SuaraBandung.id - Hingga kini pihak keluarga mendiang Brigadir J sangat sulit mendapat keadilan atas kasus pembunuhan yang dialami anaknya.
Atas dasar itu, kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak mengungkan hasil pertemuan dirinya bersama keluarga almarhum Brigadir J.
Kamaruddin mengungkapkan hasil pertemuan bersama keluarga Brigadir J, jika saat ini kondisinya sudah lelah, capek, dan merasa prihatin.
Apalagi yang harus dilakukan oleh dirinya bersama keluarga Brigadir J untuk untuk menegakkan keadilan dalam kasus pembunuhan Brigadir J.
Kondisi saat ini yang ada di keluarga besar Brigadir J adalah situasi yang berat dimana mereka kehilangan keluarga dan sosok yang paling dibanggakan.
Kamaruddin secara pribadi lantas menyampaikan permohonan maafnya pada publik.
Dia merasa apa yang dilakukan selama ini belum bisa menuntaskan kasus pembunuhan Brigadir J yang diduga melibatkan jenderal bintang dua, Irjen Ferdy Sambo.
Sudah berbagai upaya dilakukan keluarga dan tim kuasa hukum, namun untuk mendapat setetes keadilan dari negara yang dibanggakan sebagai negara hukum berpancasila ini, ternyata sangat sulit didapatkan.
Kamaruddin Simanjuntak mengaku semua sudah maksimal. Mengorbankan banyak hal, baik materi, pikiran, dan waktu, akan tetapi kasus ini masih jalan di tempat.
Baca Juga: Masih Suka Ghibah? Dosa Besar Hukumnya, Berikut Tiga Cara Menghapus Dosa Tersebut
Kamaruddin mengaku sudah mengecewakan dan meminta maaf lantaran keadilan tak kunjung bisa didapat.
"Tetapi sekarang ini sangat mengecewakan. Saya betul-betul minta maaf. Saya sudah berjuang dengan mengorbankan segalanya, baik pikiran materi maupun waktu," kata Kamaruddin.
Dia kemudian menyinggung soal pengorbanan materi, meski menegaskan tidak bermaksud mengungkit hal itu.
Rupanya apa yang dilakukannya tak sanggup membayar tegaknya keadilan dalam kasus Brigadir J ini.
"Saya membiayai semua ini tetapi bukan bermaksud mengungkit-ungkit itu," kata Kamarudin dilansir dari video tiktok @tobellyboy pada Minggu, (18/9/2022).
Dari sana, Kamaruddin pun mengaku sudah tidak bisa berbuat banyak lantaran pihak keluarga Brigadir J sudah lelah untuk mendapatkan nilai keadilan di negara berselimut negara hukum ini.
Ayah Brigadir J, Samuel dikatakan Kamaruddin sudah lelah untuk menuntaskan kasus tersebut.
"Kemudian saya juga memohon maaf atas nama keluarga, karena Pak Samuel sebagai orangtua daripada almarhum sudah menyatakan sudah selesai. Bahwa anak saya tidak bisa kembali," tuturnya.
Kamaruddin mengungkap pesan orangtua Brigadir J setelah melakukan pertemuan di Jami.
Keluarga Brigadir J sudah lelah dan mengatakan jika semua selesai. "Kemarin saat saya ke Jambi, beliau berpesan sudah cukup pak," kata Kamaruddin.
"Kami sudah capek pak. Kami mendengar aja capek, demikian juga masyarakat bilang kami hanya mengikuti saja capek. Apalagi bapak yang melakukan katanya," lanjutnya.
Mendengar penjelasan orangtua mendiang Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak hanya dia dan tidak merasa keberatan.
Kamaruddin lantas mengungkap rasa kecewanya tentang kinerja kepolisian di bawah komando Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Dia merasa yang membuatnya kecewa ialah kinerja polri yang menurutnya lambat.
Sejak terjadi pada Juli lalu, proses hukum kasus pembunuhan Brigadir J belum menemui titik terang.
Kini kasus tersebut terancam falilut, karena sudah tiga bulan tidak masuk ke persidangan.
"Pada akhirnya seperti yang saya perkirakan. Perkara ini akan menjadi falilut sudah terjadi," katanya.
"Artinya sudah tiga bulan berturut-turut sejak Juli, Agustus, September perkara tidak terang-terang," ucap Kamaruddin.
"Padahal saya katakan dulu, kalau saya yang menjadi penyidik setengah hari saya garansi (kasus) selesai," jelasnya.
"Tidak sampai seminggu dua minggu sampai ada tahap dua, itu dengan kecerdasan saya," ujarnya.
Saat ini jangankan melihat keadilan, untuk menyaksikan istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi ditahan pun sangat sulit.
Atas nama kemanusiaan, Polri begitu saja melepas istri Ferdy Sambo di tengah banyak kasus wanita, ibu hamil, meringkuk di penjara dan terpisah dari anak-anaknya.
Sumber: tasikmalaya.suara.com
Berita Terkait
-
Sempat Menolak Masuk Kamar, Brigadir J Pasrah Juga Mau Temui Istri Ferdy Sambo
-
5 Fakta Mengejutkan Ferdy Sambo di Kasus Kematian Brigadir J, Kebal Hukum, Gangguan Jiwa hingga Bisa Batal Dipecat
-
Sidang Etik Ipda Arsyad Daiva Gunawan Terkait Kasus Brigadir J Ditunda, Dedi Prasetyo: Ipda Arsyad Tidak Profesional di TKP
-
Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Berpelukan Saat Brigadir J Meregang Nyawa
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 30 Kode Redeem FF 25 Maret 2026: Klaim Bundle Panther Gratis dan Skin M14 Sultan Tanpa Top Up
- 5 Rekomendasi HP Samsung Terbaru Murah dengan Spek Gahar, Mulai Rp1 Jutaan
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Libur Lebaran 2026: Wisata Lokal Banjir Pengunjung, Pendapatan Daerah Naik
-
John Herdman Puji Habis-habisan Beckham Putra dan Dony Tri Pamungkas
-
Satu Mobil ke Bandara, Prabowo Antar Langsung Anwar Ibrahim Tinggalkan Indonesia
-
Stok Tomahawk Menipis, Operasi Militer AS di Iran Picu Kekhawatiran
-
Mundurnya Yudi Abrimantyo dari Kepala BAIS Dinilai Tamparan untuk Elite
-
Kematian Pekerja Tambang di Morowali Disorot DPRD, Diminta Diusut Tuntas
-
Timnas Indonesia Bantai Saint Kitts and Nevis, John Herdman: Jangan Cepat Puas!
-
Kabar Duka, Tokoh Agama dan Juru Damai Konflik Poso Ustad Adnan Arsal Wafat
-
'Ini Terakhir Kali Saya ke Jakarta': Curahan Hati Perantau yang Balik Kampung Demi Jaga Sang Putri
-
Dakwaan Jaksa Soal Dugaan Gratifikasi dan TPPU Tak Terbukti, Eks Sekretaris MA Pilih Mubahalah