Suara.com - Ibadah malam tahun baru bagi sejumlah umat Katolik di Kecamatan Bungus Teluk Kabung terlihat berbeda dengan pelaksanaan di beberapa daerah lainnya.
Jemaat Katolik di sana harus menempuh jalan memasuki hutan untuk bisa melaksanakan ibadah malam pergantian tahun di Rumah doa Stasi Santo Stefanus Sungai Pisang.
Jemaat mendirikan rumah doa ini, sembilan tahun lalu, karena jauhnya akses ke gereja di Kota Padang. Sebelumnya, mereka beribadah di Gereja Paroki Santa Maria Bunda Yesus, Tirtonadi, Kecamatan Padang Selatan, dengan jarak sekitar 30 kilometer atau 1-1,5 jam perjalanan darat.
”Kalau kami beribadah ke Padang, yang tua-tua juga tidak sanggup ikut perjalanan jauh dengan kendaraan,” kata Novezaro Zalukhu (44), salah satu jemaat Stasi Santo Stefanus.
Selain memakan waktu dan tenaga, perjalanan jauh dari Sungai Pisang ke pusat kota juga memakan biaya besar. Satu orang setidaknya menghabiskan biaya Rp 50.000-Rp 60.000 untuk ongkos naik ojek ke Jalan Padang-Painan dan naik opelet ke pusat kota. Banyak jemaat yang mengaku tidak mampu membayar ongkos tersebut.
Meski lebih dekat, perjalanan menuju Stasi Santo Stefanus tidaklah mudah. Selain harus naik-turun bukit, tidak ada penerangan di perjalanan, kecuali senter yang dibawa jemaat. Begitu pula saat hujan deras, jemaat tetap menempuhnya dengan kaki berlumpur.
Berita Terkait
-
Novel Padang Bulan: Antara Cinta dan Mimpi yang Sama-sama Harus Dikejar
-
Jadi Pahlawan Persib Lawan Semen Padang, Ramon Tanque Ungkap Makna Selebrasi Uniknya
-
Teja Paku Alam Merendah usai Berhasil Ukir 16 Clean Sheet
-
Bojan Hodak Puji Performa Teja Paku Alam, Lampaui Rekor Clean Sheet Andritany!
-
Persib Kokoh di Puncak, Umuh Muchtar Bongkar Rahasia Kemenangan atas Semen Padang
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Donald Trump Peringatkan China soal Pasokan Senjata ke Iran
-
Viral! Bayi Nyaris Tertukar di RS Hasan Sadikin Bandung, Sempat Dibawa Orang Lain
-
Perundingan AS - Iran di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan
-
Praktik "Palak" Bupati Tulungagung Terkuak, Ajudan Bertindak Jadi Penagih
-
Aldi Taher Akhirnya Klarifikasi! Jargon "Semua Milik Allah" Disentil Ustaz, Ini Penjelasannya
-
Jakarta Tempati Peringkat 17 Dunia dalam Transportasi Umum Terbaik
-
Disiram Air saat Antre Burger Viral, Reaksi Aldi Taher di Luar Dugaan!
-
KPK Amankan Uang Rp 335,4 Juta dan Sepatu LV dari OTT Tulungagung
-
SUARA PUBLIK: Daftar SIM Card Pakai Wajah, Solusi Keamanan atau Beban Baru?
-
Sehari Menikah, Wanita di Malang Syok Suaminya Ternyata Perempuan