Video / News
Jum'at, 06 Februari 2026 | 09:00 WIB

Suara.com - Kekhawatiran terhadap penyalahgunaan zat berbahaya di kalangan remaja kembali menguat. Whip Pink yang kian marak kini menjadi sorotan, DPR menilai, tanpa langkah tegas aparat, zat berbahaya ini dapat mengancam generasi muda.

Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS, Habib Aboebakar Alhabsyi, meminta Badan Narkotika Nasional atau BNN untuk lebih tegas menyikapi tren penggunaan zat berbahaya Whip Pink.

Dalam rapat kerja bersama Kepala BNN, Habib Aboe menyoroti besarnya alokasi anggaran laboratorium BNN, khususnya untuk pengadaan sarana drug signature analysis senilai Rp55,74 miliar, yang hampir menyerap 93 persen dari total anggaran bidang laboratorium. Selain soal anggaran, ia juga mempertanyakan kemampuan laboratorium BNN dalam mendeteksi bahaya Whip Pink yang disebut semakin marak.

Menanggapi hal tersebut, Habib Aboe menyampaikan keprihatinannya terhadap tren penggunaan Whip Pink N2O yang memberi efek euforia dan kian populer di kalangan remaja. Ia bahkan menyebut, peredaran zat tersebut telah merambah hingga ke lembaga pemasyarakatan.

“Dan apakah laboratorium ini bisa mendeteksi bahaya Whip Pink N2O untuk efek euforia? Nah tabung ini kayaknya lebih ngetren, Pak, di kalangan remaja. Jadi yang begini-begini nih remaja juga masyaallah, Whip Pink ya, bermain dan semakin di daerah semakin gila, Pak, ya, apalagi di penjara,” ujar Habib Aboe.

Ia pun menegaskan perlunya langkah penindakan yang lebih tegas dari BNN, dengan tetap berpedoman pada aturan dan undang-undang yang berlaku, demi melindungi generasi muda dari ancaman zat berbahaya.

Creative/Video Editor: Anura/Vanya

Load More