SuaraBandung.id - Seorang jamaah bertanya kepada Buya Yahya terkait keinginannya untuk belajar agama. Jamaah itu mengaku baru saja wisuda karena telah menyelesaikan pendidikannya. Kemudian ia ingin masuk pesantren untuk belajar agama, namun orang tuanya tidak memberikan izin karena alasan biaya.
Ia juga mengaku bahwa orang tuanya menginginkan agar dirinya bekerja terlebih dahulu, namun ia belum mendapat pekerjaan meskipun sudah berusaha. Ia pun bertanya kepada Buya Yahya terkait amalan untuk menguatkan hati dan meminta solusi dari masalah itu.
Buya Yahya menjawab pertanyaan itu dengan menyampaikan beberapa hal.
Pertama, Buya Yahya mengatakan bahwa untuk belajar agama, tidak harus seseorang itu tinggal di pondok pesantren. Menurutnya, yang penting adalah orang itu mengikatkan hati anda kepada seorang yang alim ataupun shaleh yakni seorang murabbi atau pendidik.
"Anda sering datang ke pondok, disela-sela pekerjaan anda, apakah anda jadikan jadwal setiap sabtu ahad bersama alim tersebut, tidak harus di pondok, kalau ibunda tidak merestui," Buya Yahya mengungkapkan.
Buya Yahya juga mengatakan bahwa tidak alasan untuk tidak belajar agama, apabila seseorang memang ingin selamat. Buya Yahya pun mengatakan bahwa selalu ada waktu untuk belajar agama, waktu bisa diatur untuk seseorang yang ingin belajar agama.
Kedua, terkait masalah biaya yakni dengan mencari pondok pesantren yang tidak memerlukan biaya.
"Asalkan bener, masuk saja Al-Bahjah sana. Jadi jangan sampai ada orang gak bisa mondok gara-gara gak punya biaya, itu gak boleh sama sekali," Buya Yahya mengungkapkan.
Buya Yahya mengungkapkan bahwa ada orang lain yakni hamba Allah yang memang ingin membiayai seseorang untuk belajar di pondok pesangren. Selain itu, terdapat pondok pesantren yang memang tidak memungut biaya asalkan sesuai dengan aturan yang ada.
Baca Juga: Luis Milla Geleng-Geleng, Duet Striker Persib Makin Tajam!
Ketiga adalah pekerjaan yang ingin didapat seseorang tidak harus sesuai dengan ijazahnya. Buya Yahya mengatakan bahwa pekerjaan itu sesungguhnya rizki yang Allah kirim melalui pekerjaan tersebut.
"Banyak dokter akhirnya jaga toko, ada. Kedokteran jaga toko, ya. Kemudian, ada yang nggak sesuai, tapi rizkinya diberi Allah melalui itu, jadi jangan mengatur Allah deh," Buya Yahya menambahkan.
Buya Yahya mengungkapkan bahwa kita memang diperbolehkan untuk belajar sesuai dengan pendidikan yang ditekuni, namun pekerjaan tidak harus sesuai dengan bidang itu.
Buya Yahya pun mengajak untuk tawadhu dan qanaah memerima apa adanya.
"Dari jual es teh jadi bos es teh kan bisa jadi. Prinsip ekonomi kan dari kecil dulu, modal kecil boleh, jual es teh gengsi, kapan emangnya orang bisa langsung kaya, tanyakan orang kaya itu merintis dulu tuh, punya utang dulu juga kadang," tambah Buya Yahya
Keempat, pesan yang terakhir dari Buya Yahya yakni gaya hidup kita yang harus ditata.
Berita Terkait
-
Solusi untuk Melembutkan Hati Ibunda di Rumah, Begini Kata Buya Yahya
-
Sudah Menjadi Perilaku, Ternyata Ini Makna Muhasabah Menurut Gus Baha
-
Seorang Jamaah Pernah Mendengar Hadits Tentang Curhat, Buya Yahya: Gak Boleh Diam-diam
-
Mengikuti Sebuah Thoriqot dari Seorang Mursyid Namun Tak Mampu Menjalankan Amalan, Begini Kata Buya Yahya
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
Terkini
-
Kado Manis Lebaran: Saat Ribuan Sopir Angkot dan Andong Jabar Dibayar untuk "Rebahan" di Rumah
-
Pecahkan Rekor Dunia, Atlet Kriket Indonesia Terima Sertifikat Guinness World Records
-
Minyak Meroket Lagi Tembus US$100, Strategi Tekan Harga Ala Trump Gagal?
-
Sumatera Utara Resmi Jadi Tuan Rumah Piala AFF U-19 2026
-
Transjakarta Pasang 'Mata-Mata' AI di 5 Ribu Bus Demi Cegah Sopir Microsleep
-
Kisah Perempuan Pendamping Kopdes di Pasuruan, Usia 25 Tahun Jadi Tumpuan Koperasi Merah Putih
-
Jangan Menarik Cinta saat Kesepian: Bercermin di Buku Malioboro at Midnight
-
Umuh Muchtar Bangga Tiga Pemain Persib Dipanggil Timnas Indonesia
-
Mudik ke Merak atau Sumatera? Ini Jalur Alternatif di Kota Tangerang Agar Bebas Macet
-
India Krisis Gas: Restoran Hapus Menu Panas demi Hemat Bahan Bakar