SuaraBandung.id - Kuasa hukum keluarga Brigadir J, Yonathan Baskoro berdasarkan pernyataan dari Mahmud MD meminta agar gerakan bawah tanah untuk mengatur vonis Ferdy Sambo ini ditelusuri.
Menurut kuasa hukum keluarga Brigadir J, sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD tentu tidak akan asal berbicara tentang gerakan bawah tanah yang diucapkannya tempo hari.
Ia berpendapat sudah seharusnya, seluruh jajaran aparat penegak hukum menelusuri kebenaran dari adanya gerakan bawah tanah itu.
"Bapak Mahfud MD selaku menkopolhukam, tidak mungkin asal ngomong."
"Seharusnya itu yang ditelusuri, semua aparat penegakan hukum yang memiliki kewenangan itu harusnya turun langsung,"tegas Yonathan Baskoro dikutip dari tayangan Primetime News, Metro TV (20/1/2023) oleh bandung.suara.com pada Minggu (22/2/2023)
Lebih lanjut, bagi Yonathan terlebih ia mewakili kebingungan masyarakat yang memunculkan sebuah polemik tentang Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam persindangan.
"Kalau kita lihat uraian jaksa penuntut umum terkait 340 semua terbukti secara sah dan meyakinkan."
"Namun yang jadi polemik di masyarakat di ujungnya JPU menyebutkan tuntutan hukuman tersebut," kata Yonathan.
Yonathan sebagaimana opini yang beredar dimasyarakat juga keluarga Brigadir J mempertanyakan tuntutan Bharada E sebagai pembuka terang kasus ini.
Baca Juga: Misteri 'Oknum' yang Dituding Buwas Bikin Harga Beras Mahal
Bharada E sebagaimana diketahui berakhir dengan dakwaan JPU yang lebih tinggi dibandingkan terdakwa yang terlibat sejak awal perencanaan pembunuhan
"Tentu ini menjadi keheranan keluarga dan masyarakat. Saya mau mengingatkan ketika jaksa mengatakan semua sudah sesuai hukum."
"Saya sepakat dengan itu, tapi saya ingin mengatakan bahwa hukum tanpa keadilan tidak ada artinya," tegas Yonathan. (*)
Sumber: Metro TV
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
Tiket MotoGP Mandalika 2026 Resmi Dijual, Indonesia Sambut Ajang Balap Kelas Dunia Kelima Kalinya
-
Luke Vickery dan Mitchell Baker Jadi WNI, PSSI Tancap Gas Kejar Juara AFF 2026
-
Ratusan Mahasiswa Kalbar Gelar Aksi di Digulis, Bawa 16 Tuntutan untuk Pemerintah
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Temui Mahasiswa Demo di Pontianak, DPRD Kalbar: Koruptor Makan Gratis Layak Dihukum Mati
-
Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Jelaskan Alasan Pertamax Belum Ikut Murah
-
Sony Sonjaya Ungkap Peran Nanik S Deyang Dalam Perkara Dugaan Korupsi MBG
-
Sony Sonjaya 'Bernyanyi', Dugaan Pengadaan CCTV Rp300 Miliar Muncul di Kasus MBG
-
Jadi Korban Hanania Grup, Uang Muka Haji Plus Davina Karamoy 10.000 USD Terancam Hangus
-
Kursi Dirut PLN Digoyang Isu Reshuffle, Danantara Beri Sinyal RUPSLB Digelar!