SuaraBandung.id - Bagi umat muslim, Shalat Tarawih adalah ibadah yang harus dilakukan dengan tujuan mengharapkan pahala serta ridha Allah SWT. Meskipun Shalat Tarawih termasuk sunnah, tapi apa salahnya untuk lebih mendekatkan diri pada Allah lewat shalat malam ini?
Berikut penjelasan tentang shalat tarawih.
Pengertian Shalat Tarawih.
Menurut Ustaz Wawan Koswara di video Youtubenya yang menjelaskan seputar Shalat Qiyam Ramadhan, beliau menjelaskan bahwa Shalat Tarawih pada zaman dahulu disebut sebagai Shalat Qiyam Ramadhan.
Pada zaman Rasulullah SAW tepatnya di masa kepemimpinan khalifah Abu Bakar Ash-Siddiq, nama Shalat Taraweh atau Tarawih belum dikenal bahkan hingga wafatnya Rasulullah SAW, saat itu nama yang dipakai hanya shalat malam atau Shalat Qiyam Ramadhan saja.
Istilah Tarawih diambil dari hadist riwayat Aisyah r.a yang menyebut kata tiroyah, yang artinya istirahat. Aisyah menyebut bahwa Rasulullah SAW melaksanakan Shalat Qiyam Ramadhan diselingi tiroyah atau istirahat. Maka dari itu kini Shalat Qiyam Ramadhan disebut sebagai Shalat Tarawih, meski pada saat itu nama Tarawih belum digunakan.
Shalat Tarawih adalah shalat malam yang dilaksanakan pada bulan Ramadhan. Shalat ini termasuk ke dalam sunnah muakad yang berarti boleh dikerjakan sendiri maupun berjamaah.
Pelaksanaan shalat tarawih adalah setelah shalat isya sampai waktu fajar tiba. Untuk rakaatnya bervariasi. Rasulullah SAW mengerjakannya sebanyak 8 rakaat, sedangkan Umar Bin Khatab sebanyak 20 rakaat, dan amalan Umar Bin Khatab ini disepakati oleh Ijma.
Baca Juga: Link Nonton Bandung BJB Tandamata vs Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia
Jika mengerjakan 8 rakaat, lakukan 4 rakaat pertama diakhiri dengan salam lalu beristirahat dengan dzikir dan membaca doa, setelah itu lakukan 4 rakaat terakhir dengan salam lalu kembali dzikir serta berdoa. Bisa juga diakhiri dengan melakukan shalat witir minimal 1 rakaat, namun biasanya dilakukan sampai 3 rakaat, lalu kembali membaca doa.
Jika 20 rakaat, lakukan 4 rakaat diakhiri dengan salam hingga 5 kali diselingi juga istirahat sambil berdzikir dan berdoa.
Atau bisa juga lakukan 2 rakaat lebih dulu kemudian diakhiri salam dan berdoa.
Namun biasanya jika shalat berjamaah di masjid, selingan saat istirahat itu diisi juga dengan khutbah.
Ushalli sunnatat-tarawiihi arba-a/rak’ataini (ma’muuman/imaaman) lillaahi ta’alaa
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Sampah Menggunung Halangi Jalan ke SDN Kedaung Kali Angke, Pramono Singgung Pola Serupa Kramat Jati
-
Kenakan Rompi Tahanan dan Tangan Terborgol, Febrie Adriansyah Dibawa ke Kejagung untuk Diperiksa
-
Beralih ke Mobil Listrik? Ini Panduan Cara Merawatnya agar Tetap Optimal dan Awet
-
Tramadol Masih Mudah Dibeli, Pembatasan Resep Dokter Mendesak, Jalur Ilegal Harus Distop
-
Singapura Siapkan Cara Khusus Matikan Mitchell Baker, John Herdman Harus Putar Otak
-
Keistimewaan Eks Jampidsus Febrie: Dari Tak Pakai Rompi Tahanan hingga Masih Digaji Negara
-
Manga The Prince of Tennis Tamat, Bab ke-477 Tutup Perjalanan 27 Tahun
-
WhatsApp Rilis Fitur '@semua' dan Polling Pintar, Solusi Akhir Drama Chat Grup yang Berisik!
-
Begini Arah Bisnis PT Pos Setelah Terbukti Poles Laporan Keuangan
-
Keluarga Widi Menanti Nyali Oknum Polisi Beji Penjemput Maut untuk Meminta Maaf Langsung