/
Jum'at, 23 September 2022 | 12:52 WIB
Kolase foto dokumen Luhut Binsar Panjaitan. (Instagram @luhutbinsar/suara.com)

SuaraBandung.id - Kamu harus tahu, jika seorang Luhut Binsar Panjaitan saja mengungkap soal identitasnya saat bicara politik.

Luhut Binsar Panjaitan yang dikenal sebagai menteri segala bisa ini mengungkap soal identitas diri dalam diskusi ringan bersama Rocky Gerung.

Tak ada yang menyangka jika selama ini barisan Presiden Joko Widodo selalu menggaungkan anti politik identitas, malah diungkap secara jelas oleh Luhut Binsar Panjaitan yang merupakan orang dekat presiden.

Saat ini Luhut Binsar Panjaitan menjabat sebagai posisi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia.

Luhut Binsar Panjaitan termasuk orang yang sering bersuara lantang bila ada tokoh lain yang berbicara identitas di kancah politik. 

Nah, sekarang giliran dirinya yang mengatakan tidak akan bisa menjadi Presiden Republik Indonesia, dengan mengeksploitasi identitas RAS.

Secara terbuka, Luhut mengatakan bukan tidak percaya diri untuk maju sebagai calon presiden di 2024 nanti. Akan tetapi, dia mengaku tidak mungkin lantaran menganggap diri minoritas.

Bahkan dengan posisinya yang minoritas, Luhut mengatakan tidak perlu memaksakan diri mencalonkan menjadi Presiden.

Secara jelas dan terbuka, Luhut mengatakan jika bukan orang Jawa maka lupakan untuk mencalonkan diri menjadi presiden.

Baca Juga: Para Ahli Surga yang Telah Meninggal Dunia, Buya Yahya: Bukan di Surga

“Harus tahu diri juga lah (untuk nyapres). Kalau kau enggak orang Jawa pemilihan langsung hari ini udah lupain deh," kata Luhut di acara kanal Rogerisme, Kamis (22/9/2022).

"Saya enggak tahu 25 tahun lagi. Enggak usah memaksakan diri (mencalonkan Presiden) sakit hati,” kata Luhut.

Bukan itu saja, Luhut juga mengecilkan diri lantaran merasa dari kalangan minoritas, suku Batak dan agama Kristen.

“Saya double minoritas udah Batak Kristen lagi. Jadi, saya bilang sudah cukup itu ngapain saya nyakitin diri saya,” lanjutnya.

Tak mau memperpanjang bahasan capres, Luhut kemudian mengatakan untuk mengabdi pada negara tidak perlu menjadi presiden.

“Apa harus jadi presiden (mengabdi pada negara) kau bisa ngabdi, kan enggak juga,” katanya.

Dituding Rasis

Tak butuh lama sejak ada unggahan video konten Luhut bilang soal presiden harus dari orang Jawa, langsung viral.

Kata kunci "rasis" mendadak menjadi trending topic di Twitter Indonesia pada Kamis (22/9/2022) malam. 

Setelah ditelusuri, hal ini rupanya berkaitan dengan pernyataan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Marives) Luhut Binsar Pandjaitan ketika berbincang dengan Rocky Gerung.

Kutipan salah satu pernyataan Luhut di acara itulah yang rupanya menjadi buah bibir.

"Luhut: Kalau bukan orang Jawa jangan harap jadi presiden," itulah penggalan pernyataan yang banyak diberitakan di media sosial.

Reaksi warganet begitu beragam dengan kutipan pernyataan ini. Namun kebanyakan pihak mengecam Luhut yang dinilai telah rasis karena secara tidak langsung memandang rendah suku lain di luar Jawa.

"Rasis banget omonganmu ya, Luhut...?? Mau pecah belah anak bangsa?? BJ Habibie juga bukan orang jawa, tapi pernah jadi Presiden RI...!" kritik warganet.

"Termasuk rasis gak sih ?" komentar warganet lain.

"Saya orang jawa tapi tak setuju dengan pernyataan bapak Luhut ini. Katanya ber-Bhinneka Tunggal Ika tapi koq isinya orang Jawa tok. Payah," kata warganet.

"Rasis dan diskriminasi, kurang ajar," kecam warganet.

"Ah the lord mah melempar bom rasisme. Ujung-ujungnya ingin ada kekacauan antar anak bangsa dan dia yang akan berpura-pura menjadi pemadam kebakaran dengan powernya," timpal yang lainnya.

Load More