- Indosat, Adobe, dan Kemenekraf meluncurkan program monetisasi Create and Earn di Museum Nasional pada 18 Agustus 2026.
- Program pertama di Indonesia ini memberikan imbalan bagi kreator yang membuat karya digital menggunakan Adobe Express.
- Kolaborasi ini menyediakan akses Adobe Express Premium gratis, materi pembelajaran, serta kesempatan memamerkan karya terpilih.
Di sisi lain, perkembangan creator economy juga semakin besar. Jumlah content creator di Indonesia diperkirakan telah mendekati 12 juta orang.
Angka tersebut menunjukkan bahwa Indonesia bukan hanya memiliki pasar besar bagi produk dan layanan teknologi kreatif, tetapi juga memiliki basis talenta yang berpotensi menghasilkan karya untuk pasar global.
Persoalannya, tidak semua kreator memiliki akses yang sama terhadap teknologi, jaringan profesional, pembelajaran, maupun peluang untuk mengubah karya menjadi pendapatan yang berkelanjutan. Di sinilah teknologi mulai memainkan peran yang lebih besar.
AI Jadi Alat, Bukan Pengganti Kreator
Pesatnya perkembangan AI ikut mengubah cara karya digital dibuat. Berbagai pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan waktu panjang kini dapat dilakukan lebih cepat dengan bantuan teknologi.
Namun, dalam ekosistem kreator, AI tidak serta-merta menggantikan manusia.
Ide, sudut pandang, pengalaman, dan cerita tetap menjadi bagian penting yang menentukan karakter sebuah karya. AI lebih berperan sebagai alat untuk membantu kreator menerjemahkan ide tersebut menjadi karya secara lebih cepat dan efisien.
Director of Product Marketing Adobe, Kate Aher, mengatakan Indonesia memiliki komunitas kreator yang sangat dinamis.
“Misi Adobe adalah memberdayakan setiap orang untuk berkreasi. Melalui Adobe Express, kami memudahkan para kreator untuk mewujudkan ide, menjangkau audiens baru, dan membuka peluang baru untuk menghasilkan pendapatan dari kreativitas mereka,” ujarnya.
Baca Juga: Pencarian Wastra Nusantara Naik 540 Persen, AI Ubah Cara Gen Z Kenal Tradisi
Dengan pendekatan tersebut, teknologi kreatif tidak hanya berbicara soal kemampuan membuat gambar, video, atau desain. Tantangan berikutnya adalah bagaimana karya tersebut dapat menemukan audiens dan memiliki nilai ekonomi.
Indosat Dorong Kreator Masuk Ekosistem Digital
Indosat ikut mendorong pengembangan ekosistem tersebut melalui dukungan konektivitas dan akses terhadap teknologi kreatif.
Direktur dan Chief Legal & Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Reski Damayanti, mengatakan perusahaan ingin teknologi tidak berhenti pada fungsi menghubungkan masyarakat.
“Teknologi tidak hanya menghubungkan masyarakat, tetapi juga mengubah kreativitas menjadi peluang ekonomi,” kata Reski.
Dalam kolaborasi tersebut, Indosat memberikan akses Adobe Express Premium secara gratis selama enam bulan bagi pengguna.
Selain akses teknologi, program Create and Earn juga dilengkapi materi pembelajaran, mentoring, tantangan kreatif, serta kesempatan membangun koneksi dengan komunitas dan profesional industri.
Artinya, ekosistem yang dibangun tidak hanya berfokus pada bagaimana kreator menghasilkan karya, tetapi juga bagaimana mereka meningkatkan kemampuan dan memperluas jaringan.
Karya Kreator Bisa Dipamerkan di Museum Nasional
Menariknya, proses tersebut tidak berhenti di ruang digital. Karya peserta terpilih akan dipamerkan di area festival dan dapat disaksikan pengunjung, pelaku industri, komunitas kreatif, serta calon mitra.
Dengan demikian, Museum Nasional dalam ajang ini menjadi semacam titik temu antara ruang fisik dan ekonomi kreatif digital.
Tempat yang selama ini dikenal sebagai ruang untuk menyimpan dan memperkenalkan warisan masa lalu justru digunakan sebagai panggung bagi kreator yang sedang membangun masa depan industri kreatif.
Kontras tersebut menjadi pesan penting: teknologi tidak harus menjauhkan kreativitas dari identitas budaya. Sebaliknya, teknologi dapat menjadi sarana agar karya kreatif Indonesia memiliki jangkauan yang lebih luas.
Tantangan Berikutnya: Mengubah Viral Menjadi Pendapatan
Pertumbuhan jumlah kreator membawa peluang sekaligus tantangan.
Semakin banyak orang masuk ke dunia kreator, semakin ketat pula persaingan mendapatkan perhatian audiens. Memiliki banyak pengikut juga tidak otomatis menjamin pendapatan yang stabil.
Karena itu, model seperti Create and Earn menjadi menarik karena menawarkan jalur lain: kreator tidak hanya bergantung pada popularitas konten, tetapi dapat memperoleh nilai ekonomi dari karya yang mereka hasilkan. Inilah perubahan penting dalam creator economy.
Kreator tidak lagi hanya diposisikan sebagai pembuat konten, tetapi juga sebagai pemilik karya, pelaku ekonomi, dan bagian dari rantai industri kreatif digital.
Pada akhirnya, teknologi seperti AI dan konektivitas 5G hanyalah infrastruktur. Nilai terbesarnya muncul ketika teknologi tersebut membantu manusia menghasilkan sesuatu yang memiliki nilai, baik secara budaya, sosial maupun ekonomi.
Berita Terkait
-
Ancaman Siber Berbasis AI Makin Canggih, Industri Keuangan Diminta Perkuat Ketahanan Digital
-
LG Siapkan Robot Humanoid Generasi Baru Pakai AI NVIDIA, Bakal Dipamerkan 2027
-
Bukan Lagi Soal Durasi Gadget! Ini Strategi Baru Didik Anak di Era "Ledakan" AI
-
Indonesia Tak Mau Cuma Jadi Pengguna AI, Wamen Nezar Ungkap Strategi Kuasai 5 Lapisan Teknologi AI
-
Galaxy Z Fold8 Series Bukan Lagi Sekadar HP Lipat, Ini Alasan Cocok Jadi Perangkat Kerja di Era AI
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Harga Pupuk Turun 20 Persen, Petani Padi Sumedang Terbantu Tekan Biaya Produksi
-
253 Ton Logistik Telah Dikirim ke NTT, Kapal Rumah Sakit Segera Berlabuh
-
Simpang Siur Isu Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Naik 4 Hari Beruntun
-
Lawan Status Tersangka TPPU, Febrie Adriansyah Uji Keabsahan Penahanan di Sidang Praperadilan
-
Langsung Antre, Harga Emas Antam Lagi Murah Hari Ini Dipatok Rp2.645.000/Gram
-
Gunung Anak Krakatau Menggeliat, Abu Vulkaniknya Mulai Bikin Warga Pulau Sebesi Sesak Napas
-
Gempa Flores Ganggu Layanan Indosat, IM3 dan Tri Masih Dalam Proses Pemulihan
-
Lenovo IdeaPad Slim 3i, Laptop AI Harga Mulai Rp11,7 Juta, Bawa NPU 17 TOPS, dan RAM Upgradable
-
Bikin Matte Seharian! 4 Sunscreen Korea Oil Control untuk Kulit Berminyak
-
IHSG Dibayangi Aksi Jual Saham AI, Perusahaan Outsourcing Justru Bersinar