News / Internasional
Jum'at, 22 Mei 2026 | 14:09 WIB
Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung. [Bakom RI]
Baca 10 detik
  • Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung mengkritik Israel dalam rapat kabinet pada 20 Mei 2026 terkait penahanan warga negaranya.
  • Lee mengecam tindakan ilegal Israel karena mencegat kapal bantuan kemanusiaan serta mempertimbangkan langkah hukum internasional terhadap Perdana Menteri Netanyahu.
  • Dua warga Korea Selatan yang sempat ditahan dalam misi kemanusiaan di Gaza akhirnya dibebaskan sehari setelah kritik resmi tersebut.

Suara.com - Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung melontarkan kritik tajam terhadap Israel setelah dua warga Korea Selatan ditahan saat mengikuti misi kemanusiaan menuju Jalur Gaza.

Dalam rapat kabinet yang disiarkan secara langsung, Lee menyebut tindakan Israel sebagai langkah yang melanggar hukum, berlebihan, dan tidak manusiawi.

Pernyataan itu disampaikan Lee dalam rapat kabinet pada Rabu (20/5/2026). Ia mempertanyakan dasar hukum Israel mencegat kapal bantuan kemanusiaan yang membawa relawan asing, termasuk warga Korea Selatan.

“Apakah adil bagi Israel bertindak seperti ini?” tanya Lee kepada Penasihat Keamanan Nasional Wi Sung-lac, seperti dikutip Yonhap News Agency.

Lee juga menyoroti legalitas tindakan Israel terhadap kapal bantuan yang berlayar menuju Gaza.

“Apa dasar hukum Israel menyita atau menenggelamkan kapal, termasuk yang membawa warga negara kita, yang menjadi sukarelawan untuk Gaza? Bukankah invasi dan pendudukan Israel atas Gaza ilegal menurut hukum internasional?” katanya.

Presiden Korsel itu turut mempertanyakan kewenangan Israel melakukan blokade laut di wilayah internasional.

potret PM Israel Benjamin Netanyahu [ANTARA]

“Apakah Jalur Gaza itu wilayah mereka?” ujarnya lagi.

Menurut laporan Anadolu Agency, Lee juga menyinggung kemungkinan dukungan terhadap langkah hukum internasional terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Baca Juga: Presiden Korea Selatan Mau Tangkap Benjamin Netanyahu: Dia Penjahat Perang!

Ia mengatakan terdapat sejumlah negara Eropa yang siap menangkap Netanyahu setelah International Criminal Court mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap pemimpin Israel tersebut.

“Mari kita pertimbangkan untuk melakukan hal yang sama,” kata Presiden Korsel ini.

Dalam kesempatan yang sama, Lee kembali mengecam tindakan Israel terhadap armada bantuan kemanusiaan menuju Gaza.

“Ada norma internasional minimum, dan Israel melanggar semuanya. Mereka harus mematuhi prinsip-prinsip itu; kita sudah terlalu lama mentoleransi ini,” ujarnya lagi.

Lee menilai pemerintah Korea Selatan seharusnya mengambil sikap resmi atas penahanan warga negaranya.

“Bukankah kita seharusnya memprotes? Bahkan saat perang, apakah kapal dari negara ketiga bisa disita? Ini masalah akal sehat dasar, bukan hanya hukum, bukan?” katanya.

Sehari setelah kritik keras tersebut disampaikan, dua warga Korea Selatan yang sebelumnya ditahan akhirnya dibebaskan.

Kantor kepresidenan Korea Selatan menyambut pembebasan itu, namun tetap menyampaikan penyesalan atas penahanan warga negaranya dalam misi kemanusiaan menuju Gaza.

Load More