- Investasi ETF emas global mencatat rekor *inflow* US$19 miliar (120 ton) pada Januari 2026, menurut World Gold Council.
- Kawasan Asia menjadi motor utama pertumbuhan dengan kontribusi $10 miliar, dimana China memimpin akumulasi aset tersebut.
- Total kepemilikan ETF emas mencapai rekor tertinggi sepanjang masa yaitu 4.145 ton, didorong ketidakpastian geopolitik.
Suara.com - Pasar emas global mencatatkan sejarah baru pada pembukaan tahun ini. Berdasarkan laporan terbaru dari World Gold Council (WGC), produk investasi emas yang diperdagangkan di bursa atau Exchange-Traded Fund (ETF) berhasil menjaring arus kas masuk (inflow) sebesar 120 ton, atau setara dengan nilai fantastis US$19 miliar sepanjang Januari 2026.
Laporan yang dirilis pada Minggu (8/2/2026) ini menegaskan bahwa momentum tersebut merupakan arus masuk bulanan terkuat yang pernah terekam dalam sejarah industri emas.
Dengan lonjakan ini, total volume kepemilikan emas dalam instrumen ETF kini menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high) yakni 4.145 ton, melampaui pencapaian yang pernah terjadi pada tahun 2020 silam.
Kejutan terbesar datang dari wilayah Asia yang kini menjadi motor utama pertumbuhan pasar emas dunia, dengan catatan:
- Volume Arus Masuk: Kawasan Asia menyumbang arus masuk sebesar 62 ton atau senilai hampir US$10 miliar.
- Porsi Global: Secara mengejutkan, Asia menguasai 51% dari total arus kas bersih dunia pada bulan lalu.
- Peran Strategis China: China menjadi penggerak utama di kawasan ini dengan nilai transaksi mencapai US$6 miliar.
Posisi China kini berada tepat di belakang Amerika Serikat sebagai sumber arus masuk ETF emas terbesar di dunia.
Ketidakpastian geopolitik dan tingginya permintaan institusional domestik menjadi pemicu utama minat investor China.
Di belahan bumi barat, investor Amerika Utara juga menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengakumulasi 43,4 ton emas senilai hampir US$7 miliar. Meski demikian, pasar sempat mengalami guncangan menjelang akhir Januari.
Koreksi harga terjadi seiring dengan penunjukan Kevin Warsh sebagai Ketua Bank Sentral AS (The Fed) yang baru.
Figur Warsh yang dipandang memiliki kebijakan moneter tertentu memicu volatilitas harga.
Baca Juga: Hinca Pandjaitan Soroti Tambang Emas Ilegal, Dana Mengalir Hingga 992 T
Namun, seperti yang dikutip via Kitco, para analis WGC mencatat bahwa meskipun harga mengalami koreksi tajam dari level tertingginya, investor justru memanfaatkan momentum tersebut untuk terus menambah kepemilikan ETF mereka hingga hari perdagangan terakhir bulan tersebut.
Geopolitik dan Ancaman Perang
Selain faktor moneter dari Amerika Serikat, peningkatan minat pada emas juga dipicu oleh memanasnya tensi geopolitik.
Konflik dan ketegangan yang melibatkan AS dengan sejumlah wilayah seperti Iran, sebagian wilayah Eropa, hingga isu strategis di Greenland, mendorong investor untuk mencari perlindungan pada aset aman (safe haven).
Sementara itu, pasar Eropa terpantau masih tertinggal dibandingkan Asia dan Amerika Utara. Investor di Benua Biru tersebut tercatat hanya menambah kepemilikan sebesar 13 ton emas dengan nilai transaksi sekitar US$2 miliar.
DISCLAIMER: Artikel ini disusun berdasarkan data laporan bulanan World Gold Council (WGC) per Februari 2026. Pergerakan harga emas dan instrumen ETF memiliki risiko fluktuasi pasar yang tinggi. Keputusan untuk melakukan investasi pada instrumen derivatif emas sepenuhnya merupakan tanggung jawab pribadi pembaca. Disarankan untuk berkonsultasi dengan penasihat keuangan sebelum mengambil keputusan investasi besar.
Berita Terkait
-
Harga Emas Naik Pada Akhir Pekan, Galeri 24 dan UBS Kompak Meroket
-
WN China Tersangka Kasus Tambang Emas Kabur, Ditangkap Imigrasi di Entikong
-
Kunjungi Istana, PM Albanese Diajak Prabowo Investasi Tambang Garap Nikel Hingga Emas
-
Emas Antam Berbalik Turun, Harganya Masih di Bawah Rp 3 Juta/Gram
-
Grafik Emas Antam 5 Februari 2026: Turun Tipis, Masih di Kisaran 3 Jutaan
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal
-
Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan
-
Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM
-
Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal
-
418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia
-
Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan
-
Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya
-
Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak
-
Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun
-
Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor