SuaraBandung.id - Masturbasi, biasanya dilakukan oleh pria namun apakah menjadi hal yang normal jika dilakukan oleh wanita?
dr. Silvia Utomo, M.Sc menjawab pertanyaan itu dengan memberikan tanggapan bahwa wanita yang melakukan masturbasi sangatlah normal bahkan aktivitas tersebut memiliki segudang manfaat bagi wanita.
Dengan masturbasi wanita dapat memuaskan hasrat seksual meski tanpa berhubungan intim dengan pasangannya, jadi menurut kedokteran hal tersebut wajar dilakukan baik oleh pria maupun wanita sekalipun.
"Melalui aktivitas seksual seperti halnya masturbasi dapat membantu wanita dalam mengenal titik-titik sensitif pada tubuhnya sendiri dalam rangsangan sehingga ia dapat mengkomunikasikan hal itu kepada pasangan," jelas dr. Selvia Utomo. Dikutip pada Sabtu (18/2/2023).
Dampaknya ia dan pasangan akan mendapatkan pengalaman berhubungan intim yang memuaskan bagi kedua belah pihak. Jadi baik pria ataupun wanita akan lebih mudah mencapai orgasmenya.
Fakanya, masturbasi dapat mengeluarkan berbagai hormon pada pelakunya. Hormon-hormon ini diantaranya meliputi hormon oksitoksin yang dapat menurunkan stress, hormon endorfin yang bisa mengurangi rasa sakit.
Kemudian hormon seratonin yang bisa meningkatkan rasa senang pada otak, dan hormon prolaktin yang membantu seseorang untuk tidur dengan nyaman.
Meski memiliki segudang manfaat masturbasi bagi kesehatan tubuh dan keseharian dalam berumah tangga. ada hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan masturbasi seperti frekuensinya.
"Melakukan masturbasi perlu memperhatikan frekuensi dan keseimbangan melakukan kegiatan produktif," peringatan yang diberikan dokter
Terlalu sering melakukan masturbasi akan mengakibatkan kecanduan yang bahkan lebih berbahaya dari kecanduan narkotika.
Bahkan akan mengakibatkan wanita ataupun pria tidak akan begitu menikmati hubungan intim yang dilakukan pasangan suami dan istri ketika mereka telah menikah.
Selain itu, meskipun aktivitas seksual seperti masturbasi dan onani diperbolehkan menurut sudut pandang kedokteran. Kedua aktivitas ini memiliki hukum yang berbeda apabila dilihat dari pandangan agama. (*)
Sumber: YouTube Dokter 24 Jam
Berita Terkait
-
Hati-Hati! Ini 3 Ciri Pria yang Kecanduan Onani
-
Manfaatnya Bukan Cuma untuk Karyawan, Ini 7 Alasan K3 Penting Jadi Perhatian Perusahaan
-
Jangan Sembarangan! Ini Pandangan Islam terhadap Hukum Masturbasi dan Onani
-
Seks Oral, Main pake Mulut Amankah untuk Kesehatan? Simak Penjelasan dr. Boyke ini
-
6 Masalah Kesehatan yang Bisa Disembuhkan dengan Berhubungan Intim, Sakit Jantung Hingga Sulit Tidur
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Ketum PSSI-nya India: Lawan Brasil Lebih Bergengsi Dibanding Hadapi Timnas Indonesia
-
Review Second Sister: Ketika Cyberbullying Mengubah Hidup Seseorang
-
Pedoman Hari Pramuka 2026 Sesuai Panduan Resmi Kwarnas, Simak Ketentuannya
-
BNN Gerebek 101 Billiard & Caf Tegal, Temukan Ekstasi Sabu dan 9 Orang Positif Narkotika
-
Novel Witch Bakery: Toko Roti Pengantar Jiwa, Kisah Haru Para Arwah Hewan
-
Kami Cari Lawan yang Lebih Kuat! India Mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026
-
Simulasi Kredit Syariah Toyota Avanza dan Spesifikasi Agar Finansial Aman, Gaji Minimal Berapa?
-
Evolusi Kemiren: Dialektika Kepemimpinan Kang Edai dan Ekosistem DSA
-
Guru Kini Bisa Lapor Langsung Temuan Janggal MBG ke BGN via Email Khusus
-
Awas, Sering Dianggap Remeh! Ini Alasan Hepatitis A Jauh Lebih Berbahaya pada Orang Dewasa