- BEI menghentikan sementara perdagangan tiga emiten (EDGE, EURO, NZIA) karena pergerakan harga tidak wajar mulai Rabu, 11 Februari 2026.
- Suspensi ini bertujuan memberikan masa pendinginan bagi investor agar mempertimbangkan kembali keputusan investasi mereka dengan matang.
- Empat saham sebelumnya disuspensi (LION, STAR, IBOS, ENZO) diizinkan kembali diperdagangkan setelah masa evaluasi dianggap cukup.
Suara.com - Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengambil langkah preventif guna menjaga stabilitas pasar modal.
Terhitung mulai sesi I perdagangan hari Rabu (11/2/2026), BEI resmi memberlakukan penghentian sementara (suspensi) terhadap tiga emiten yang menunjukkan pergerakan harga tidak wajar.
Ketiga saham yang terkena sanksi administratif tersebut adalah PT Indointernet Tbk (EDGE), PT Estee Gold Feet Tbk (EURO), dan PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA). Langkah ini diambil menyusul lonjakan harga kumulatif yang dinilai terlalu signifikan dalam waktu singkat.
Berdasarkan pantauan data pasar melalui Stockbit, pergerakan ketiga saham tersebut memang mengundang perhatian serius dari otoritas pengawas. Berikut adalah rincian performa bulanan mereka:
NZIA (PT Nusantara Almazia Tbk): Mencatatkan kenaikan paling fantastis sebesar 171,9% hanya dalam satu bulan.
EURO (PT Estee Gold Feet Tbk): Melambung hingga 64,1% pada periode yang sama.
EDGE (PT Indointernet Tbk): Meski hanya naik tipis sekitar 6,4%, pola transaksinya memicu alarm pengawasan BEI.
Yulianto Aji Sadono, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan sebagai masa cooling down.
"Langkah ini adalah bentuk perlindungan bagi para investor. Kami ingin memberikan ruang bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan kembali keputusan investasi mereka berdasarkan informasi yang tersedia secara matang," jelasnya dalam keterbukaan informasi resmi, Rabu (11/2/2026).
Baca Juga: Ubah Indentitas, Mayoritas Bisnis PIPA akan Lebih Condong ke Migas
Empat Saham Kembali Melantai
Berbeda nasib dengan tiga emiten di atas, BEI justru memberikan "lampu hijau" bagi empat emiten lainnya untuk kembali diperdagangkan mulai hari ini. Keempat saham tersebut sebelumnya sempat digembok akibat isu serupa, yakni lonjakan harga yang ekstrem.
Daftar saham yang kini sudah bisa diperdagangkan kembali adalah:
PT Lion Metal Works Tbk (LION): Disuspensi sejak 10 Februari 2026.
PT Buana Artha Anugerah Tbk (STAR): Dibekukan sejak 29 Januari 2026.
PT Indo Boga Sukses Tbk (IBOS): Menjalani masa suspensi sejak 23 Januari 2026.
PT Morenzo Abadi Perkasa Tbk (ENZO): Dihentikan sementara sejak 27 Januari 2026.
BEI menilai masa evaluasi untuk keempat emiten ini telah cukup, sehingga investor dapat kembali melakukan aktivitas jual-beli pada sesi pertama perdagangan hari ini.
Berita Terkait
-
MSCI Rilis Update: INDF Turun Kelas, Ini Saham-saham yang Didepak Keluar List
-
Apa itu FTSE Russell dan Dampaknya bagi Investor
-
Kinerja 2025 Moncer, Analyst Rekomendasikan 'BUY' Saham BRIS
-
Saham INET Diborong, Akumulasinya Capai Rp 110 Miliar
-
FTSE Russell Bekukan Rebalancing Saham RI, Pjs Bos Bursa Buka Suara
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Antisipasi Cuaca Ekstrem Selat Bali, KSOP Siapkan Rencana Buka - Tutup Pelabuhan
-
Permudah Mobilitas Kendaraan Listrik, PLN Operasikan 4.655 SPKLU Sepanjang 2025
-
Kebutuhan Konsumsi Naik, Penyaluran Pinjaman di Hari Lebaran dan Puasa Meningkat
-
MSCI Rilis Update: INDF Turun Kelas, Ini Saham-saham yang Didepak Keluar List
-
Kinerja Penjualan Eceran Diramal Terkontraksi, Ini Penyebabnya
-
Harga Emas Hari Ini Naik, 11 Februari 2026 UBS dan Galeri 24 Kompak Meroket
-
Monorel vs LRT: Serupa tapi Tak Sama, Mana yang Lebih Unggul?
-
Cara Daftar dan Cek Penerima BSU Terbaru 2026
-
Apa itu FTSE Russell dan Dampaknya bagi Investor
-
Pelabuhan Karimun Masuk Radar Sanksi Uni Eropa terkait Distribusi Minyak Rusia