SuaraBandung.id – Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) mengungkap adanya rekaman CCTV yang dihapus di Stadion Kanjuruhan Malang.
Rekaman CCTV yang dihapus itu berasal dari lobi utama Stadion Kanjuruhan dan area parkir stadion yang berdurasi 3 jam 21 menit.
Atas dugaan penghapusan CCTV tersebut, Tim penyidik Badan Reserse Kriminal Polri masih mendalami hal tersebut.
Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jendral Polisi Dedi Prasetyo mengungkapkan bahwa meminta semua pihak untuk menunggu penjelasan dari ahli IT mengenai adanya dugaan penghapusan CCTV di Stadion Kanjuruhan.
“nanti biar ahli yang menyampaikan,” ungkap Dedi, dikutip dari ANTARA, Kamis (20/10/2022).
Selain adanya rekaman CCTV yang dihapus, TGIPF juga menyebutkan dalam laporan investigasinya bahwa ada rekaman CCTV yang dilarang diunduh oleh kepolisian.
Bahkan, laporan tersebut juga menemukan adanya upaya dari pihak kepolisian untuk mengganti rekaman yang baru.
“Ada juga upaya aparat kepolisian untuk mengganti rekaman dengan yang baru. Hal ini (berdasarkan) kesaksian dari Pak Heru selaku General Koordinator,” tulis laporan TGIPF.
Disisi lain, Menko Polhukam Mahfud MD tetap menyatakan bahwa gas air mata merupakan penyebab jatuhnya korban jiwa di tragedi Kanjuruhan Malang.
“Saya nggak peduli sekarang seberapa besar kandungan kimia yang mematikan (dalam gas air mata), itu tidak penting. Karena bukan kimianya yang menyebabkan, tetapi penembakan yang menyebabkan orang panik kemudian berdesak-desakan dan mati,” kata Mahfud MD, dikutip dari ANTARA, Kamis (20/10/2022).
Seperti diketahui, tragedi Kanjuruhan Malang setidaknya menewaskan 133 suporter Aremania. Total korban dalam tragedi Kanjuruhan saat ini yaitu 781 orang, dengan rincian luka ringan 573 orang, luka sedang 50 orang, dan luka berat 25 orang. (*)
Sumber: ANTARA yang berjudul Polri dalami dugaan penghapusan rekaman CCTV di Stadion Kanjuruhan dan Mahfud: Penggunaan gas air mata sebabkan 133 orang meninggal
Tag
Berita Terkait
-
Dalam Rekontruksi Tragedi Kanjuruhan, Tidak Ada Penembakan Gas Air Mata ke Tribun Penonton, Polri: Hal Ini Berdasar Keterangan Tersangka dan Saksi
-
Heboh! Gianni dan Iwan Bule Asik Main Bola, Netizen: Empatinya Mana?
-
Terdakwa Brigjen Pol Hendra Kurniawan Bertugas Hilangkan CCTV, Ferdy Sambo: Ndra, Pastikan Semua Beres!
-
PANAS! PSSI Tangkis Desakan TGIPF, Iwan Bule Stay?
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Viral Kuitansi Laundry Gubernur Kaltim Rp20,9 Juta Seminggu: Nyuci Dalaman Aja Seharga Cicilan Motor
-
Apa Itu Musinnah? Syarat Hewan Kurban yang Wajib Diketahui Umat Muslim
-
Level Baru Kuliner Jambi, Kopitiam Tetangga Hadirkan Rasa di Atas Rata-Rata
-
35 Kode Redeem FF Terbaru 7 Mei 2026: Panen Hadiah SG Gurun hingga MP40 Cobra
-
IHSG Lanjutkan Tren Penguatan Pagi Ini, Melesat ke Level 7.100
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Terancam Hak Angket, DPR: Kepala Daerah Harus Sensitif Isu Publik
-
Bukan LCGC, Hatchback Jepang Irit Ini Cuma 60 Jutaan Tapi Kabinnya Ekstra Lega
-
5 Rekomendasi Parfum Mykonos untuk Anak Sekolah, Segar Seharian Anti Bau Matahari
-
Bye-bye Titip Absen! Pemprov Sulsel Gunakan Sistem Canggih Bisa Blokir ASN Curang
-
Mimpi ke Disneyland Jepang Sirna: Warga Surabaya Kena Tipu Travel Rugi Rp500 Juta