Suara.com - Cincin kawin. Mahar mahal itu, agaknya, sudah menjadi tradisi masyarakat dunia, tepatnya bagi sepasang sejoli yang hendak melangkah ke pernikahan.
Apapun suku, bangsa, dan agamanya, cincin kawin telah menjadi tradisi yang kerap dipergunakan dalam berbagai jenis adat pernikahan di dunia.
Namun, satu fakta ini, pastinya, bakal mengejutkan Anda semua. Baik yang sudah melangsungkan pernikahan, ataupun sekadar merencanakan hal sakral tersebut.
Ya, ternyata, cincin kawin bukanlah budaya bangsa barat yang telah lahir sejak berabad-abad silam. Berdasarkan data yang diungkap Ruins Pleasures Greatest Life, cincin kawin justru baru dikenal pada 1930-an.
Sebelum kurun tersebut, tidak ada satu orang pun di dunia yang bertukar cincin kawin dalam pernikahan. Karena saat itu cincin bukanlah apa-apa, dan tidak memiliki makna apapun.
Adalah Perusahaan Amerika Serikat (AS) Diamond Corporation, yang memulai isu pertukaran cincin kawin, pada 1938.
Lewat ide briliannya, bos besar Diamond Corporation, De Beers, meluncurkan iklan perkawinan dengan cincin secara besar-besaran. Tagline dalam iklan itu berbunyi "pria sejati akan menunjukkan cintanya dengan cincin".
Tak sampai di situ, guna menyukseskan idenya, De Beers turut pula mengajak seluruh unsur tradisional Amerika untuk 'berkampanye'.
Hasilnya, cincin yang dibuat Diamond Corporation laku keras di pasaran. Dan tanpa perah dibayangkannya, iklan cincin kawin De Beers justru menjadi budaya baru bagi insan dunia.
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Kasus Penyekapan Perempuan di Bandung: Polisi Intensif Buru Taufik Hidayat
-
Libur Sekolah 2026 Makin Hemat: Tarif Kereta, Kapal, dan Pesawat Didiskon
-
Cak Imin Ingatkan Marwah NU: Tetap Jadi Pemersatu, Bukan Medan Pertarungan Politik!
-
Ulang Tahun, Pramono Klaim Perekonomian Jakarta Tumbuh Hampir 6 Persen
-
Tak Hadiri KTT ASEAN-Rusia di Kazan, Ini Pertimbangan Prabowo
-
NGORBIT: Dari Skripsi ke Dunia Gaib, Perjalanan Raka di Film 'Dukun Magang'
-
Podcast Tiga Dara: Jakarta untuk Perempuan, Sudah Jadi Ruang Aman atau Belum?
-
Pramono Anung: Jakarta Dirancang Jadi Kota Global yang Ramah Warga
-
Naik Motor Listrik, Gibran Blusukan ke Agats Asmat Pantau Program Prioritas
-
Anggaran 7 Kemenko Disahkan Banggar DPR, Nilainya Tembus Rp3,1 Triliun