SuaraBandung.com - Ramai nya pemberitaan tentang kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap Venna Melinda.
Akhirnya membawa publik untuk bisa memahami penyebab dari KDRT tersebut. Ternyata penyebabnya adalah marital rape.
Marital rape merupakan sebuah pemaksaan termasuk manipulasi yang dilakkan terhadap pasangan agar dapat melakukan hubungan seksual.
Dalam pengertian lain, kata 'rape' sendiri diartikan sebagai pemerkosaan.
Berdasarkan konten yang diunggah oleh akun instagram @wmnlyfe. Kejadian material rape di Indonesia, setidaknya sudah terdata banyak aduan pemerkosaan terhadap istri dalam 4 tahun terakhir.
- Pada tahun 2019 telah terjadi 192 kasus;
- Tahun 2020 telah terjadi 100 kasus;
- Tahun 2021 telah terjadi 57 kasus;
- Dan pada tahun 2022 telah terjadi 591 kasus.
Baca Juga: Kiky Saputri Tahan Haru saat Antar Langsung Undangan Nikah ke Susi Pudjiastuti
Dari data tersebut, dapat disimpulkan bahwa di tahun lalu tepatnya 2022 terjadi peningkatan kasus yang sangat mengkhawatirkan.
Sebagai contoh dari kasus marital rape yang pernah terjadi beberapa tahun lalu memiliki kisah yang bahkan hingga menyebabkan kematian.
Dilansir dari akun instagram @wmnlyfe, seorang perempuan asal Denpasar, meninggal dunia karena mengalami patah tulang rusuk, memar di dada, dan infeksi di kemaluannya.
Jejak luka tersebut didapatkan setelah suami memaksa berhubungan seksual.
Meski korban sempat menolak dengan alasan tidak enak badan, nyatanya sang suami tidak peduli dengan hal tersebut.
Lebih detail, 'tidak enak badan' yang dialami wanita tersebut adalah ia sedang sesak nafasnya dan sakit jantungnya kambuh. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Misi Kemanusiaan Miss Cosmo 2025: Perkuat Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis di Indonesia
-
Izin Bodong! Daycare Little Aresha Jogja Ternyata Tak Berizin, 53 Anak Jadi Korban Kekerasan
-
Tren Arsitektur Hijau 2026: Material Eco-Friendly Jadi Standar Baru Bangunan
-
Satu Kamar Diisi 20 Anak! Polresta Jogja Bongkar Praktik Tak Manusiawi di Daycare Umbulharjo
-
Provinsi Banten Bebaskan Pajak Kendaraan Listrik
-
Menyusuri Jalur Surade Sukabumi-Bogor: Seluruh SPBU Kosong Bio Solar, Truk Beras Terhambat
-
Narasi Pemerintah soal Harga Tiket Pesawat Naik 13 Persen Dinilai Menyesatkan
-
5 Rekomendasi Track Gowes di Bogor yang Ramah Bapak-bapak, Cocok Buat Sehat Bareng Komunitas
-
Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia
-
Terlalu Kocak, Benedictus Siregar Bikin Fatih Unru Sulit Fokus Syuting Gudang Merica