Suara.com - Terjangan banjir bandang pada akhir November 2025 melumpuhkan jalur utama Lintas Timur Banda Aceh-Medan. Bencana ini menyebabkan Jembatan Nasional di Meureudu, Pidie Jaya, putus oprit sisi Aceh Barat dan menghentikan arus lalu lintas pada 26 November 2025 malam.
Merespons kondisi darurat tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Bina Marga segera turun tangan. Langkah penanganan cepat dilakukan guna memulihkan prasarana vital yang terputus. Pada 12 Desember 2025, Jembatan Meureudu telah kembali difungsionalkan untuk berbagai jenis kendaraan Pembukaan kembali jalur ini menjadi titik balik pulihnya akses transportasi darat di wilayah tersebut dan juga merupakan jalur penting penghubung menuju Kabupaten Bireuen.
Jembatan Krueng Meureudeu adalah Keberhasilan percepatan pembangunan. infrastruktur ini merupakan buah dari sinergi lintas sektor. Kerja sama yang solid menjadi kunci utama dalam menangani dampak kerusakan akibat bencana alam. Kehadiran berbagai pihak memastikan proses pengerjaan berjalan efektif dan tepat waktu.
Beroperasinya kembali jembatan ini secara otomatis menghidupkan kembali denyut nadi logistik. Distribusi barang menuju wilayah terdampak kini kembali lancar, mendukung pemulihan ekonomi masyarakat setempat.
Selengkapnya dalam video ini.
Berita Terkait
-
Cahaya Malam dan Romantisme Muara: Menikmati Denyut Kehidupan di Jembatan Siti Nurbaya
-
Gentala Arasy, Simbol Kejayaan Islam Kebanggaan Negeri Sepucuk Jambi
-
Enam Bulan Pascabencana, Warga Padang Pariaman Masih Sebrangi Sungai dengan Rakit
-
Wamensos: Sekolah Rakyat Jembatan Emas Keluar dari Kemiskinan
-
Wamensos Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Jalan Emas Putus Rantai Kemiskinan
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
Terkini
-
Belum Kapok, Shin Tae-yong Siap Lanjutkan Karier Kepelatihan di Indonesia
-
NGORBIT "Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan": Antara Merawat Ibu dan Mengejar Impian
-
Lolos dari Blokir Pemerintah, Pakar Ungkap Trik Licik Judol Hayam Wuruk
-
Mensos Saifullah Yusuf Coret 11 Ribu Penerima Bansos Terkait Judi Online
-
WNI Termasuk di Antara 28 Kru Kapal Pesiar yang Ditangkap di AS Terkait Kasus Konten Pelecehan Anak
-
Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Chromebook
-
Penjelasan Resmi Dukcapil Soal Larangan Serahkan KTP Saat Check-in Hotel
-
AHY Marah Sampai Tunjuk Anak Buah: Kepala Balai Sini, Anda Dengarkan Saya
-
Siapa Roby Kurniawan? Bupati Bintan yang Namanya Terseret Isu Kehamilan Ayu Aulia
-
Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook