Mengapa Kapal Selam Bisa Tenggelam, Melayang, dan Mengapung di Laut Menurut Hukum Archimedes?

Rabu, 16 September 2026 | 09:43 WIB
ilustrasi kapal selam (magnific/freestockcenter)
  • Kapal selam memanfaatkan Hukum Archimedes untuk mengatur posisi tenggelam, melayang, dan mengapung di dalam air.
  • Awak kapal mengatur volume air laut pada tangki balas guna mengubah berat total kapal selam.
  • Air laut yang memiliki densitas tinggi memberikan gaya apung besar sehingga memudahkan kapal beroperasi secara stabil.

Cara Kapal Selam Mengapung Kembali ke Permukaan

Untuk muncul ke permukaan, air di dalam tangki balas dikeluarkan dengan bantuan udara bertekanan tinggi. Saat air keluar, massa total kapal berkurang sementara volume tetap relatif sama.

Gaya apung menjadi lebih besar daripada berat kapal, sehingga kapal mengalami gaya resultan ke atas dan naik menuju permukaan.

Proses tersebut dapat dilakukan secara cepat dalam keadaan darurat atau secara bertahap untuk kenyamanan awak.

Peran Densitas Air Laut dan Bentuk Kapal

Air laut memiliki densitas lebih tinggi dibanding air tawar karena kandungan garamnya. Hal ini membuat gaya apung di laut lebih besar, sehingga kapal selam lebih mudah mengapung di laut daripada di danau atau sungai.

Bentuk tubuh kapal selam yang streamlined juga memengaruhi efisiensi pergerakan, tetapi prinsip utama tetap bergantung pada Hukum Archimedes.

Sistem kompensasi trim dan tanki tambahan membantu menjaga keseimbangan saat terjadi perubahan suhu, salinitas, atau tekanan air di kedalaman.

Teknologi Pendukung di Kapal Selam Modern

Kapal selam masa kini dilengkapi sensor kedalaman, sistem komputer yang menghitung secara otomatis jumlah air yang harus dimasukkan atau dikeluarkan, serta tangki balas yang terbagi menjadi beberapa kompartemen.

Semua teknologi ini tetap berpijak pada prinsip sederhana yang ditemukan Archimedes. Tanpa pemahaman mendalam tentang gaya apung, kapal selam modern tidak akan mampu beroperasi dengan aman dan efisien.

Dengan memahami keenam poin di atas, kita dapat melihat bahwa kemampuan kapal selam untuk tenggelam, melayang, dan mengapung bukanlah misteri, melainkan hasil penerapan cerdas Hukum Archimedes. Prinsip fisika kuno ini tetap relevan dan menjadi fondasi teknologi bawah laut hingga saat ini.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com