- Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencana pembangunan "Kampung Haji" di Tanah Suci untuk menekan biaya haji.
- Janji ini disampaikan saat acara Mujahadah Kubro peringatan Hari Lahir Satu Abad NU di Malang, Jawa Timur, Minggu (8/2/2026).
- Pemerintah menargetkan dalam beberapa tahun ke depan, fasilitas hunian terpadu tersebut sudah dapat digunakan jemaah.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto mengumumkan sebuah gebrakan ambisius yang berpotensi menekan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) secara signifikan di masa depan, pembangunan "Kampung Haji" khusus untuk jemaah Indonesia di Tanah Suci.
Komitmen besar ini disampaikan Prabowo di hadapan lautan massa yang terdiri dari para ulama, kiai, dan puluhan ribu warga Nahdliyin.
Momen strategis ini dipilih saat acara Mujahadah Kubro dalam rangka peringatan Hari Lahir Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur, pada Minggu (8/2/2026).
Di atas panggung, Prabowo dengan tegas menjanjikan perbaikan fundamental dalam pelayanan dan efisiensi biaya haji.
Ia bertekad memangkas beban finansial yang selama ini menjadi salah satu kekhawatiran utama para calon jemaah.
"Nanti dijamin semua jamaah akan mendapat hunian yang layak, Tempat yang baik. Tidak usah ragu-ragu lagi, tidak boleh ada macam-macam lagi. Pelayanannya akan terbaik dan saya bertekad menurunkan biaya haji untuk rakyat Indonesia," kata Prabowo dalam sambutannya yang disambut riuh tepuk tangan.
Konsep Kampung Haji dan Target Ambisius
Lebih jauh, Presiden Prabowo menjelaskan bahwa rencana ini bukan sekadar wacana. Indonesia, menurutnya, telah berhasil memperoleh kehormatan dan hak untuk memiliki lahan strategis di Kota Suci Mekkah.
Lahan inilah yang akan menjadi fondasi pembangunan Kampung Haji, sebuah kompleks hunian terpadu yang didedikasikan untuk jemaah haji dan umrah asal Indonesia.
Baca Juga: Prabowo Diminta Tarik Lagi 57 Eks Pegawai KPK, Yudi Purnomo: Jika Perintah Presiden, Saya Kembali
Pembangunan fasilitas ini bertujuan untuk dua hal utama, yakni menjamin ketersediaan hunian yang nyaman dan layak, serta memegang kendali atas salah satu komponen biaya haji terbesar, yaitu akomodasi.
Dengan memiliki aset sendiri, pemerintah dapat menekan biaya sewa hotel yang cenderung fluktuatif dan mahal saat musim haji.
Prabowo bahkan telah memasang target waktu yang cukup ambisius untuk realisasi proyek raksasa ini. Ia berharap dalam beberapa tahun ke depan, fasilitas tersebut sudah bisa dinikmati oleh jemaah.
"Kita berharap dalam tiga tahun Kita sudah punya Kampung Haji yang bagus, baru nanti beberapa bulan lagi saya kira kita akan punya kurang lebih seribu kamar, tapi akan terus kita bangun," ucap Prabowo sebagaimana dilansir Antara.
Momentum Politik di Kandang NU
Pengumuman ini dinilai sangat strategis karena disampaikan di tengah acara akbar yang dihadiri oleh sekitar 105 ribu orang, yang sebagian besar merupakan basis massa NU.
Acara Mujahadah Kubro yang diselenggarakan oleh PWNU Jatim ini menjadi magnet bagi warga Nahdliyin dari berbagai daerah, yang datang menggunakan 1.183 bus, 6.465 mobil, serta 5.413 sepeda motor.
Kehadiran jajaran Kabinet Merah Putih, ulama karismatik, dan petinggi PBNU semakin mengukuhkan pentingnya acara ini. Dengan menyampaikan janji populis terkait haji di forum ini, Prabowo dinilai berhasil menyentuh langsung aspirasi umat Islam terbesar di Indonesia.
Langkah ini tidak hanya menjadi solusi teknis penyelenggaraan haji, tetapi juga manuver politik yang cerdas untuk memperkuat dukungan dari kalangan santri dan Nahdliyin.
Berita Terkait
-
Prabowo Diminta Tarik Lagi 57 Eks Pegawai KPK, Yudi Purnomo: Jika Perintah Presiden, Saya Kembali
-
Dapat Restu Prabowo, Gedung Bekas Kedubes Inggris di Bundaran HI Disiapkan Jadi Pusat Lembaga Umat
-
Mantan Menlu hingga Akademisi Kumpul, Apa yang Dibahas Intensif dengan Presiden Prabowo?
-
PAN Beri Sinyal Dukung Prabowo Dua Periode, Zulhas: Realisasikan Program 5 Tahun Nggak Cukup
-
Optimalkan Rp500 Triliun, Prabowo Segera Resmikan Lembaga Pengelolaan Dana Umat
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Viral ASN PPPK Paruh Waktu DPUTR Bandung Barat Live TikTok, Singgung Fee Proyek
-
Tak Perlu Transit, TransNusa Buka Penerbangan Langsung Jakarta-Bangkok 2 Kali Sehari
-
Studi Ungkap Dampak Penuaan Mikroplastik terhadap Polutan di Tanah
-
Di Balik Narasi 'Kecerdasan Bukan dari Sekolah': Mengingatkan Kembali Tanggung Jawab Negara
-
Khofifah Ajak Siswa Sekolah Rakyat Pasuruan Kobarkan Semangat Kemerdekaan Menuju Indonesia Emas
-
Karhutla Makin Mengkhawatirkan, Mensesneg Minta Masyarakat Tak Lakukan Aktivitas yang Picu Kebakaran
-
Kabel Listrik Bermasalah, Ratusan Jaecoo J7 Kena Recall
-
Obesitas Picu Risiko Diabetes, Terapi Tirzepatide Hadir dengan Pendekatan yang Lebih Personal
-
Menhut Raja Antoni Ungkap Dukungan Prabowo untuk Percepatan Restorasi Ekosistem
-
Siang Jual Bendera, Malam Jualan Sari Laut: Cerita Pedagang Musiman Menjemput Rezeki Kemerdekaan