/
Sabtu, 20 Agustus 2022 | 08:59 WIB
Wawancara Karni Ilyas pada mantan pengacara Bharada E, Deolipa Yumara. Dari pembicaraan itu terungkap siapa yang mencetuskan isu LGBT di kasus pembunuhan Brigadir J atas perintah Irjen Ferdy Sambo. (YouTube Karni Ilyas Club)

SuaraBandung.id - Kasus pembunuhan Brigadir J yang disangkakan pada Mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo kini melebar ke isu lesbian, gay, biseksual dan transgender atau LGBT.

Publik terus meluapkan rasa penasaran atas isu tersebut dengan berbagai pertanyaan mengenai kebenaran soal LGBT.

Dari sana terbongkar siapa yang pertama kali "menggiring" kasus pembunuhan dengan isu LGBT.

Pengacara Deolipa Yumara adalah menyebut langsung nama-nama yang pertama kali menyebut soal LGBT.

Deolipa Yumara membuka siapa saja yang memunculkan soal isu LGBT saat menjadi narasumber di acara televisi pada kanal YouTube Karni Ilyas Club, Kamis, 18 Agustus 2022.

Dari penjelasan Deolipa Yumara ini akhirnya terungkap sosok yang pertama mencetuskan isu pertama LGBT dalam kasus pembunuhan Brigadir J.

Rupanya dari penjelasan Deolipa Yumara, sosok yang pertama membongkar isu LGBT dalam kasus pembunuhan Brigadir J, bukan orang sembarang.

Orang tersebut bisa mengakses langsung tersangka Bharada E yang saat ini dalam tahanan Bareskrim Polri.

Kemudian pembicaraan orang tersebut bersama Bharada E, berkisar tentang dugaan LGBT antara Brigadir J dan Ferdy Sambo.

Baca Juga: Bobotoh Tibra Sare, Tiga Poin di Kandang PSS Sleman dan Mimpi Indah Bersama Luis Milla

Setelah pertemuan orang tersebut dengan Bharada E, isu LGBT semakin kencang ucai Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan Brigadir J.

Isu LGBT ini yang membuat masyarakat semakin bingung tentang motif pembunuhan Brigadir J atas perintah Ferdy Sambo.

Bukan itu saja, langkah polisi yang menutup motif pembunuhan Brigadir J yang melibatkan Ferdy Sambo semakin membuat isu LGBT liar, dan kini berkembang ke isu kerajaan bisnis judi online.

Sebelumnya Kabareskrim Polri, Agus Andrianto dan Menko Polhukam pernah mengatakan jika motif sangat sensitif.

Agus Andrianto menyebutkan, motif pembunuhan Brigadir J yang dilakukan Irjen Ferdy Sambo hanya menjadi konsumsi penyidik.

Kemudian, Mahfud MD mengatakan jika apa yang terjadi di kasus Brigadir J dan Ferdy Sambo ini sangat menjijikan.

Load More