/
Rabu, 30 November 2022 | 13:16 WIB
Kepala BP2MI Benny Ramdhani mengaku di depan Presiden Jokowi siap tempur lawan penyerang pemerintah. (tangkapan layar)

"Jadi mari kita lebih dewasa melihat hal ini jangan sampai negara ini justru dipecah sendiri oleh massa pendukung pemerintahan,” jelasnya.

Lantas untuk apa keluar dari ucapan pejabat tentang narasi “perang” tersebut, Refly Harus menilai sangat aneh logika yang digunakan para relawan dan pendukung penguasa.

“Aneh logika massa pendukung pemerintahan, masa mereka kemudian yang seolah-olah memprovokasi untuk bisa menghadapi massa yang mengkritik Jokowi, jadi nggak boleh dikritik presiden ini," katanya. 

"Tiba-tiba masih punya nuansa untuk bertarung dengan pengkritik pemerintahan atau jangan-jangan mereka berpikir bertarung dengan kelompoknya Anies Baswedan, waduh luar biasa!” imbuhnya.

Sebelumnya dalam video yang tersebar, Benny Rhamdani yang berhadapan dengan Jokowi mengaku geram dan ingin ia dan relawannya tempur langsung di lapangan dengan kubu lawan.

"Kita ini pemenang Pilpres, kita ini besar, tapi serangan lawan ini masih terus," kata Benny di hadapan Jokowi.

"Kedua, kita gemes pak ingin melawan mereka. Kalau mau tempur lapangan, kita lebih banyak," ucapnya.

"Kalau bapak nggak mengizinkan kita tempur di lapangan melawan mereka, maka penegakan hukum yang harus," kata Benny. (*)

Artikel ini juga tayang di Warta Ekonomi berjudul Pentolan Relawan Terang-terangan di Depan Jokowi Mau Perang dengan Kubu Lawan, Refly Harun Nggak Main-main: Maksudnya Apa?!

Baca Juga: Ngaku Berdosa Turuti Perintah Sambo, Bharada E: Saya Takut, 3 Minggu Dihantui Mimpi Buruk

Load More