SuaraBandung.id - Buya Yahya pada satu ceramhanya menjawab pertanyaan jamaah tentang seorang anak yang memutuskan tidak pulang ke rumah karena menganggap adanya sebuah ketidak baikan.
Walaupun memutuskan silaturahmi merupakan hal yang tidak boleh dilakukan, namun anak tersebut meninggalkan rumah karena tidak setuju dengan yang dilakukan oleh keluarganya.
Buya Yahya pun menjawab pertanyaan itu. Menurutnya, dalam hal itu terdapat satu kontradiksi yakni satu sisi ingin menyambung silaturahmi.
"Misalnya, di keluarga saya itu Masya Allah, kalau bicara nggunjing, juara. Kalau bicara ini fitnah juara", Buya Yahya memberikan penjelasan.
"Saya pingin bener, kalau saya sering datang ke rumah, (tapi) istri saya keganggu juga.
Gimana kalau saya tdiak dateng memutus tali persaudaraan? nah itu, sekarang yang perlu dipahamkan anda jangan memaknai silaturahmi itu sempit dengan hanya kita dateng ke rumahnya. Bahkan bertemu itu adalah justru bagian kecil daripada hakikat silaturahmi", Buya Yahya melanjutkan ceramahnya.
Buya Yahya mengatakan bahwa silaturahmi tidak terbatas pada pertemuan lahiriah.
"Jangan mengangap silaturahmi hanya ada orang, silaturahmi hanya dianggap kunjungan assalamualaikum itu saja. Tapi setelah assalamualaikum melihat ibunya sakit gak pernah keluar duit. Lho ini silaturahmi gombal ini," kata Buya Yahya.
Buya Yahya mengatakan bahwa silaturahmi itu hakikatnya dengan hati. Maka tidak datang bukan memutuskan silaturahmi. Hati selalu mendoakan dan kalau perlu memberikan hadiah.
Baca Juga: Daftar Jeratan Hukum Oknum Polisi dalam Kasus Pembunuhan Brigadir J
"Kemudian, kan mereka punya nomer rekening, transfer aja, fulus". Buya Yahya menjelaskan.
"Hadiah-hadiah tetep berjalan. Assalamualaikum, saya lagi sibuk gak bisa dateng, mungkin lagi kumpul ya. Ini hadiah, begitu, terus sambung." ungkap Buya Yahya.
"Jadi jangan sempit dong maknai silaturahim, bahkan mungkin dengan itu semuanya mereka akan tersentuh. Ini tidak datang, tapi hadiahnya. Mereka tidak benci, diem-diem mulai memandang anda." Buya Yahya menyambung.
Buya Yahya menerangkan bahwa kita tidak datang ke tempat tersebut bukan dalam irama memutus silaturahmi, tapi kita membentengi diri kita agar kita tidak terjerumus.
Adapun sambung silaturahmi ada dua macam yaitu saling mengunjungi yang lahir dan yang batin. Buya Yahya mengatakan yang batin itu bertemunya hati biarpun jarak memisahakan, ceramah tersebut dilansir dari video dalam kanal YouTube Al-Bahjah yang diunggah pada 11 September 2022.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Beasiswa Digital Talent 2026 Dibuka untuk 2.200 Peserta
-
Survei Cyrus Network: 70 Persen Masyarakat Puas Kinerja Menteri Kabinet Merah Putih
-
Survei Cyrus: 65,4 Persen Publik Dukung MBG
-
Bank Sumsel Babel Gelar Undian Pesirah 2026, Bidan di Belitang Menang Hadiah Mobil
-
Audit Investigasi Tuntas! Bukti Transfer Ungkap Praktik Jual Beli Jabatan di Pemkab Bogor
-
5 Poin Penting di Balik Kasus Jual Beli Jabatan ASN Bogor, Kini Dilimpahkan ke Polisi
-
Negosiasi Pasokan BBM dan LPG dari Rusia, Menteri ESDM: Hasilnya Memuaskan
-
Langkah Nyata PTBA Pulihkan Trauma dan Sekolah Rusak Pascabanjir di Sumatera
-
Sudah Melecehkan, Malah Memukul: Jejak Kriminal Mahasiswa Untirta yang Kini Diusir dari Kampus
-
Pasar Modal Lebih Sehat dan Kredibel Berkat Reformasi OJK