SuaraBandung.id - Ketika santri telah mengikuti sebuah thoriqot, maka ia harus mengamalkan apa yang telah diberikan oleh seorang guru. Biasanya, murid itu diberikan amalan berupa dzikir.
Hal itu terkadang dirasakan oleh santri sebagai sesuatu yang tidak mudah, sehingga dalam perjalanannya santri tidak mengamalkan lagi dzikir dari gurunya itu dan ingin keluar dari thoriqoh tersebut.
Lalu yang menjadi pertanyaan apakah hal itu termasuk dianggap khianat kepada seorang guru?
Buya Yahya pun menjawab pertanyaan itu. Buya Yahya mengatakan bahwa berthoriqoh atau mengambil satu guru thoriqoh adalah upaya untuk cepat sampai kepada Allah.
"Guru itu yang memberikan bimbingan, namanya juga mursyid," kata Buya Yahya.
Buya Yahya pun mengatakan bahwa mursyid tentu adalah orang yang tahu kepada Allah dan kenal Allah.
"kalau mursyid yang gak kenal Allah bagaimana anda mau mengenal Allah. Maka disitu ada ciri-ciri ke salehannya, takut kepada Allah, ada ilmunya, maka nggak akan jadi mursyid kecuali 'alim bifurusyi syari'ati," Buya Yahya melanjutkan.
Buya Yahya juga mengatakan bahwa seseorang tidak akan menjadi mursyid dalam thoriqoh, tidak akan menjadi syekh, kecuali dia merupakan orang yang alim dalam urusan ilmu zahir.
"jangan hanya ngaku-ngaku illmu batin, enggak. Tapi nggak punya sejarah ilmu zahir, nggak ada. Nggak mungkin dia seorang mursyid kecuali dia harus alim bifurusi syariati urusan halal haram," Buya Yahya menjelaskan.
Baca Juga: Zakat untuk Paman di Kampung, Buya Yahya: Tidak Berhak Menerima Zakat
Buya Yahya mengungkapkan bahwa seorang mursyid mengerti bagaimana murabbi. Seorang mursyid bisa mencermati keadaan murid karena kebersihan hatinya. Maka seorang mursyid mempunyai ilmu dan mempunyai amal.
Kemudian seorang mursyid mengetahui dan memberikan pengarahan kepada muridnya, maka pengarahannya itu harus didengarakan.
Guru tasawuf, menurut Buya Yahya saat ini banyak yang mengaku sebagai syekh thoriqoh, tetapi menjadi murid pun belum pantas. Hal itu disebut syekh palsu dan merupakan pembegal bukan penyambung apalagi penyampai kepada Allah.
"Makanya anda berguru thoriqoh itu harus bener. Ilmunya harus ada dong, karena kita duduk dengan dia bukan pengen diajari dzikir saja. Halal haram pun harus kita dijauhkan. Nah, jadi kalau kita berthoriqoh itu bukan hanya untuk berdzikir saja, ya bab lainnya harus ada," Buya Yahya menambahkan.
Sebagai manusia maka tidak semua orang mampu mengikuti dzikir yang diberikan oleh mursyid. Maka kalau tidak bisa mengikuti dzikirnya, ilmu dari mursyid itu harus didengar.
"Dzikirnya banyak banget, waktu saya banyak tersita, habis untuk dzikir, saya gak mampu. Ya semampunya dong" Buya Yahya mengungkapkan.
Dzikir yang diberikan oleh mursyid itu menurut Buya Yahya adalah sunnah. Tetapi seorang murid harus punya kesetiaan untuk sebisa mungkin mengikuti karena dia telah berguru.
"Wong itu dasarnya bukan wajib kok menjadi wajib ya gak ada, cuma kalo ada orang seenaknya sendiri ini jadi masalah.Mana ikatan hatinya dengan seorang guru," Buya Yahya menegaskan.
"Makanya harus kita utamakan adalah dzikir yang diajarkan gurunya itu dulu. Sebisa mungkin, biasanya hawa nafsu nggak, dia tamak dengan dzikir-dzikir yang dia dapat, ada dzikir-dzikir ini, ini, ini nah ini sudah hawa nafsu. Karena yang sudah menyambungkan anda dengan guru anda itu amalkan dulu," pungkas Buya Yahya.
Buya Yahya mengatakan bahwa jika dzikir yang diberikan itu semisal adalah 100, maka kalau mampu dilaksanakan 10 itu berarti 10 persen. Jika mampu 20, maka 20 persen. Tetapi, kalau bisa dilaksanakan 100 persen.
"Kalau nggak ya semampunya. Sunnah ya tetap sunnah, nggak bisa jadi wajib," Ungkap Buya Yahya.
Penjelasan Buya Yahya tentang Thoriqot itu dilansir dari video dalam kanal YouTube Al-Bahjah TV yang diunggah pada 11 November 2019.
Berita Terkait
-
Zakat untuk Paman di Kampung, Buya Yahya: Tidak Berhak Menerima Zakat
-
Pandangan Anak-anak Tentang Keberadaan Allah, Buya Yahya: Orang Tua Harus Pandai
-
Ingin Utang Lunas? Amalkan 4 Surat Ini Ungkap Ustadz Adi Hidayat
-
Anak Tak Setuju dengan Keluarga dan Memutuskan Tidak Pulang ke Rumah, Buya Yahya: Jangan Maknai Silaturahmi Itu Sempit
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Sabtu Pagi Teheran Dibom, Sabtu Sore Iran Langsung Kirim Rudal ke Israel
-
Kedubes Iran di Indonesia Kecam Serangan AS-Israel, Sebut Pelanggaran Berat Piagam PBB
-
'Labbaik Ya Hussein', TV Iran Siarkan Lagu Perang, Siap Balas Serangan AS dan Israel
-
Trump Ancam Hancurkan Industri Rudal dan Angkatan Laut Iran
-
Iran Persiapkan Serangan Balasan ke Israel dan AS
Terkini
-
Jadwal Buka Puasa Bukittinggi Hari Ini, Sabtu 28 Februari 2026
-
Manchester United vs Crystal Palace: Setan Merah Pincang, 4 Bintang Masuk Ruang Perawatan
-
Dilema Midnight Sale Jelang Lebaran: Pilih Tidur Nyenyak atau Checkout Seragam Keluarga Estetik?
-
Tinggalkan Agensi, Voice Actor Yuki Kaji Luncurkan Proyek AI Soyogi Fractal
-
Bacaan Doa Ijab Kabul Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga
-
3 Pilihan Parfum Mykonos dengan Aroma Powdery yang Lembut dan Elegan
-
Jadwal Buka Puasa Kota Padang, Sabtu 28 Februari 2026
-
35 Kata-Kata Lucu Bulan Puasa, Jaga Semangat hingga Adzan Maghrib
-
Sabtu Pagi Teheran Dibom, Sabtu Sore Iran Langsung Kirim Rudal ke Israel
-
Target Pasar Global, Pertamina Bangun Ekosistem SAF Terverifikasi Internasional