- Perum Perhutani mendistribusikan madu dan minyak kayu putih sebagai produk andalan untuk pemulihan pascabencana di Sibolga dan Tapanuli Tengah.
- Bantuan spesifik di Sibolga mencakup 5.000 botol minyak kayu putih dan 480 botol madu disalurkan melalui Pemkot setempat.
- Penyaluran ini merupakan kolaborasi BUMN dan Pemda.
Suara.com - Perum Perhutani mengerahkan produk andalannya untuk pemulihan pascabencana di wilayah Sumatra. Salah satunya, mendistribusikan madu dan minyak kayu putih kepada masyarakat terdampak bencana di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara.
Produk Madu dan Minyak Kayu Putih dipilih karena merupakan produk unggulan Perhutani yang memiliki manfaat kesehatan, terutama untuk membantu menjaga daya tahan tubuh masyarakat dalam masa pemulihan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama Perum Perhutani, Natalas Anis Harjanto, penyaluran produk unggulan ini sebagai wujud nyata kolaborasi antara BUMN dan pemerintah daerah dalam penanganan pascabencana.
"Bantuan ini merupakan wujud kepedulian kami untuk ikut meringankan beban masyarakat terdampak, melalui pemanfaatan produk andalan Perhutani yang diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi kebutuhan sehari-hari," ujarnya seperti dikutip, Senin (9/2/2026).
Untuk masyarakat terdampak di Kota Sibolga, Perum Perhutani menyalurkan Minyak Kayu Putih sebanyak 50 dus atau setara 5.000 botol, serta Madu Klengkeng, Madu Bunga Liar, dan Madu Randu sebanyak 40 dus dengan total 480 botol. Seluruh bantuan tersebut disalurkan melalui Pemerintah Kota Sibolga.
Sementara itu, Kabupaten Tapanuli Tengah menerima bantuan dalam jumlah lebih besar, yakni Minyak Kayu Putih sebanyak 200 dus atau 20.000 botol, serta Madu Klengkeng, Madu Bunga Liar, dan Madu Randu sebanyak 156 dus dengan total 1.872 botol.
Bantuan tersebut disalurkan melalui Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana.
Melalui kolaborasi ini, Perum Perhutani menegaskan perannya tidak hanya sebagai pengelola sumber daya hutan negara, tetapi juga sebagai BUMN yang memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir bersama pemerintah daerah dalam mendukung pemulihan dan kesejahteraan masyarakat.
Hal ini sejalan dengan arahan Badan Pengelola BUMN dalam percepatan penanganan pascabencana di berbagai wilayah Indonesia.
Baca Juga: Naik Kelas Jadi BUMN dengan Kinerja Solid, BSI Ubah Peta Perbankan Indonesia
Berita Terkait
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Perang Timur Tengah Guncang Ekonomi Global, Maskapai hingga Pertanian Alami Kerugian
-
BRI Perkuat UMKM: Dari Modal Rp250 Ribu, Usaha Kuliner Ayam Panggang Bu Setu Sudah Bergulir 35 Tahun
-
Subsidi Energi Bengkak, Program Kompor Listrik Didorong Diperkuat
-
Harga Pangan Nasional Pasca-Lebaran: Cabai Turun Tajam, Daging Sapi Naik
-
Emas Antam Terus Diobral, Hari Ini Harganya Rp 2.810.000/Gram
-
Rupiah Berbalik Melemah, Dolar AS Naik ke Level Rp16.935
-
Laba Bersih DEWA Tembus Rp4,3 Triliun, Naik 1.324 Persen dari Estimasi Awal
-
Pasar EPC Energi Surya Diprediksi Tembus Rp133 Triliun, Peluang Ekonomi Hijau Makin Besar
-
IHSG Masih Jeblok di Jumat Pagi, Diproyeksikan Terus Melemah
-
Malaysia Pangkas Kuota BBM Subsidi RON 95 Mulai April 2026, Ini Dampaknya bagi Konsumen dan Ekonomi