/
Selasa, 11 Oktober 2022 | 19:24 WIB
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. (Dimitar DILKOFF / AFP)

SuaraBandung.idRusia telah mengintensifkan serangan terhadap Zaporizhzhia setelah mengklaim telah mencaplok Oblast Zaporizhzhia, bersama dengan tiga wilayah Ukraina yang diduduki sebagian. 

Tidak seperti di oblast Donetsk, Luhansk, dan Kherson, Zaporizhzhia adalah satu-satunya ibu kota regional yang diklaim telah dianeksasi yang tetap berada di bawah kendali Ukraina.

Namun, Zaporizhzhia menanggapi klaim aneksasi Rusia dengan ungkapan bahwa  mereka  telah putus dengan Rusia selamanya.

Pada 6 Oktober, pasukan Rusia juga menyerang kota itu dengan rudal, menewaskan 19 orang.

Rusia kembali meluncurkan 12 serangan udara di Zaporizhzhia. Sebagian besar roket menghantam gedung-gedung apartemen dan rumah-rumah pribadi. 

Menurut Gubernur Oblast Zaporizhzhia Oleksandr Starukh, 12 orang tewas, 49 lainnya terluka, termasuk enam anak-anak.

Presiden Volodymyr Zelensky menyebut serangan Rusia terhadap warga sipil sebagai "kejahatan mutlak," menambahkan bahwa Rusia adalah "biadab dan teroris."

Serangan Rusia merusak parah sebuah bangunan perumahan sembilan lantai, dengan salah satu bagian bangunan hancur total.

Sumber: The Kyiv Independent

Baca Juga: Al Fatihah hingga An Nas, Ustaz Adi Hidayat: Bukan Sekadar Bacaan

Load More