Tekno / Tekno
Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:42 WIB
Indosat, Adobe, dan Kemenekraf memperkenalkan Create and Earn dalam Night at Museum, di Museum Nasional Jakarta, belum lama ini. [Indosat]
Baca 10 detik
  • Indosat, Adobe, dan Kemenekraf meluncurkan program monetisasi Create and Earn di Museum Nasional pada 18 Agustus 2026.
  • Program pertama di Indonesia ini memberikan imbalan bagi kreator yang membuat karya digital menggunakan Adobe Express.
  • Kolaborasi ini menyediakan akses Adobe Express Premium gratis, materi pembelajaran, serta kesempatan memamerkan karya terpilih.

Di sisi lain, perkembangan creator economy juga semakin besar. Jumlah content creator di Indonesia diperkirakan telah mendekati 12 juta orang.

Indosat, Adobe, dan Kemenekraf memperkenalkan Create and Earn dalam Night at Museum, di Museum Nasional Jakarta, belum lama ini. [Indosat]

Angka tersebut menunjukkan bahwa Indonesia bukan hanya memiliki pasar besar bagi produk dan layanan teknologi kreatif, tetapi juga memiliki basis talenta yang berpotensi menghasilkan karya untuk pasar global.

Persoalannya, tidak semua kreator memiliki akses yang sama terhadap teknologi, jaringan profesional, pembelajaran, maupun peluang untuk mengubah karya menjadi pendapatan yang berkelanjutan. Di sinilah teknologi mulai memainkan peran yang lebih besar.

AI Jadi Alat, Bukan Pengganti Kreator

Pesatnya perkembangan AI ikut mengubah cara karya digital dibuat. Berbagai pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan waktu panjang kini dapat dilakukan lebih cepat dengan bantuan teknologi.

Namun, dalam ekosistem kreator, AI tidak serta-merta menggantikan manusia.

Ide, sudut pandang, pengalaman, dan cerita tetap menjadi bagian penting yang menentukan karakter sebuah karya. AI lebih berperan sebagai alat untuk membantu kreator menerjemahkan ide tersebut menjadi karya secara lebih cepat dan efisien.

Director of Product Marketing Adobe, Kate Aher, mengatakan Indonesia memiliki komunitas kreator yang sangat dinamis.

“Misi Adobe adalah memberdayakan setiap orang untuk berkreasi. Melalui Adobe Express, kami memudahkan para kreator untuk mewujudkan ide, menjangkau audiens baru, dan membuka peluang baru untuk menghasilkan pendapatan dari kreativitas mereka,” ujarnya.

Baca Juga: Pencarian Wastra Nusantara Naik 540 Persen, AI Ubah Cara Gen Z Kenal Tradisi

Dengan pendekatan tersebut, teknologi kreatif tidak hanya berbicara soal kemampuan membuat gambar, video, atau desain. Tantangan berikutnya adalah bagaimana karya tersebut dapat menemukan audiens dan memiliki nilai ekonomi.

Indosat Dorong Kreator Masuk Ekosistem Digital

Indosat ikut mendorong pengembangan ekosistem tersebut melalui dukungan konektivitas dan akses terhadap teknologi kreatif.

Direktur dan Chief Legal & Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Reski Damayanti, mengatakan perusahaan ingin teknologi tidak berhenti pada fungsi menghubungkan masyarakat.

“Teknologi tidak hanya menghubungkan masyarakat, tetapi juga mengubah kreativitas menjadi peluang ekonomi,” kata Reski.

Dalam kolaborasi tersebut, Indosat memberikan akses Adobe Express Premium secara gratis selama enam bulan bagi pengguna.

Selain akses teknologi, program Create and Earn juga dilengkapi materi pembelajaran, mentoring, tantangan kreatif, serta kesempatan membangun koneksi dengan komunitas dan profesional industri.

Artinya, ekosistem yang dibangun tidak hanya berfokus pada bagaimana kreator menghasilkan karya, tetapi juga bagaimana mereka meningkatkan kemampuan dan memperluas jaringan.

Karya Kreator Bisa Dipamerkan di Museum Nasional

Menariknya, proses tersebut tidak berhenti di ruang digital. Karya peserta terpilih akan dipamerkan di area festival dan dapat disaksikan pengunjung, pelaku industri, komunitas kreatif, serta calon mitra.

Dengan demikian, Museum Nasional dalam ajang ini menjadi semacam titik temu antara ruang fisik dan ekonomi kreatif digital.

Tempat yang selama ini dikenal sebagai ruang untuk menyimpan dan memperkenalkan warisan masa lalu justru digunakan sebagai panggung bagi kreator yang sedang membangun masa depan industri kreatif.

Indosat, Adobe, dan Kemenekraf memperkenalkan Create and Earn dalam Night at Museum, di Museum Nasional Jakarta, belum lama ini. [Indosat]

Kontras tersebut menjadi pesan penting: teknologi tidak harus menjauhkan kreativitas dari identitas budaya. Sebaliknya, teknologi dapat menjadi sarana agar karya kreatif Indonesia memiliki jangkauan yang lebih luas.

Tantangan Berikutnya: Mengubah Viral Menjadi Pendapatan

Pertumbuhan jumlah kreator membawa peluang sekaligus tantangan.

Semakin banyak orang masuk ke dunia kreator, semakin ketat pula persaingan mendapatkan perhatian audiens. Memiliki banyak pengikut juga tidak otomatis menjamin pendapatan yang stabil.

Karena itu, model seperti Create and Earn menjadi menarik karena menawarkan jalur lain: kreator tidak hanya bergantung pada popularitas konten, tetapi dapat memperoleh nilai ekonomi dari karya yang mereka hasilkan. Inilah perubahan penting dalam creator economy.

Kreator tidak lagi hanya diposisikan sebagai pembuat konten, tetapi juga sebagai pemilik karya, pelaku ekonomi, dan bagian dari rantai industri kreatif digital.

Pada akhirnya, teknologi seperti AI dan konektivitas 5G hanyalah infrastruktur. Nilai terbesarnya muncul ketika teknologi tersebut membantu manusia menghasilkan sesuatu yang memiliki nilai, baik secara budaya, sosial maupun ekonomi.

Load More