SuaraBandung.id - Kejadian yang sangat mengejutkan publik di bulan kemerdekaan ini sangat bertolak belakang dengan prinsip merdeka yang terus didengungkan di republik ini.
Euporia pesta kemerdekaan dari mulai istana negara hingga sudut desa, seolah menutup rasa kesedihan atas matinya jiwa dan raga seorang Brigadir J di tangan sang jenderal berpangkat tinggi.
Kasus kematian Brigadir J ini terus diberitakan bahkan disorot publik demi tegaknya tiang keadilan bendera Merah Putih yang berkibar.
Dalam mengungkap kasus pembunuhan berencana secara sadir Brigadir J, Mabes Polri bekerja keras membongkar kejahatan yang diduga dilakukan petinggi Polri, yakni mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo.
Jenderal bintang dua yang hidupnya dibayar dari keringat rakyat Indonesia ini diduga telah "membunuh" banyak orang demi memuluskan skenario pembunuhan anak buahnya agar dipercaya rakyat NKRI.
Mabes Polri membentuk tim khusus alias timsus yang terus bekerja keras demi menyelamatkan nilai keadilan dan institusi Polri dari dampak besar kejahatan Ferdy Sambo.
Jalan untuk mengungkap kasus kematian Brigadir J ini seakan lancar tanpa hambatan, setelah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menetapkan Ferdy Sambo sebagai tersangka.
Skenario soal baku tembak, hingga kasus pelecehan seksual yang didalilkan Ferdy Sambo ternyata adalah sebuah rekayasa, dan kini terbongkar semua.
Atas kejadian yang sangat memilukan tersebut, nama Ferdy Sambo menjadi trending di dunia maya maupun di dunia nyata.
Baca Juga: Dengan Gagahnya Ferdy Sambo Bicara Harga Diri, Harkat dan Martabat, Saor Siagian: Menjijikan
Selain pembunuham, dugaan adanya berbagai kejahatan Ferdy Sambo lainnya ikut dikaitkan dengan kasus besar ini.
Mulai dari dugaan Ferdy Sambo sebagai king judi online yang beromzet raturan miliar, hingga dugaan ada rekayasa pada kasus KM 50 yang menyebabkan para pengawal Habib Rizieq meninggal, dieksekusi di jalan tol.
Kekejaman Ferdy Sambo ini ditelanjangi oleh seorang pengacara bernama Saor Siagian seperti dilihat dari YouTube Indonesia Lawyers Club belum lama ini.
1. Skenario awal
Di acara tersebut, Saor Siagian paling berani "menelanjangi" Ferdy Sambo. Saor Siagian mengulas kembali bagaimana skenario awal yang dibuat Ferdy Sambo sangatlah sadis.
Ferdy Sambo diduga banyak melibatkan anggota Polri dan anak buahnya untuk membuat skenario betapa bejatnya korban Brigadir J hingga wajar untuk ditembak mati dalam sebuah baku tebak.
2. Akting Ferdy Sambo
Setelah kejadian pembunuhan sadis, Ferdy Sambo masih berakting.
Saor Siagian menilai jika Ferdy Sambo mencoba menceritakan kembali peristiwa saat pemeriksaan yang dilakukan Timsus Mabes Polri.
Ferdy Sambo saat itu berakting, dirinya meminta maaf terhadap institusi Polri dan menyatakan bela sungkawa kepada almarhum Brigadir J yang telah dibunuh dengan kekuasaannya.
"Saya masih ingat betul. Waktu dia (Ferdy Sambo) diperiksa oleh timsus. Kemudian dia (Ferdy Sambo) mengatakan dengan gagahnya begini, saya minta maaf terhadap Institusi Kepolisian. Turut berduka cita pada saudara almarhum Brigadir J," kata sang pengacara.
3. Menjual istri
Namun dibalik itu semua, Ferdy Sambo justru mengorbankan banyak orang. Bahkan menjual istrinya, Putri Candrawathi untuk membuat kebohongan dengan pengakuan keji yang tak pernah dilakukan Brigadir J.
Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi diduga membuat laporan palsu jika dirinya telah dilecehkan Brigadir J.
"Ternyata apa yang terjadi. Dia (Ferdy Sambo) jual istrinya. Kemudian membuat laporan palsu dengan pelecehan seksual. Tapi, fakta detik ini. Fakta hukum bahwa itu sudah digagalkan," katanya.
"Artinya, dia mampu jual keluarganya hanya satu desain kebohongan yang sangat serius. Sekarang ternyata telah dijerat pasal 340," kata Saor Siagian tegas dan serius.
4. Menjijikan
Saor Siagian kemudian menyebut, Ferdy Sambo sangat menjijikan dan sadis atas apa yang diperbuat pada Brigadir J.
Setelah membunuh anggota Polri secara paksa dan sadis, Ferdy Sambo juga menyeret anggota Polri lainnya terlibat dalam kasus pembunuhan Brigadir J.
Ada 36 anggota Polri yang disiksa karirnya bahkan bisa saja mati oleh tindak tanduk otak Ferdy Sambo.
"Ini menurut saya sesuatu yang menjijikkan. Bagaimana Anda masih bicara harga diri. Ada seorang jiwa raganya mati, namanya Yoshua. Kemudian ada 36 orang lain polisi yang jiwanya mati," jelasnya.
5. Gagahnya Ferdy Sambo
Saor Siagian tak habis pikir, mengapa Mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo dengan gagahnya menyebut harga diri, harkat dan martabat usai diperiksa tim khusus alias timsus.
Bagi Saor Siagian, Ferdy Sambo sangat menjijikan jika melihat apa yang dia lakukan dalam merekayasa pembunuhan Brigadir J.
6. Lampu merah
Lantas Saor Siagian memberikan ilustrasi, bagaimana matinya jiwa kepolisian yang diakibatkan oleh kejahatan Ferdy Sambo.
Saor Siagian mengilustrasikan saat posisi ada di lampu merah. Kata dia, semua orang tahu jika lampu merah itu semua kendaraan harus berhenti.
Mengapa pengendara di jalan semua berhenti saat melihat lampu merah? Saor Siagian menyebut jika di dalam dirinya masih ada jiwa untuk mentaati aturan.
"Saya kasih ilustrasi. Katakanlah di lampu merah setiap orang tahu (berhenti). Yang punya mata, lampu merah itu berhenti. Tapi saya pastikan tidak semua orang kemudian mau berhenti, karena apa? Karena yang menggerakkan jiwanya," ucap Saor Siagian.
7. Terseret 36 anggota Polri
Sekarang, kata Saor Siagian, kita lihat mengapa anggota polisi yang ada di TKP dan mendukung Ferdy Sambo tidak mampu menggerakkan jiwanya sebagai manusia dan sebagai anggota Polri.
"Sekarang yang 36 ini (anggota polisi) mati jiwa kepolisiannya. Ada yang mati (Brigadir J) temannya. Ada CCTV yang dirusak, TKP yang dirusak, bukan malah disidik, tapi ditutupi karena kerjaan siapa? Karena Ferdy Sambo," kata Saor Siagian berbicara tegas.
Bahkan lebih dari itu, Saor Siagian menjelaskan kemungkinan besar dan kuat dugaan jika istri Ferdy Sambo bakal ikut terjerat dalam kasus ini.
"Dia (Ferdy Sambo) masih bicara harga diri. Bayangkan istrinya (Putri Candrawathi) kemarin terjerat pasal 340 karena di TKP hanya 5 orang. Kata Kabareskrim 4 telah tersangka yaitu Bharada E kemudian RR kemudian kuat sama dengan apa namanya Ferdy Sambo," kata Saor Siagian tegas.
8. Haru tersangka
Saat ini apa yang dilakukan istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi yang membuat laporan palsu dan juga berita bohong tentang pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir J, harus menjadi konsekuansi hukum.
