/
Selasa, 11 Oktober 2022 | 07:03 WIB
Kolase foto dua tersangka pembunuhan Ferdy Sambo bersama istri, Putri Candrawathi, dan korban Brigadir J. (dok polri/pixbay/0fjd125gk87)

Irma Hutabarat mengatakan hal tersebut saat berdialog bersama Mantan Kepala Badan Intelijen atau Kabais TNI Soleman B Ponto. 

Saat pembicaraan tersebut Irma Hutabarat mengungkapkan hal yang sangat mengejutkan. 

Dikatakan Irma Hutabarat, isi chat WA Brigadir J kepada Putri Candrawathi adalah soal permohonan untuk dikembalikannya dua senjata miliknya.

Irma Hutabarat mengatakan, dua senjata yang dipegang Brigadir J telah dikuasai Putri Candrawathi sejak di Magelang.

"Pada waktu (Brigadir J) di Magelang, senjatanya, satu laras panjang dan satu pistol diminta oleh PC (Putri Candrawathi istri Ferdy Sambo), lalu diserahkan kepada Bripka RR," kata Irma Hutabarat.

Brigadir J telah memohon pada Putri Candrawathi untuk mengembalikan dua senjatanya.

Ketika itu sedang di perjalanan, Brigadir J meminta dua senjatanya dikembalikan melalui chat dengan Putri Candrawathi.

"Ibu bolehkah dikembalikan senjata saya," kata Irma Hutabarat menirukan isi chat WA Brigadir J kepada Putri Candrawathi.

Irma Hutabarat sangat yakin saat itu Brigadir J tidak mengetahui alasan mengapa senjata dilucuti. 

Baca Juga: Korban Tragedi Kanjuruhan, Polri Klaim Penyebabnya Bukan Karena Gas Air Mata! Berikut Penjelasannya

Bukan itu saja, Brigadir J juga kata Irma Hutabarat tidak mengetahui jika dirinya akan dibantai.

"Dia (Brigadir J) tidak tahu akan dibunuh atau dibantai," ucap Irma Hutabarat.

"Tetapi dua senjata satu laras panjang dan satu pistol itu tidak pernah dikembalikan," kata Irma Hutabarat.

Sumber: Suara.com

Load More