Suara.com - Kekhawatiran terhadap penyalahgunaan zat berbahaya di kalangan remaja kembali menguat. Whip Pink yang kian marak kini menjadi sorotan, DPR menilai, tanpa langkah tegas aparat, zat berbahaya ini dapat mengancam generasi muda.
Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS, Habib Aboebakar Alhabsyi, meminta Badan Narkotika Nasional atau BNN untuk lebih tegas menyikapi tren penggunaan zat berbahaya Whip Pink.
Dalam rapat kerja bersama Kepala BNN, Habib Aboe menyoroti besarnya alokasi anggaran laboratorium BNN, khususnya untuk pengadaan sarana drug signature analysis senilai Rp55,74 miliar, yang hampir menyerap 93 persen dari total anggaran bidang laboratorium. Selain soal anggaran, ia juga mempertanyakan kemampuan laboratorium BNN dalam mendeteksi bahaya Whip Pink yang disebut semakin marak.
Menanggapi hal tersebut, Habib Aboe menyampaikan keprihatinannya terhadap tren penggunaan Whip Pink N2O yang memberi efek euforia dan kian populer di kalangan remaja. Ia bahkan menyebut, peredaran zat tersebut telah merambah hingga ke lembaga pemasyarakatan.
“Dan apakah laboratorium ini bisa mendeteksi bahaya Whip Pink N2O untuk efek euforia? Nah tabung ini kayaknya lebih ngetren, Pak, di kalangan remaja. Jadi yang begini-begini nih remaja juga masyaallah, Whip Pink ya, bermain dan semakin di daerah semakin gila, Pak, ya, apalagi di penjara,” ujar Habib Aboe.
Ia pun menegaskan perlunya langkah penindakan yang lebih tegas dari BNN, dengan tetap berpedoman pada aturan dan undang-undang yang berlaku, demi melindungi generasi muda dari ancaman zat berbahaya.
Creative/Video Editor: Anura/Vanya
Tag
Berita Terkait
-
Pramono Dukung Penuh BNN Sikat Bandar Narkoba di Kampung Bahari: Kami Support Sepenuhnya
-
Sari Yuliati: Motor Listrik Nasional Jadi Langkah Strategis Menuju Kemandirian Industri Indonesia
-
Komisi III DPR Restui 14 Calon Hakim Agung dan Ad Hoc MA, Ini Daftar Lengkapnya
-
Catut Nama Pimpinan Komisi III DPR, Ada Oknum Kirim WA Minta Uang ke Calon Hakim
-
Kebut RUU Ketenagakerjaan Berkeadilan, DPR Undang Pemimpin Serikat-serikat Buruh
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali