- Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung mengkritik Israel dalam rapat kabinet pada 20 Mei 2026 terkait penahanan warga negaranya.
- Lee mengecam tindakan ilegal Israel karena mencegat kapal bantuan kemanusiaan serta mempertimbangkan langkah hukum internasional terhadap Perdana Menteri Netanyahu.
- Dua warga Korea Selatan yang sempat ditahan dalam misi kemanusiaan di Gaza akhirnya dibebaskan sehari setelah kritik resmi tersebut.
Suara.com - Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung melontarkan kritik tajam terhadap Israel setelah dua warga Korea Selatan ditahan saat mengikuti misi kemanusiaan menuju Jalur Gaza.
Dalam rapat kabinet yang disiarkan secara langsung, Lee menyebut tindakan Israel sebagai langkah yang melanggar hukum, berlebihan, dan tidak manusiawi.
Pernyataan itu disampaikan Lee dalam rapat kabinet pada Rabu (20/5/2026). Ia mempertanyakan dasar hukum Israel mencegat kapal bantuan kemanusiaan yang membawa relawan asing, termasuk warga Korea Selatan.
“Apakah adil bagi Israel bertindak seperti ini?” tanya Lee kepada Penasihat Keamanan Nasional Wi Sung-lac, seperti dikutip Yonhap News Agency.
Lee juga menyoroti legalitas tindakan Israel terhadap kapal bantuan yang berlayar menuju Gaza.
“Apa dasar hukum Israel menyita atau menenggelamkan kapal, termasuk yang membawa warga negara kita, yang menjadi sukarelawan untuk Gaza? Bukankah invasi dan pendudukan Israel atas Gaza ilegal menurut hukum internasional?” katanya.
Presiden Korsel itu turut mempertanyakan kewenangan Israel melakukan blokade laut di wilayah internasional.
“Apakah Jalur Gaza itu wilayah mereka?” ujarnya lagi.
Menurut laporan Anadolu Agency, Lee juga menyinggung kemungkinan dukungan terhadap langkah hukum internasional terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Baca Juga: Presiden Korea Selatan Mau Tangkap Benjamin Netanyahu: Dia Penjahat Perang!
Ia mengatakan terdapat sejumlah negara Eropa yang siap menangkap Netanyahu setelah International Criminal Court mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap pemimpin Israel tersebut.
“Mari kita pertimbangkan untuk melakukan hal yang sama,” kata Presiden Korsel ini.
Dalam kesempatan yang sama, Lee kembali mengecam tindakan Israel terhadap armada bantuan kemanusiaan menuju Gaza.
“Ada norma internasional minimum, dan Israel melanggar semuanya. Mereka harus mematuhi prinsip-prinsip itu; kita sudah terlalu lama mentoleransi ini,” ujarnya lagi.
Lee menilai pemerintah Korea Selatan seharusnya mengambil sikap resmi atas penahanan warga negaranya.
“Bukankah kita seharusnya memprotes? Bahkan saat perang, apakah kapal dari negara ketiga bisa disita? Ini masalah akal sehat dasar, bukan hanya hukum, bukan?” katanya.
Sehari setelah kritik keras tersebut disampaikan, dua warga Korea Selatan yang sebelumnya ditahan akhirnya dibebaskan.
Kantor kepresidenan Korea Selatan menyambut pembebasan itu, namun tetap menyampaikan penyesalan atas penahanan warga negaranya dalam misi kemanusiaan menuju Gaza.
Berita Terkait
-
Kemlu RI Perlu Belajar dari Penculikan Relawan WNI oleh Israel
-
Bukan Karena BOP! MUI Ungkap Rahasia di Balik Bebasnya 9 WNI dari Penjara Israel
-
Kawal Hingga Tiba di Rumah! Pesan Tegas DPR Usai 9 WNI Dibebaskan dari Penjara Israel
-
Ditendang Hingga Disetrum, Pengakuan Jurnalis iNews Heru Rahendro Pasca Bebas dari Penjara Israel
-
Dafta Negara Protes Kekejaman Israel Siksa Aktivis Global Sumud Flotilla, Termasuk 9 WNI
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Tak Kapok! Dosen UPN Yogyakarta Kembali Diproses Kasus Kekerasan Seksual Meski Pernah Disanksi
-
Ketersediaan Hewan Kurban Iduladha 2026 di Jabar Diperkirakan Mencukupi
-
DJKI Selesaikan 119 Pengaduan Perkara Tindak Pidana KI
-
'Pengadilan Jadi Dagelan', Kritik Keras Mahfud MD di 28 Tahun Reformasi
-
Geger! Artis Twisha Sharma Tewas Misterius di Rumah, Diduga Disiksa Suami yang Seorang Pengacara
-
Makin Panas, Makin Banyak AC: Mengapa Kota Tetap Perlu Solusi Iklim Kolektif?
-
Usai Bertemu Xi Jinping, AS akan Berunding Damai dengan Iran usai Idul Adha
-
Diduga Diancam Pakai Pistol dan Disandera, Ilma Sani Polisikan Oknum GRIB Jaya
-
Rumah Sakit Ebola di Kongo Dibakar Keluarga Pasien Terjangkit, Dilarang Bawa Jenazah Keluar RS
-
Tak Cukup Gaji Puluhan Juta? Dirjen Bea Cukai Diduga Terima Suap Rp2,9 Miliar, Terancam Dicopot