/
Rabu, 05 Oktober 2022 | 09:00 WIB
Tangkapan layar pendakwah ustaz Adi Hidayat. (Dokumen Suara.com)

SuaraBandung.id – Dalam salah satu kajian, Ustadz Adi Hidayat mengungkapkan bagaimana cara menyambut Maulid Nabi.

Di tahun 2022 ini, peringatan Maulid Nabi jatuh pada tanggal 8 Oktober 2022.

Memperingati Maulid Nabi, bagi sebagian kalangan umat Islam masih menjadi kontroversi.

Untuk itu, Ustadz Adi Hidayat mengungkapkan bagaimana cara menyambut Maulid Nabi.

Dilansir SuaraBandung.id dari kanal YouTube Ceramah Pendek, Rabu (5/10/2022), berikut ulasannya.

Maulid artinya hari lahir yakni merujuk pada waktu kelahiran. Apabila dikaitkan dengan Nabi, maka itu merupakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Momentum kelahiran Nabi Muhammad SAW dihidupkan atau dikenang kembali, dikarenakan pada saat setelah Nabi Muhammad SAW wafat, manusia pada zaman itu mulai lupa akan tuntunan dan ajaran Nabi.

Ustadz Adi Hidayat mengungkapkan bahwa cara menyambut maulid Nabi yaitu dengan gembira atas lahirnya dan kehadiran Nabi Muhammad SAW sudah sepatutnya, sebab yang menolak kehadiran Nabi SAW adalah kufur.

"Jadi secara bahasa, mustahil kita menolak maulid dan maulud, kita mengakui adanya maulid dan maulud, bagaimana menyikapinya? Kita Berbahagia dengan itu semua dan menghadirkan tuntunan Nabi SAW dalam kehidupan sehari-hari sesuai syariat Islam," jelas Ustadz Adi Hidayat.

Baca Juga: Jelang Sidang Cerai, Kang Dedi Mulyadi Akui Telah Membuat Banyak Kekecewaan, Maaf Belum Bisa Jadi Teladan ke Ambu Anne

Dalam memperingati Maulid Nabi,  masyarakat di beberapa Indonesia memuliakan hari istimewa ini dengan cara dan kebiasaan masing-masing.

Semua itu dilakukan sebagai salah satu bentuk ekspresi cinta terhadap Nabi Muhammad SAW.

Segala sesuatu yang mengantarkan kepada kebaikan maka menjadi perangkat yang benar untuk dilaksanakan.

Itulah penjelasan Ustadz Adi Hidayat mengenai cara menyambut Maulid Nabi.

Load More