SuaraBandung.id – Dedi Mulyadi heran dengan tempat yang dulu bersih kini malah menjadi tempat prostitusi.
Saat Dedi Mulyadi menjadi Bupati Purwakarta, Kawasan Cilodong yang dulunya sempat dibersihkan olehnya, kini ramai kembali.
Kawasan Cilodong kini ramai oleh bangunan-bangunan liar yang memakan bahu jalan, dan juga dijadikan tempat prostitusi.
Dilansir dari YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Kamis (17/11/2022), saat mendatangi tempat tersebut, Dedi Mulyadi dengan seorang perempuan yang merupakan pekerja seks komersial (PSK).
Saat mengobrol dengan perempuan tersebut, Dedi Mulyadi menanyakan tarif yang diberikan perempuan tersebut saat melayani tamu yang datang.
Disebutkan perempuan yang bertemu dengan Dedi Mulyadi tersebut, dirinya bertarif Rp 300 ribu. Namun, dipotong Rp 100 ribu untuk pemilik kamar.
Mendengar hal tersebut, Dedi Mulyadi malah meminta perempuan tersebut untuk pulang ke kampong asalnya, karena sangat disayangkan jika terus bekerja seperti ini.
Bahkan Dedi Mulyadi meminta perempuan tersebut untuk membuka usaha saja di kampung halamannya.
“Teteh sekarang pulang. Mulai sekarang jangan lagi di sini. Lebih baik pulang kampung buka usaha di sana atau kerja lain,” saran Dedi Mulyadi, dikutip dari YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Kamis (17/11/2022),
Baca Juga: Apes! Aksi Spontan Widi Vierratale yang Buka Baju di Atas Panggung Malah Dilaporkan ke Polisi
Dedi Mulyadi pun akan mempersiapkan biaya satu bulan perempuan tersebut asalkan pulang dan tidak bekerja seperti itu lagi.
“Nanti biaya hidup satu bulannya saya siapin,” kata Dedi mulyadi.
Dedi Mulyadi pun kembali mengungkut bahwa dulu kawasan tersebut rapih dan bersih, sekarang malah ramai kembali.
“Dulu mah rapih bersih, sekarang rame lagi,” ungkit Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi akan membereskan kembali kawasan tersebut, karena dulu pernah ia bereskan sebelumnya.
Kawasan tersebut banyak ditempati bangunan liar dan ada perdagangan wanita, dan itu bisa dipidana.
Berita Terkait
-
Telak! Anne Ratna Mustika Blak-blakan Ceritakan Masalahnya dengan Dedi Mulyadi, Kode Siap Pisah?
-
Anne Ratna Mustika Tetap Pilih Cerai, Dedi Mulyadi Temui Sosok Ini dan Curhat Soal Pernikahannya: Gimana Mau Ganti Istri
-
Dedi Mulyadi Hitung-hitungan, Sindir Ambu Anne terkait Alasan Nafkah: Saya Keluarkan Biaya 20 Juta Per Bulan!
-
Dituduh tak Sesuai Syariat Islam! Dedi Mulyadi Pertanyakan Anne Soal Pergi Umroh Bareng sang Guru: Apakah Minta Izin Saya?
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
- Syifa Hadju Anak Siapa? Ayah Kandung Dikabarkan Siap Jadi Wali Nikah
Pilihan
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
-
Profil Mohammad Jumhur Hidayat, Aktivis Buruh yang Kini Jadi Menteri Lingkungan Hidup
-
Prabowo Kocok Ulang Kabinet: Jumhur Hidayat Dilantik Jadi Menteri LH hingga Dudung Jabat Kepala KSP
Terkini
-
Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Cerita Penumpang Nekat Lompat Keluar Gerbong Demi Selamatkan Diri
-
5 Tips Berburu Sarapan Enak di Pontianak, Datang Lebih Pagi Sebelum Menu Favorit Habis
-
KRD Tabrak CommuterLine di Stasiun Bekasi Timur, Penumpang Luka-luka
-
Syifa Hadju Dituduh Tiru Konsep Pernikahan Alyssa Daguise, Kesha Ratuliu Semprot Netizen: Norak!
-
Lebih dari Sekadar Cantik: Mengapa Privasi Menjadi 'Kemewahan' Baru dalam Perawatan Estetika
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Di Balik Stabilitas Metropolitan Land: Strategi Cerdas Diversifikasi Bisnis Properti
-
5 Filosofi Bubur Pedas Sambas yang Jarang Diketahui, Nomor 3 Sarat Makna Kehidupan
-
Kabar TerbaruJohn Wick 5: Arah Cerita Baru, Tinggalkan Konflik Lama
-
Merayakan Hari Kartini, Perusahaan Wajib Bangun Ekosistem Kerja yang 'Family-Friendly' bagi Wanita