Suara.com - Yongjugol di Kota Paju, Korea Selatan, telah dikenal sebagai kawasan wisata malam sejak 1950an. Di masa itu, kawasan tersebut kerap dikunjungi tentara Amerika Serikat yang ditugaskan di wilayah itu saat Perang Korea.
Namun, sejak 2004, pemerintah Korea Selatan melarang praktik prostitusi dan Yongjugol menjadi kawasan wisata malam ilegal. Pemerintah Kota Paju berencana menutup Yongjugol terkait dugaan perdagangan manusia di wilayah itu.
Pemerintah bahkan memasang CCTV untuk mengawasi kegiatan warga. Tidak hanya itu, lembaga nirlaba lokal baru-baru ini juga menggelar tur mingguan untuk memperingatkan adanya bahaya perdagangan orang di Yongjugol.
Hal tersebut semakin membuat warga dan pekerja seks di Yongjugol terintimidasi dan memicu mereka berunjuk rasa. "Kami merasa sangat dipermalukan," ujar seorang pekerja seks. "Kami bukan hewan di kebun binatang."
Berita Terkait
-
Iran Siapkan Rudal Generasi Baru Lawan Amerika Serikat, Hulu Ledak Canggih dan Presisi
-
Iran Sindir Utang AS Bengkak saat Donald Trump Ancam Sanksi Ekonomi ke Teheran: Pengalihan Isu!
-
Donald Trump: Negosiasi AS dan Iran Makin Rumit, Banyak Pemimpin Teheran Tewas
-
Indonesia Bantah Kongkalikong dengan China untuk Perdagangan ke AS
-
Pangeran Harry Boyong Keluarga Kembali Tinggal Permanen di Inggris
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR
-
Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar
-
Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang
-
Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
-
Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu
-
Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat
-
Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini
-
Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding
-
Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah
-
PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana