Tidak Bisa Hapus Obrolan AI di HP Android? Jangan Panik, Ini Solusinya!

Rabu, 28 Oktober 2026 | 13:36 WIB
Ilustrasi curhat dengan Chat GPT. [Ist]
BACA 10 DETIK
  • Peneliti Georgia Tech mengembangkan perangkat forensik ORISA untuk memulihkan percakapan AI terhapus pada Android pada Rabu, 28 Oktober 2026.
  • Alat tersebut berhasil memulihkan 26 dari 100 fakta karena sistem ponsel hanya menandai data sebagai terhapus tanpa menimpanya secara fisik.
  • Pengujian pada 10 aplikasi Android dan tiga model AI membuktikan ORISA mampu mengekstrak data lama dari memori digital ponsel.

Suara.com - Para peneliti menemukan bahwa percakapan AI yang telah dihapus ternyata masih bisa tertinggal di hp Android.

Bahkan, berhasil memulihkan obrolan yang sudah dihapus menggunakan perangkat khusus yang mereka rancang.

Namun tidak perlu panik, karena perangkat yang digunakan untuk ekstraksi data tersebut berstandar forensik.

Dilansir dari laman Phonearena, Rabu (28/10/2026), peneliti di Georgia Tech telah mengembangkan perangkat forensik khusus yang mampu memulihkan obrolan AI yang telah dihapus.

Perangkat bernama ORISA ini bekerja dengan menyusun kembali potongan-potongan informasi yang tertinggal di dalam memori ponsel Android.

Tim peneliti mendemonstrasikan kemampuan ORISA dengan memberikan 100 fakta mengenai suatu proyek kepada asisten AI fiktif yang mereka buat.

Google Gemini. [Unsplash]

Setelah percakapan tersebut dihapus, asisten AI aslinya masih dapat mengakses 14 dari 100 fakta tersebut, sementara sisanya hilang karena keterbatasan memori.

Akan tetapi, ORISA berhasil memulihkan informasi yang cukup untuk menyusun kembali 26 dari 100 fakta tersebut. Bagaimana hal itu bisa terjadi?

Informasi yang Dihapus Tidak Benar-benar Hilang

Pertama, kita perlu memahami bagaimana proses penghapusan bekerja pada ponsel modern (dan perangkat lain yang memiliki memori, seperti tablet, PC, dll.).

Saat informasi disimpan di dalam RAM atau penyimpanan internal ponsel pintar, kondisi sel-sel memori yang menampung informasi tersebut akan berubah secara fisik (secara sederhana, setiap sel diubah menjadi nilai 0 atau 1).

Ketika menghapus sesuatu, tidak ada proses penghapusan fisik yang menimpa informasi tersebut untuk mengubah kembali sel-sel memori tadi.

Sebaliknya, sistem hanya menandai bagian tersebut sebagai "dihapus" dan mengizinkan informasi baru untuk ditulis di atasnya. Hal ini dilakukan demi efisiensi serta penghematan waktu dan energi.

Namun, selama belum ada informasi baru yang ditulis menimpa sektor memori fisik tersebut, data lama akan tetap ada di sana. Data ini pun dapat "diekstraksi" jika seseorang memiliki perangkat yang tepat. Tim tersebut menguji ORISA pada berbagai aplikasi dan model AI.

Para peneliti menguji ORISA pada 10 aplikasi Android, tiga model AI, dan 60 konfigurasi. Dalam setiap pengujian, mereka berhasil mengekstrak percakapan yang telah "dihapus" dari memori ponsel dengan memanfaatkan cara kerja memori digital.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com