SuaraBandung.id – Dalam salah satu kajian, Ustadz Adi Hidayat membocorkan mengenai waktu terbaik dalam melaksanakan sholat dhuha.
Sholat dhuha merupakan sholat sunnah yang dilakukan seorang muslim ketika waktu dhuha.
Waktu dhuha adalah waktu ketika matahari mulai naik kurang lebih 7 hasta sejak terbitnya hingga waktu zuhur.
Namun, Ustadz Adi Hidayat mengungkapkan bahwa ada waktu terbaik dalam melaksanakan sholat dhuha.
Lantas, kapan waktu terbaik melaksanakan sholat dhuha tersebut?
Dilansir SuaraBandung.id dari kanal YouTube Adi Hidayat Official, Rabu (5/10/2022), berikut ulasannya.
Sholat dhuha merupakan sholat sunnah yang dianjurkan bahkan memiliki banyak keutamaan.
Dalam pengerjaan sholat dhuha, Ustadz Adi Hidayat mengungkapakan ada waktu terbaik dalam pengerjaannya.
Waktu sholat dhuha dibagi tiga jenis waktu. Yang pertama adalah shalat awal dhuha yang disebut shalat isyraq, yang dilakukan sesuai sholat subuh. Sholai ini memiliki keutamaan yang apabila dikerjakan pahalanya sama dengan haji dan umrah.
"Usai sholat subuh tidak beranjak dulu, duduk dan berdzikir kepada Allah, bisa pula berdoa, bertafakkur atau ta'lim, bisa bertasbih dzikir pagi petang dengan kalimat-kalimat toyyibah. Lalu muncul syuruq, perjalanannya disebut isyraq melewati satu tombak bayangan, shalat dua rakaat itu pahala shalatnya senilai haji dan umrah," ungkap Ustadz Adi Hidayat.
Kedua, pertengahan dhuha sekitar pukul 8-10 pagi, jumlah rakaatnya 2-4 rakaat. Sholat ini memiliki keutamaan yakni mengganti seluruh zikir yang ada pada tubuh.
Ketiga, sholat akhir dhuha yang dikerjakan 2,4, atau 8 rakaat, batas waktu pengerjaan sekitar pukul 10 ke 11 menjelang waktu zhuhur.
Sholat ini memiliki keutamaan yakni mempermudah datangnya rezeki atas izin Allah SWT ketika ikhtiar.
Itulah penjelasan Ustadz Adi Hidayat mengenai waktu terbaik dalam melaksanakan sholat dhuha.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026