Lalu, tak terbayangkan saat anak Ferdy Sambo diajak ke Mako Brimob hanya untuk menguatkan jika sang ibu dilecehkan.
"Anaknya diajak ke Brimob hanya kembali mengatakan kami dilecehkan. Inilah menurut saya menjijikan," kata Saor Siagian.
9. Bagi-bagi amplop
Bahkan Saor Siagian menduga, setelah proyek baku tembak dan pelecehan itu gagal, Ferdy Sambo bermain uang dalam kasus ini.
"LPSK kemudian mengatakan ketika mereka memeriksa Ferdy Sambo ke Kadiv Propam dia disodorkan dua amplop warna coklat, yang tebal uangnya 1 cm," kata Saor Siagian.
Di sana Saor Siagian menyebut, apakah soal uang itu dikondisikan penasehat Polri yang bernama Fahmi?
"Kita tidak tahu. Apakah orang-orang yang dikondisikan tersebut yaitu penasehat Polri Fahmi yang membuat rilis membantu itu (laporan baku tembak dan pelecehan). Apakah seperti LPSK menolak atau dia menerima?" tegasnya sambil mempertanyakan.
Saor Siagian juga membeberkan soal janji uang miliaran yang akan diberikan pada tiga tersangka pembunuh Brigadir J.
"Bharada E dijanjikan Rp1 miliar, RR Rp500 juta kemudian, Kuat juga Rp500 juta," terangnya.
Belum laga kata Saor Siagian, ada dugaan jika aliran uang Ferdy Sambo juga ada yang mengalir ke DPR.
"IPW juga mengatakan dugaan uang mengalir (dari Ferdy Sambo) juga ke DPR. Bagaimana, apakah mereka ini juga sudah menerima?" kata Saor Siagian mempertanyakan.
"Itu sebabnya, tampak hari ini melaporkan bahwa ada pusaran uang yang barangkali dipakai sekarang setelah proyek namanya pelecehan seksual itu gagal. Dia (Ferdy Sambo) buat lagi modus, yaitu dengan pengkondisian," kata Saor Siagian menjelaskan dugaannya.
Sumber: YouTube Indonesia Lawyers Club
Berita Terkait
-
Dengan Gagahnya Ferdy Sambo Bicara Harga Diri, Harkat dan Martabat, Saor Siagian: Menjijikan
-
Terbongkar Semua, Kejahatan Ferdy Sambo Berani Jual Istri dan Anak Buah hingga 36 Polisi Mati Jiwanya demi Tutupi Kematian Brigadir J
-
Diseret ke Magelang, Kesaksian ART Ferdy Sambo Soal Adegan di Sofa dan Kamar Putri Candrawati Diragukan, Setimpal Nyawa Brigadir J yang Dihabisi?
-
AKP Rita Akhirnya Muncul Juga? Panjang Lebar Bahas Ferdy Sambo hingga Singgung Soal Keadilan, Ada Satu Kalimat Pendek untuk Brigadir J
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
-
Gen Z Disebut Kalah Cerdas dari Milenial, Efek EdTech di Dunia Pendidikan?
-
Mengenang Penyintas PD II dan Tenggelamnya Gustloff dalam Salt to The Sea
-
Lirik Lagu Cita-citaku (Gak Jadi Polisi) yang Ditarik dari Peredaran
-
Maxime Bouttier Hadiahkan Mobil Mewah Rp3,4 Miliar untuk Luna Mayadi Hari Valentine
-
IIMS 2026 Buktikan Keberhasilan Transformasi Pameran Otomotif Berbasis Kolaborasi Industri
-
AFTECH Rilis Buku Panduan Kolaborasi Pindar-Bank Perluas Akses Kredit
-
POCO X8 Pro Max Lolos Sertifikasi IMDA dan TKDN, Bersiap ke Pasar Asia Tenggara
-
Jadwal Libur dan Belajar SD-SMP Pekanbaru Selama Ramadhan 2026
-
WOOK Group Investasi Talenta Digital Lewat Beasiswa