas geologis kosmik mungkin masih berlangsung.

Lokasi geologis aktif tersebut akan menjadi target prioritas bagi misi masa depan yang mencari bukti tektonik atau vulkanisme aktif.

Penemuan ini juga dinilai sangat esensial untuk meningkatkan pemahaman fundamental manusia tentang bagaimana sebuah planet berbatu berevolusi.

Wawasan kosmik ini nantinya akan sangat berguna untuk mendeteksi sekaligus mempelajari kondisi berbagai eksoplanet di luar batas tata surya kita.

Badan antariksa antarbangsa seperti NASA dan ESA saat ini tengah mempersiapkan beberapa misi penjelajahan baru menuju Venus.

Institusi ETH juga turut berkontribusi pada misi penjelajahan EnVision milik ESA yang dijadwalkan meluncur menembus atmosfer Venus pada dekade mendatang.

Load More