SuaraBandung.id - Sindrom Tourette adalah kondisi neurologis yang menyebabkan seseorang melakukan suara dan gerakan secara tidak sadar yang disebut tics.
Kondisi ini biasanya dimulai pada masa kanak-kanak dan bisa berlangsung hingga dewasa.
Dilansir dari laman NHS, Selasa (27/2/2023), Sindrom Tourette Berpotensi menyebabkan gangguan obsesif kompulsif (OCD), hiperaktif defisit perhatian (ADHD), depresi atau kecemasan, hingga kesulitan belajar.
Penyebab dan Gejala
Penyebab pasti Sindrom Tourette belum diketahui secara pasti, tetapi diyakini bahwa kondisi ini terkait dengan gangguan pada area otak yang mengontrol gerakan dan suara.
Faktor genetik juga dapat memainkan peran dalam mengembangkan kondisi ini.
Gejala utama dari Sindrom Tourette adalah dapat berupa suara (tics vokal) dan gerakan tubuh (tics fisik).
Tics bisa bervariasi dalam jenis dan intensitasnya. Beberapa contoh tics vokal meliputi mengulangi kata-kata atau kalimat tertentu, seperti "hmm" atau "yah".
Bisa juga mengeluarkan suara yang tidak terkait dengan percakapan, seperti bersiul, mengeong, Hingga batuk.
Baca Juga: El Rumi Disebut Terselamatkan dari Adhisty Zara Imbas Foto Mesra dengan Okin
Sedangkan, contoh tics fisik atau motorik meliputi gerakan-gerakan seperti mengedipkan mata, mengangkat bahu, atau menggelengkan kepala.
Pada beberapa kasus, seseorang dengan sindrom Tourette dapat mengalami tics yang kompleks seperti memukul diri sendiri, memiringkan tubuh, atau melakukan gerakan-gerakan yang rumit.
Beberapa orang juga dapat mengalami tics yang disertai dengan emosi seperti marah atau cemas.
Tics biasanya bertambah buruk saat seseorang sedang stres atau dalam situasi yang membuatnya gugup.
Mereka mungkin merasa bahwa mereka tidak dapat mengendalikan tics mereka, meskipun mereka mungkin dapat menunda atau menahan tics untuk sementara waktu.
Diagnosis dan Pengobatan
Kebanyakan orang yang mengalami Sindrom Tourette dorongan yang kuat untuk melakukan suatu gerakan atau vokal. Inilah yang disebut sensasi firasat.
Ketika gerakan atau vokal tersebut sudah dilakukan, maka sensasi firasat akan berkurang.
Hal itu cukup melelahkan untuk dikontrol. Seseorang bisa saja melepaskan tics secara tiba-tiba.
Sindrom Tourette biasanya didiagnosis berdasarkan gejala yang dialami seseorang. Tidak ada tes laboratorium atau gambaran yang dapat digunakan untuk secara definitif mendeteksi Sindrom ini.
Gejala Sindrom Tourette bisa dikurangi dengan beberapa latihan untuk mengontrol diri agar tidak melakukan tics, seperti belajar teknik-teknik relaksasi dan pengendalian stres.
Kemudian, bisa juga dengan melakukan aktivitas yang membutuhkan konsentrasi, seperti membaca buku atau berolahraga.
Selain itu, penting untuk diingat bahwa setiap orang dengan Sindrom Tourette memiliki pengalaman yang berbeda dan membutuhkan perawatan yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka.
Banyak orang dengan Sindrom Tourette dapat hidup sepanjang hidup mereka dengan kondisi ini dan dapat mengelola gejala mereka dengan baik.
Namun, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis saraf. Kemudian, melatih diri untuk bisa Mengontrol tics.
Sumber: NHS
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
Terkini
-
Indonesia Serius Kejar Tuan Rumah Piala Dunia Futsal 2028, FFI Menghadap Kemenpora
-
Maaf AC Milan, Manchester United Ingin Perpanjang Kontrak Harry Maguire
-
Pendaftaran Calon Ketua OJK Dibuka, Menkeu Purbaya Jadi Ketua Pansel
-
Jadwal WFA Selama Libur Nyepi dan Lebaran 2026: Tidak Potong Cuti Tahunan dan Upah Harus Utuh
-
Trenggono Skakmat Purbaya: Yth Menteri Keuangan, Supaya Anda Paham dan Cerdas..
-
Pemain Timnas Indonesia Bantu Timnya Tampil Gahar di AFC Champions League Elite 2025/2026
-
MENGEJUTKAN! Klub Orang Indonesia di Eropa Tembus Semifinal Coppa Italia
-
Daftar Saham Milik Pengusaha Elite yang Temui Presiden Prabowo Pekan Ini
-
3 Pilihan Toner Wardah untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Bantu Atasi Tanda Penuaan
-
Ulasan Buku Toko Tukar Tambah Nasib: Saat Rumput Tetangga Tak Sehijau KelihatannyaKelihatannya