SuaraBandung.id - Mandi besar, mandi wajib, atau junub tidak boleh asal melakukannya. Selain itu, dalam berniat mandi wajib harus dibaca sunguh-sungguh.
Terkait bacaan niat mandi besar, ulama besar asal Cirebon, Buya Yahya memperingatkan agar tidak main-main.
Sebagai umat Islam yang mengerti sunnah Nabi Muhammad, sebaiknya kata Buya Yahya tidak mempermainkan bacaan niat wandi wajib.
Jika tetap dilakukan, maka membaca niat mandi wajib menjadi haram atau hukumnya dosa.
Sebagai mana diketahui jika mandi wajib dilakukan untuk membersihkan diri dari hadas besar, setelah mimpi basa, behubungan suami istri, nifas, haid dan lainnya.
Terkait bacaan niat mandi wajib, jika dipermainkan, bukannya membersihakn diri dari hadas besar, malah mendatangkan dosa.
Sebagai umat Muslim, sebaiknya sangat memahami dan tahu kondisi yang tepat membaca niat mandi besar.
Dijelaskan Buya Yahyam, membersihkan diri dari hadas besar diawali niat mandi besar adalah sebuah ibadah.
Namun, harus diingat jika niat mandi besar harus dibacakan hanya dalam keadaan hadas besar.
"Jadi niat mandi besar ini wajib dibacakan dalam keadaan hadas besar," katanya menjelaskan seperti dikutip dari YouTube Al-Bahjah TV pada tanggal 5 November 2020.
Baca Juga: Mengaku Cinta Nabi Muhammad tapi Percaya Dukun, Begini Penjelasan Ustaz Adi Hidayat
Sebaliknya, membaca niat mandi besar akan haram jika dibacakan saat tidak dalam keadaan memiliki hadas besar.
Berikut penjelasan Buya Yahya:
Tentang mandi wajib ini ditanyakan jemaah di pengajian rutin Buya Yahya.
“Apakah boleh setiap saya mandi, saya membaca niat mandi besar?” tanya jemaah.
Buya Yahya lants menjawab, jika tidak sedang memiliki hadas besar, maka tidak boleh membaca niat mandi besar.
“Mandi besar adalah ibadah. Maka jika tidak punya hadas besar, Anda tidak diperkenankan untuk baca niat mandi besar,” jawab Buya Yahya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Gugat Aturan Gelar Pahlawan Nasional ke MK, Trah Sultan HB II Bongkar Dugaan Penjegalan
-
Warga Sleman Mengeluh Mati Listrik Tiap Hari, PLN Buka Suara dan Beberkan Penyebabnya
-
Sambut HJB ke-544, Jurnalis Se-Bogor Raya Siap Adu Taktik di Lapangan Hijau Sentul
-
Bawa Pesan Khusus dari Prabowo untuk Jokowi? Ini Fakta Pertemuan Didit Hediprasetyo di Solo
-
Nenek 80 Tahun di Sedayu Bantul Tewas Tercebur Sumur Saat Menimba Air
-
Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta
-
Niat Cari Untung Malah Buntung: Air Ciujung Tercemar, Modal Obat Padi Bengkak Dua Kali Lipat
-
Tolak Militerisasi Sipil hingga Kenaikan BBM, Mahasiswa Kepung DPRD Jatim Kritik Kebijakan Prabowo
-
Migrasi Pertamax ke Pertalite Mulai Terjadi di Jogja, Pasokan BBM Subsidi Ditambah 18 Persen
-
Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional