- Kodam IV/Diponegoro mengklarifikasi dan meminta maaf atas pernyataan sebelumnya mengenai tiga pria dalam video Anies Baswedan.
- Hasil pendalaman internal Kodam IV/Diponegoro memastikan ketiga pria tersebut adalah anggota intel Kodim Karanganyar.
- Pertemuan dan foto bersama dengan Anies di Karanganyar terjadi secara kebetulan saat para intel sedang makan siang usai tugas.
Suara.com - Kodam IV/Diponegoro meralat pernyataan sebelumnya terkait video viral Anies Baswedan yang berfoto bersama sejumlah pria di Karanganyar, Jawa Tengah. Kodam menyampaikan permohonan maaf dan mengakui bahwa tiga pria dalam video tersebut merupakan anggota intelijen atau intel Kodim Karanganyar.
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IV/Diponegoro Kolonel Andy Soelistyo menyampaikan permintaan maaf sekaligus klarifikasi tersebut setelah dilakukan pengecekan ulang dan pendalaman internal.
Andy mengatakan Kodam sebelumnya menerima data bahwa ketiga pria tersebut merupakan mitra. Namun, hasil pemeriksaan lanjutan menunjukkan fakta yang berbeda.
“Sesuai data yang kami terima sebelumnya bahwa mereka adalah mitra, dalam kesempatan ini saya sampaikan permohonan maaf untuk meralat keterangan awal yang saya sampaikan dan kami klarifikasi, bahwa dari hasil pengecekan ulang dan pendalaman, kami sampaikan bahwa benar 3 orang yang berfoto dengan Bapak Anies adalah anggota intel Kodim Karanganyar,” jelas Andy kepada Suara.com, Rabu (4/2/2026).
Namun, Andy menegaskan para anggota intel tersebut berada di lokasi murni untuk makan siang setelah menjalankan tugas.
“Saat dikonfirmasi, anggota menyampaikan bahwa keberadaan mereka di warung Soto Mbok Giyem adalah murni sekadar untuk makan siang, selepas menghadiri rapat pemantauan wilayah,” ungkapnya.
Ia juga menuturkan, pertemuan dengan Anies terjadi secara kebetulan dan foto bersama dilakukan atas ajakan Anies.
“Secara kebetulan, hadir Bapak Anies di Warung Mbok Giyem dan kemudian ketiga anggota tersebut diajak berfoto bersama oleh Bapak Anies,” katanya.
Andy kembali menegaskan bahwa tidak ada maksud maupun kepentingan dari ketiga anggota intel tersebut untuk melakukan pengawasan terhadap Anies.
Baca Juga: Beredar Isu Anies Baswedan Dipantau Intel saat Sedang Makan Soto, Kodam Diponegoro: Hoaks!
“Jadi sekali lagi kami sampaikan bahwa benar ketiga orang tersebut adalah anggota intel yang ketika sedang makan siang, hadir secara kebetulan Bapak Anies dan selanjutnya melakukan foto bersama,” ujarnya.
Ia menambahkan, Anies saat ini juga tidak memiliki status khusus yang memerlukan pengamanan atau pemantauan.
“Kami sampaikan bahwa tidak ada kepentingan dari ketiga anggota tersebut untuk mengawasi kegiatan Bapak Anies dan kami sampaikan bahwasanya saat ini Bapak Anies juga merupakan masyarakat biasa,” ujarnya.
Sempat Akui Hanya Mitra
Sebelumnya, Kodam IV/Diponegoro sempat menegaskan bahwa tiga pria yang berfoto bersama Anies Baswedan bukan anggota intel maupun TNI dan disebut sebagai mitra Kodim. Pernyataan tersebut disampaikan menyusul viralnya video Anies yang mengajak sejumlah pria berfoto bersama di sebuah rumah makan di Karanganyar.
Dalam video yang beredar, Anies tampak santai dan bahkan bercanda saat mengajak foto bersama, sembari menyebut Korem dan Kodim. Video itu memicu spekulasi publik soal dugaan pengawasan terhadap Anies.
Setelah klarifikasi terbaru ini, Kodam IV/Diponegoro menyatakan informasi sebelumnya telah diralat dan menyampaikan permohonan maaf atas kekeliruan penyampaian kepada publik.
Berita Terkait
-
Beredar Isu Anies Baswedan Dipantau Intel saat Sedang Makan Soto, Kodam Diponegoro: Hoaks!
-
Sebut Cuma Kebetulan Lagi Makan Soto, Kodam Diponegoro Bantah Kirim Intel Pantau Anies
-
Video Anies Ajak Intel Foto Bareng Usai Kepergok Viral, Ini Respons Kodam Diponegoro
-
Polemik Anies dan Kemenhut: Benarkah Negara Memfasilitasi Perusakan Hutan?
-
Anies Didorong Partai Gerakan Rakyat Maju Pilpres 2029, NasDem: Kita Belum Pikirin!
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana