- PT ITSEC Asia Tbk mencatat pendapatan Rp92,8 miliar pada kuartal III 2026 atau meningkat 39 persen.
- Perusahaan meluncurkan platform Bronyx AI pada Juli 2026 untuk memperluas solusi keamanan siber berbasis kecerdasan buatan.
- ITSEC Asia membukukan laba bersih Rp22,6 miliar sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2026.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat ketersediaan tenaga profesional dengan keterampilan teknologi yang dibutuhkan di tengah perkembangan ekonomi digital.
ITSEC Asia juga mempertemukan pelaku industri, pembuat kebijakan, dan pemangku kepentingan melalui AICX 2026 yang digelar pada 20 Oktober 2026 di Bali Beach Convention, Sanur, Bali.
Forum tersebut membahas keterkaitan antara AI, keamanan siber, dan ketahanan digital, termasuk tantangan yang dihadapi organisasi ketika mengadopsi teknologi baru.
Pendapatan naik, laba bersih sembilan bulan mencapai Rp22,6 miliar
Dari sisi keuangan, ITSEC Asia membukukan laba bersih Rp22,6 miliar sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Angka tersebut meningkat 96 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Namun, perusahaan menyebut laba bersih kumulatif tersebut turut dipengaruhi manfaat pajak signifikan dari penyesuaian periode sebelumnya. Karena itu, angka tersebut perlu dibedakan dari perkembangan kinerja operasional pada kuartal III.
Per 30 September 2026, total ekuitas konsolidasian ITSEC Asia tercatat Rp304,1 miliar, naik sekitar 18,7 persen dibandingkan akhir 2025. Piutang usaha juga turun 22,3 persen menjadi Rp44,8 miliar.
Memasuki kuartal terakhir 2026, ITSEC Asia berfokus menjaga momentum pertumbuhan, memperluas pasar solusi teknologinya, serta meningkatkan kapabilitas operasional dan pengembangan talenta.
Patrick menilai kebutuhan keamanan siber akan terus berkembang seiring semakin luasnya adopsi AI dan keterhubungan digital dalam aktivitas bisnis.