/
Selasa, 08 November 2022 | 10:40 WIB
Dedi Mulyadi bersama Janda 5 Anak di Plered (Foto Istimewa/ Tangkapan Layar Youtube Kang Dedi Mulyadi)

SuaraBandung.id  - Seperti hari - hari biasa, sebagai anggota DPRD Purwakarta Dedi Mulyadi selalu memberikan bantuan kepada masyarakat disana.

Keramahan yang ditunjukkan oleh Dedi Mulyadi ini pun sangat disambut hangat oleh para warga Purwakarta.

Kemarin, Dedi Mulyadi mendengar kabar jika salah satu rumah warga di Plered ada yang roboh. Sontak saja tanpa pikir panjang, Dedi Mulyadi langsung mendatangi lokasi kejadian. Ibu pemilik rumah yang roboh merupakan seorang janda 5 anak.

Saat didatangi, benar saja jika rumah tersebut roboh. Dedi Mulyadi pun langsung meminta salah satu warga yang ikut menemaninya untuk merincikan barang - barang apa saja yang dibutuhkan.

“Nanti teteh tanyain ke bapak itu, kebutuhannya apa saja, nanti di WA,” kata Dedi Mulyadi.

Sebelumnya, ibu pemilik rumah mencerikatan ke Dedi Mulyadi bahwasannya ia memiliki utang di salah satu sekolah anaknya.

Setelah memastikan bahan - bahan bangunan rumah aman, Dedi Mulyadi langsung mengajak sang ibu pemilik rumah untuk pergi ke sekolah anaknya dan ingin membayarkan hutangnya.

“Sekarang yuk kita ke sekolah, ibu punya utang berapa?,” tanya Dedi Mulyadi.

Namun, ibu pemilik tersebut tidak terlalu tahu berapa hutang yang ia miliki. Dan saat ingin mengambil surat keterangan hutang, sang ibu pemilik rumah  curhat jika lemari yang ia punya sudah tidak bagus.

Baca Juga: Satu Korban Meninggal Tertimbun Longsor di Jember, 4 Rumah Rusak

Sontak saja mendengar hal ini, Dedi Mulyadi langsung sedikit marah dan memberikan wejangan kepada ibu pemilik rumah.

“Jadi kemana - mana, jangan dulu ngurusin lemari, kan tadi kita lagi bicarain tentang sekolah, jadi orang itu harus bersyukur, ketika dibantu satu hal jangan minta yang lain, ga baik itu,” jelas Dedi Mulyadi.

Mendengar pernyataan dari sang mantan Bupati itu pun langsung membuat ibu pemilik rumah meminta maaf.

Dalam perjalanan, ibu pemilik rumah menceritakan jika sudah dua tahun ijazah anaknya tidak ia ambil karena tidak memiliki uang untuk menebusnya.

Saat tiba di sekolah, Dedi Mulyadi langsung membayarkan hutang sang ibu pemilik dan ijazah anaknya bisa langsung diambil.

(*)

Load More