SuaraBandung.id - Bukan hanya diduga menembak Brigadir J, Ferdy Sambo juga memperlakukan jasad anak buahnya sangat tidak manusiawi.
Sementara anak buah Ferdy Sambo lainnya tidak bisa berkata-kata dan memilih diam lantaran sudah ada yang meninggal secara sadis di tangan sang jenderal.
Perlakuan mengerikan Ferdy Sambo pada jasad Brigadir J ini terungkap dari pertanyaan hakim pada saksi yang merupakan mantan ajudan Ferdy Sambo, Adzan Romer.
Ferdy Sambo secara sadis mengeksekusi Brigadir Yosua. Saat jasad terbujur kaku dan darah menggenang, Ferdy Sambo begitu tega melewati jasad Brigadir J saat menjemput sang istri yang berada di kamar.
Diceritakan jika Ferdy Sambo membawa Putri Candrawathi pergi meninggalkan rumah dinas kompleks Duren Tiga lokasi pembunuhan sadis.
Eks ajudan Ferdy Sambo, Adzan Romer yang berada di lokasi usai penembakan mengatakan, jika situasi saat itu dinilainya mengerikan.
Adzan Romer memberi kesaksian dalam persidangan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (8/11/2022) kemarin.
Dia mengatakan, Ferdy Sambo melewati jasad Brigadir J untuk menjemput Putri Candrawathi yang berada di dalam kamar.
"Setelah itu bapak bawa ibu keluar melewati tubuh korban," katanya kepada Hakim Ketua Wahyu Imam Santoso dikutip dari suara.com pada Senin, (14/11/2022).
Baca Juga: Vonis 10 Tahun Penjara! Indra Kenz Bakal Ajukan Banding
Majelis hakim lantas mengajukan pertanyaan pada eks ajudan Ferdy Sambo.
Akan tetapi Adzan Romer tak banyak bicara saat ditanya majelis hakim.
Ketika itu majelis hakim bertanya apakah Ferdy Sambo menginjak-injak darah Brigadir J yang tercecer di lantai.
Adzan Romer tidak menjawab, dia malah mengatakan jika Mantan Kadiv Propam Polri menggandeng Putri Candrawathi keluar dari rumah menuju pintu garasi.
"Berarti nginjek (darah) dong," tegas Hakim Imam.
Bukan itu saja, Adzan Romer juga buru-buru memberi kesaksian lain, jika dirinya melihat sang majikan hendak keluar, dan dirinya saat itu langsung bergegas keluar mendampingi mereka.
"Melihat bapak bawa ibu keluar saya langsung dampingi keluar duluan," kata dia.
"Sampai di luar pak FS (Ferdy Sambo) memerintahkan Ricky nganter ibu ke Saguling. Saya melihat FS (Ferdy Sambo) telepon saja," tutur Romer.
Romer takut pada Ferdy Sambo
Diakui Adzan Romer, dirinya sempat memberikan keterangan yang berubah-ubah di hadapan tim penyidik.
Alasan sering berubah-ubah tak lain untuk menyelamatkan diri lantaran takut kepada Ferdy Sambo.
Romer berdalih, pengakuannya yang kerap sekali tidak konsisten itu karena takut kepada Ferdy Sambo, yang saat itu masih menjabat sebagai Kadiv Propam Polri.
Hingga akhirnya diakui Romer dirinya sulit mengatakan sebuah kejujuran tentang apa yang dilihat dan dialami saat peristiwa keji di Duren Tiga.
"Karena awalnya kami masih takut memberikan kejujuran," kata Romer menjawab pertanyaan JPU seperti dikutip dari tayangan Kanal Youtube KOMPASTV.
Penegasan soal sering berubah-ubah kesaksian lantas dilakukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Romer.
Dan lagi-lagi Romer hanya mengaku takut kepada Ferdy Sambo, lantaran sudah ada yang tewas.
"Kami takut saja karena sudah ada orang yang meninggal pak," ujarnya.
Sebagaimana diketahui, beberapa bulan lalu Brigadir Yosua tewas di Kompleks Polri Duren Tiga.
Otak pembunuhan adalah senior korban yaitu Ferdy Sambo.
Tidak hanya Sambo, ada 4 tersangka yang turut terlibat dalam kasus Duren Tiga berdarah.
Adapun keempat tersangka itu adalah Bharada E atau Richard Eliezer (ajudan Sambo), Bripka RR atau Ricky Rizal (ajudan Sambo), Kuat Ma'ruf (asisten keluarga Sambo), dan Putri Candrawathi (istri Sambo).
Mereka dituntut melanggar Pasal 340 KUHP Juncto Pasal 55 Ayat 1 ke 1 Subsider Pasal 338 KUHP Juncto Pasal 55 Ayat 1 ke 1 dengan ancaman tuntutan maksimal 20 tahun penjara atau pidana mati. (*)
Artikel ini juga tayang di suara.com berjudul Ferdy Sambo Injak Ceceran Darah Yosua saat Jemput PC dari Kamar, Ajudan Sampai Tak Bisa Berkata-kata
Berita Terkait
-
Febri Diansyah Bongkar Hubungan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, Memen Brigadir J Disuapi Istri Jenderal Jadi Tontonan
-
Video Viral! Kuat Ma'ruf Ayah Biologis Anak Putri Candrawathi, Ferdy Sambo Pingsan Lihat Hasil DNA, Cek Faktanya di Sini
-
Brigadir J Merasa Berkuasa hingga Habiskan Rp15 Juta di Tempat Hiburan Malam Kata Orang Ferdy Sambo
-
Hakim ke Kodir PRT Ferdy Sambo Jangan Ngawur Beri Kesaksian: Bu Putri Lagi Ngapa-ngapain, Kamu Bisa Lihat, dong?
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'