- Pemerintah melalui Satgas telah memasang 196 unit Jembatan Bailey non-nasional di Aceh, Sumut, dan Sumbar untuk pemulihan konektivitas.
- Pemasangan jembatan rangka baja ini bertujuan memulihkan akses jalan daerah yang terganggu akibat dampak bencana alam.
- Direktur Jenderal Kawasan Kemendagri menargetkan seluruh proses pemasangan 196 unit Jembatan Bailey akan selesai bulan depan.
Suara.com - Pemerintah terus mempercepat pemulihan konektivitas wilayah pascabencana melalui pemasangan jembatan darurat rangka baja atau Bailey.
Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi mencatat sebanyak 196 unit Jembatan Bailey non-nasional telah dipasang di tiga provinsi terdampak.
Direktur Jenderal Kawasan, Perkotaan dan Batas Negara Kemendagri sekaligus Juru Bicaea Satgas, Amran, menyampaikan pemasangan Jembatan Bailey dilakukan untuk memulihkan akses jalan daerah yang terdampak bencana.
"Selanjutnya untuk Jembatan Bailey non-nasional, yang berarti sudah masuk kategori jalan daerah, yaitu di Aceh 127 unit, Sumut 25 unit, dan Sumbar 44 unit," kata Amran di Kemendagri, Kamis (29/1/2026).
Ia menjelaskan, dari total 196 unit tersebut, sebagian besar telah selesai dipasang dan dapat difungsikan. Sementara sisanya masih dalam proses pemasangan di lapangan.
"Ini 196 unit total dan sebagian besar sudah selesai, sisanya masih proses pemasangan,: ujarnya.
Amran menambahkan, proses pemasangan jembatan darurat tersebut ditargetkan rampung dalam waktu dekat. Pemerintah berharap seluruh Jembatan Bailey dapat selesai terpasang pada bulan depan.
"Target untuk bulan depan mudah-mudahan semuanya bisa selesai," ucap Amran.
Pemasangan Jembatan Bailey menjadi bagian dari upaya Satgas dalam mempercepat pemulihan akses transportasi dan distribusi logistik di wilayah terdampak bencana.
Baca Juga: Pemerintah Ungkap Aceh Telah Pulih dari Bencana Banjir Sumatera
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Bedak Wardah High Coverage untuk Flek Hitam Membandel Usia 55 Tahun
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- 10 Lipstik Paling Laris di Shopee Indonesia, Brand Lokal Mendominasi
- 3 Pilihan HP Infinix 5G dengan Performa Tinggi dan Layar AMOLED
Pilihan
-
Siapkan Uang Rp100 Miliar! Orang Terkaya RI Ini Serok 84 Juta Lembar Saham saat IHSG Anjlok
-
5 HP Memori 512 GB Paling Murah, Terbaik untuk Gamer dan Kreator Konten Budget Terbatas
-
7 HP RAM 8 GB Rp2 Jutaan Terbaik dengan Baterai Jumbo, Cocok buat Multitasking dan Gaming Harian
-
IHSG Anjlok, Purbaya: Jangan Takut, Saya Menteri Keuangan
-
10 Sneakers Putih Ikonik untuk Gaya Kasual yang Tak Pernah Ketinggalan Zaman, Wajib Punya
Terkini
-
Tambang Martabe Mau Diambil Alih, Agincourt Resources Bicara Hak dan Kewajiban
-
Danantara Tugaskan PGN ke Bisnis Midstream dan Hilir Migas
-
Pemerintah Ungkap Aceh Telah Pulih dari Bencana Banjir Sumatera
-
Izin Tambang untuk Ormas Picu Polarisasi, Tapi Tak Sampai Pecah Organisasi
-
Danantara Respon Anjloknya Pasar Saham RI, Mau Guyur?
-
Istana: PT Perminas Akan Kelola Banyak Tambang, Bukan Cuma Martabe
-
Daftar Jajaran Direksi Perminas, Ada Petinggi Emiten Bakrie
-
Pindah Kantor di BEI, OJK Akan Tendang Keluar Bursa Emiten yang Langgar Aturan Free Float
-
Wacana Tambang Martabe Dikelola Perminas akan Diputuskan Lewat Rapat Antar-Kementerian
-
Kenapa Harga Emas Naik Terus? Ini 7 Penyebabnya