Suara.com - Menteri Luar Negeri, Arrmanatha Nasir memicu pertanyaan baru mengenai arah diplomasi Indonesia. Salah satunya berkaitan dengan intensitas Presiden Prabowo Subianto berkunjung ke luar negeri.
Ketua Program Studi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Ade Marup menilai perubahan di kursi Menlu belum tentu langsung mengubah pola kunjungan Prabowo ke luar negeri.
Hal ini dikarenakan sistem pemerintahan Indonesia yang bersifat presidensial membuat keputusan akan agenda perjalanan tetap di tangan Prabowo. Namun, Arrmantha dinilai berpotensi memberikan perspektif baru untuk presiden dalam menentukan agenda diplomasi. Selengkapnya dalam video di atas1
Creative/Editor: Jasmine/Aba