Kemudian Deolipa Yumara buka suara tentang pusaran kasus pembunuhan berencana Brigadir J atau Brigadir Yosua Hutabarat.
Deolipa Yumara adalah pengacara kedua Bharada E yang kini sudah tidak memiliki kuasa.
Belum lama ini muncul surat atas nama Bharada E jika Deolipa Yumara bukan lagi kuasa hukum untuk mendampingi kasus yang membelitnya.
Saat menjadi kuasa hukum, Deolipa Yumara hanya aktif sepekan yakni Sabtu 6 Agustus hingga 10 Agustus 2022.
Di tangan Deolipa Yumara, akhirnya Bharada E mengakui skenario baku tembak adalah kebohongan.
Tak lama dari pengakuan Bharada E, Kapolri langsung menetapkan Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka kasus pembunuhan Brigadir J.
Saat bicara di acara televisi, Deolipa Yumara menyinggung soal adanya kecemburuan sesama jenis pria dan pria.
Deolipa di acara Karni Ilyas Club mengatakan isu LGBT bukan atas dugaan dirinya sendiri, melainkan dari pengakuan Bharada E.
Secara jelas, Deolipa Yumara mengatakan mendapat informasi tersebut dari seorang penyidik kasus pembunuhan Brigadir J.
Baca Juga: Bobotoh Tibra Sare, Tiga Poin di Kandang PSS Sleman dan Mimpi Indah Bersama Luis Milla
"Tapi kan kita pengen tahu sebenarnya LGBT itu siapa pencetus pertama kali yaitu Dr. Suradi, S.H., M.H.," kata Deolipa seperti dikutip dari kanal YouTube Karni Ilyas Club, Kamis, 18 Agustus 2022.
Secara jelas, Deolipa mengatakan nama penyidik Bareskrim Polri, Suradi adalah orang pertama yang menemukan titik terang dalam kasus Brigadir J yang didalangi oleh Ferdy Sambo.
Dari sana, Deolipa Yumara juga mengetahui jika Suradi sempat menanyakan apakah Brigadir J seorang LGBT atau tidak.
Kemudian, Deolipa Yumara menyebut pengakuan Bharada E yang membongkar siapa Brigadir J. Bharada E secara jelas mengatakan jika Brigadir J bukanlah seorang LGBT.
Setelah itu, Deolipa menyebut Ferdy Sambo seorang yang biseksual. Bahkan Deolipa Yumara mengatakan kasus LGBT bisa terjadi di mana saja, tak terkecuali di lingkungan Polri.
"LGBT, L nya ilang, G nya Ilang, T nya ilang, B nya inilah Sambo. Karena dia dari sam sama bo. Kalo B ini kan biseksual pak," kata Deolipa Yumara.
Berita Terkait
-
Dugaan si Cantik AKP Rita Dinikahi Jenderal Mencuat di Kasus Ferdy Sambo, Pengacara Brigadir J Minta Sosok Ini Diperiksa
-
Disinggung Dugaan Ferdy Sambo Jadi Raja Judi Online dan Konsorsium 303, Begini Jawaban Singkat Anak Buah Kapolri
-
Putri Candrawathi Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Pembunuhan Brigadir J
-
Wajah Kapolri dan Nyanyian Farel Prayoga, Netizen Terbawa Sedih: Masih Belum Terlambat
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Misi Kemanusiaan Miss Cosmo 2025: Perkuat Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis di Indonesia
-
Izin Bodong! Daycare Little Aresha Jogja Ternyata Tak Berizin, 53 Anak Jadi Korban Kekerasan
-
Tren Arsitektur Hijau 2026: Material Eco-Friendly Jadi Standar Baru Bangunan
-
Satu Kamar Diisi 20 Anak! Polresta Jogja Bongkar Praktik Tak Manusiawi di Daycare Umbulharjo
-
Provinsi Banten Bebaskan Pajak Kendaraan Listrik
-
Menyusuri Jalur Surade Sukabumi-Bogor: Seluruh SPBU Kosong Bio Solar, Truk Beras Terhambat
-
Narasi Pemerintah soal Harga Tiket Pesawat Naik 13 Persen Dinilai Menyesatkan
-
5 Rekomendasi Track Gowes di Bogor yang Ramah Bapak-bapak, Cocok Buat Sehat Bareng Komunitas
-
Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia
-
Terlalu Kocak, Benedictus Siregar Bikin Fatih Unru Sulit Fokus Syuting Gudang Merica