Bisnis / Properti
Kamis, 29 Januari 2026 | 20:02 WIB
Pembangunan Jembatan darurat di Kabupaten Bireun, Aceh. [Dok ADHI]
Baca 10 detik
  • Pemerintah melalui Satgas telah memasang 196 unit Jembatan Bailey non-nasional di Aceh, Sumut, dan Sumbar untuk pemulihan konektivitas.
  • Pemasangan jembatan rangka baja ini bertujuan memulihkan akses jalan daerah yang terganggu akibat dampak bencana alam.
  • Direktur Jenderal Kawasan Kemendagri menargetkan seluruh proses pemasangan 196 unit Jembatan Bailey akan selesai bulan depan.

Suara.com - Pemerintah terus mempercepat pemulihan konektivitas wilayah pascabencana melalui pemasangan jembatan darurat rangka baja atau Bailey.

Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi mencatat sebanyak 196 unit Jembatan Bailey non-nasional telah dipasang di tiga provinsi terdampak.

Direktur Jenderal Kawasan, Perkotaan dan Batas Negara Kemendagri sekaligus Juru Bicaea Satgas, Amran, menyampaikan pemasangan Jembatan Bailey dilakukan untuk memulihkan akses jalan daerah yang terdampak bencana.

"Selanjutnya untuk Jembatan Bailey non-nasional, yang berarti sudah masuk kategori jalan daerah, yaitu di Aceh 127 unit, Sumut 25 unit, dan Sumbar 44 unit," kata Amran di Kemendagri, Kamis (29/1/2026).

Pembangunan Jembatan darurat di Kabupaten Bireun, Aceh. [Dok ADHI]

Ia menjelaskan, dari total 196 unit tersebut, sebagian besar telah selesai dipasang dan dapat difungsikan. Sementara sisanya masih dalam proses pemasangan di lapangan.

"Ini 196 unit total dan sebagian besar sudah selesai, sisanya masih proses pemasangan,: ujarnya.

Amran menambahkan, proses pemasangan jembatan darurat tersebut ditargetkan rampung dalam waktu dekat. Pemerintah berharap seluruh Jembatan Bailey dapat selesai terpasang pada bulan depan.

"Target untuk bulan depan mudah-mudahan semuanya bisa selesai," ucap Amran.

Pemasangan Jembatan Bailey menjadi bagian dari upaya Satgas dalam mempercepat pemulihan akses transportasi dan distribusi logistik di wilayah terdampak bencana.

Baca Juga: Pemerintah Ungkap Aceh Telah Pulih dari Bencana Banjir Sumatera

Load More